Bayi batuk berdahak dapat diatasi dengan berbagai cara
Seorang bayi sedang diberikan obat sirup untuk mengobati batuknya

Batuk dapat menyerang siapa saja, tidak terkecuali bayi. Ketika bayi batuk berdahak, orangtua tidak jarang akan merasa panik sehingga sibuk mencari obat batuk yang bisa diminumkan kepada si buah hati. Padahal, penanganan batuk berdahak pada bayi tidak sama dengan orang dewasa.

Batuk sebetulnya merupakan proses alamiah dengan bunyi yang khas ketika ada benda asing di dalam saluran pernapasan sehingga memicu produksi lendir (dahak) yang berlebihan. Ketika batuk, tubuh berusaha mengeluarkan benda asing tersebut bersamaan dengan lendir sehingga kerap disebut sebagai batuk berdahak.

Batuk berdahak pada bayi biasanya disebabkan oleh infeksi virus yang menyebabkan produksi lendir berlebih di tenggorokannya. Kondisi ini sebetulnya bisa reda sendiri dalam 5-7 hari atau maksimal 14 hari. Namun untuk mengurangi ketidaknyamanan bayi saat batuk, Anda bisa melakukan beberapa langkah berikut ini.

Cara mengatasi bayi batuk berdahak

Ketika bayi batuk berdahak, hal pertama yang terlintas dalam pikiran Anda untuk meredakannya adalah dengan memberi obat. Padahal, tidak ada obat yang mampu menyembuhkan batuk berdahak yang disebabkan oleh infeksi virus.

Anda pun sebaiknya menghindari pemberian obat batuk yang dijual bebas pada bayi berusia di bawah 2 tahun, sekalipun berlabel untuk bayi atau anak-anak. Sebaliknya, penanganan bayi batuk berdahak yang direkomendasikan adalah sebagai berikut:

  • Perbanyak pemberian cairan

Cara ini dilakukan agar lendir di saluran napasnya lekas encer sehingga lebih mudah dikeluarkan. Pada bayi di bawah 6 bulan, hanya berikan cairan berupa air susu ibu (ASI) atau susu formula. Sedangkan pada bayi di atas 6 bulan yang sudah mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI), Anda dapat memberikannya air putih, jus buah, maupun sup.

  • Tidurkan bayi dengan kepala yang disangga bantal

Posisi tidur dengan kepala yang disangga bantal akan membuat bayi yang sedang batuk dapat bernapas lebih lega selama ia tidur.

  • Gunakan pelembap ruangan

Pelembap ruangan dapat membuat udara ruangan menjadi lebih lembap sehingga dapat membantu melegakan jalan napas saat bayi batuk berdahak.

Selain tidak boleh memberi obat batuk tanpa resep dokter, Anda juga dilarang memberikan madu pada bayi yang berusia di bawah 1 tahun. Madu mengandung bakteri yang dapat mengakibatkan terjadinya botulisme pada bayi.

Perlukah meminumkan obat batuk berdahak pada bayi?

Akademi Dokter Anak Amerika Serikat (AAP) maupun Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sama-sama tidak merekomendasikan pemberian obat batuk untuk bayi. Saat bayi batuk berdahak, ia juga tidak boleh diberikan antibiotik karena tidak akan menyelesaikan masalah, malah berpotensi membuatnya mengalami resistensi antibiotik.

Sebaliknya, Anda dapat memberinya beberapa pengobatan untuk mengurangi gejala lain saat bayi batuk berdahak, misalnya:

  • Paracetamol

Obat ini aman diberikan untuk meredakan demam yang menyertai batuk pada bayi. Paracetamol dalam bentuk cairan (drops maupun sirup) bisa digunakan dengan pemberian tidak lebih dari empat kali dalam tempo 24 jam.

Dibanding ibuprofen, paracetamol relatif lebih aman diberikan kepada anak karena tidak menyebabkan sakit perut sehingga dapat dikonsumsi meski dalam kondisi perut kosong. Untuk dosis pemberiannya, Anda sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

  • Ibuprofen

Obat yang berbentuk cair (sirup) ini hanya bisa digunakan pada bayi yang sudah berusia di atas 3 bulan dengan dosis yang direkomendasikan oleh dokter. Sama seperti parasetamol, ibuprofen juga berfungsi meredakan demam pada bayi batuk berdahak. Meski demikian, pemberian ibuprofen memiliki efek samping berupa sakit perut.

  • Cairan saline (drops)

Obat ini diberikan bila batuk berdahak disertai dengan pilek. Cairan saline dapat mengencerkan lendir di hidung sehingga lebih mudah dikeluarkan.

Cairan ini dapat digunakan sebelum tidur atau ketika anak terbangun pada malam hari karena batuk yang mengganggu istirahatnya. Setelah ditetesi dengan carian saline, Anda dapat mengambil lendir di hidung bayi dengan alat penghisap khusus.

Batuk pada dasarnya adalah mekanisme yang normal pada bayi dan akan membaik seiring dengan berjalannya waktu. Namun jika batuk bayi tidak membaik dalam 2 minggu, periksakan kondisinya ke dokter.

Selain itu, Anda juga patut waspada jika bayi batuk berdahak disertai dengan gejala sulit bernapas dan menimbulkan bunyi ‘whoop’. Bisa jadi, ia tengah mengalami batuk rejan yang harus segera ditangani.

IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/batuk-lawan-atau-kawan
Diakses pada 3 Februari 2020

IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/bahaya-membeli-antibiotik-sendiri
Diakses pada 3 Februari 2020

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/coughs-colds-ear-infections/
Diakses pada 3 Februari 2020

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/paracetamol-for-children/
Diakses pada 3 Februari 2020

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/ibuprofen-for-children/
Diakses pada 3 Februari 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/common-cold-in-babies/diagnosis-treatment/drc-20351657
Diakses pada 3 Februari 2020

WebMD. https://www.webmd.com/cold-and-flu/cough-home-remedies-babies-toddlers
Diakses pada 3 Februari 2020

Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/chest-lungs/Pages/Coughs-and-Colds-Medicines-or-Home-Remedies.aspx
Diakses pada 3 Februari 2020

Baby Centre UK. https://www.babycentre.co.uk/x1052185/can-i-give-paracetamol-or-ibuprofen-to-my-baby
Diakses pada 3 Februari 2020

Artikel Terkait