Bayi Alergi ASI Bisa Terjadi, Ini Faktanya

0,0
22 Jun 2021|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Bayi alergi ASI dapat terjadi akibat protein dari berbagai makanan yang dikonsumsi ibuMunculnya reaksi alergi pada bayi dapat ditandai dengan ruam
ASI adalah asupan utama yang kaya nutrisi untuk menunjang tumbuh kembang bayi. Nutrisi tersebut berasal dari makanan yang dikonsumsi ibu. Akan tetapi, dalam kasus yang langka, bayi alergi ASI bisa terjadi.Alergi ASI pada bayi bukan disebabkan oleh kandungan ASI. Justru kandungan dalam ASI sangat baik dan mendukung sistem imunitas dan tidak berisiko menimbulkan alergi. Masalah sebenarnya ada pada protein dari berbagai makanan yang dikonsumsi ibu. Inilah yang berpotensi menyebabkan bayi alergi ASI.

Penyebab bayi alergi ASI

Alergi ASI pada bayi merupakan reaksi alergi terhadap makanan atau minuman yang dikonsumsi ibu. Faktanya, hanya dua atau tiga dari setiap 100 bayi yang disusui secara eksklusif menunjukkan reaksi alergi. Kondisi ini paling sering terjadi akibat kandungan susu sapi dalam makanan yang dikonsumsi ibu. Selain itu, reaksi alergi bisa dipicu produk susu, kacang tanah, kacang polong, gandum, cokelat, kedelai, jagung, kafein, atau telur. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda menghindari makanan tersebut setidaknya selama 6 bulan. Setelah itu, Anda baru bisa mengonsumsinya kembali karena di usia ini bayi sudah bisa menghindari berbagai alergi tersebut. Namun, pastikan telah mendapat persetujuan dari dokter. Walaupun bayi alergi ASI terbilang jarang terjadi, kondisi ini bisa menyebabkan si kecil mengalami sejumlah gejala yang mengganggu kenyamanannya.

Gejala bayi alergi ASI

bayi menangis
Alergi bisa menyebabkan bayi rewel dan menangis terus
Reaksi antara alergen dan sistem kekebalan tubuh bayi terjadi di sistem pencernaan. Gejala alergi ASI pada bayi yang dapat terjadi akibat makanan tertentu yang ibu konsumsi, di antaranya:
  • Rewel dan menangis terus-menerus
  • Tidak mau menyusu
  • Banyak meludah
  • Ruam kulit
  • Gatal-gatal
  • Pucat
  • Muntah
  • Diare kronis
  • Kolik
  • Batuk atau mengi
  • BAB berlendir atau berdarah
  • Mata berair
  • Hidung tersumbat atau meler
  • Tidak tidur dengan nyenyak
  • Pembengkakan pada bibir, lidah, atau tenggorokan.
Terkadang, gejala yang muncul bisa terjadi akibat intoleransi makanan atau gangguan pencernaan pada bayi. Gejalanya sering kali terlihat mirip sehingga Anda mungkin bisa keliru. Jadi, jika si kecil menunjukkan tanda-tanda tersebut, sebaiknya Anda jangan mengabaikannya. Tetap tenang dan cari pertolongan medis agar kondisi bayi tidak semakin memburuk.

Cara mengatasi bayi alergi ASI

bawa bayi ke dokter
Bawa bayi ke dokter untuk mengatasi alergi
Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi bayi alergi ASI.
  • Membawa bayi ke dokter

Jika bayi menunjukkan tanda-tanda alergi ASI, segera bawa ia ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah si kecil mengalami alergi atau masalah lainnya. Setelah diketahui penyebabnya, dokter akan menentukan penanganan yang tepat untuk bayi Anda, misalnya dengan meresepkan obat-obatan tertentu.
  • Tulis makanan yang memicu alergi

Sulit menentukan makanan apa yang memicu alergi ASI pada bayi. Namun, untuk mempermudah mengetahuinya, Anda bisa menuliskan makanan yang Anda konsumsi dan reaksi yang muncul pada si kecil. Ingatlah bahwa makanan yang Anda makan bisa tetap berada dalam tubuh untuk jangka waktu yang lama.
  • Hindari makanan yang memicu alergi

Jika Anda sudah mengetahui makanan apa yang memicu bayi alergi ASI, jangan dulu mengonsumsi makanan tersebut. Misalnya, jika reaksi alergi muncul pada bayi setelah Anda mengonsumsi susu sapi, sebaiknya hentikan konsumsinya untuk sementara.Jangan terburu-buru menyimpulkan bayi alergi ASI dan berhenti menyusuinya karena ia masih membutuhkan ASI sebagai asupan bernutrisi untuk menunjang tumbuh kembangnya. Memberikan ASI eksklusif telah terbukti secara signifikan mengurangi risiko dan keparahan alergi makanan pada keluarga dengan riwayat kondisi tersebut.

Catatan SehatQ

Alergi ASI pada bayi bukan disebabkan oleh kandungan ASI-nya, melainkan akibat protein dari berbagai makanan yang dikonsumsi oleh ibu. Reaksi alergi bisa menimbulkan sejumlah gejala, seperti rewel dan menangis terus-menerus, tidak mau menyusu, ruam kulit, gatal-gatal, dan lainnya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, segera bawa si kecil ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat.Jika Anda ingin berdiskusi lebih lanjut seputar bayi alergi ASI, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
bayi & menyusuiasi eksklusifalergi susu
Happy Family Organics. https://www.happyfamilyorganics.com/learning-center/mama/is-your-baby-reacting-to-something-in-your-milk/
Diakses pada 08 Juni 2021
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/allergies-and-breastfeeding-431651
Diakses pada 08 Juni 2021
Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/breastfeeding/Pages/Infant-Allergies-and-Food-Sensitivities.aspx
Diakses pada 08 Juni 2021
Happiest Baby. https://www.happiestbaby.com/blogs/baby/can-babies-be-allergic-to-breastmilk
Diakses pada 08 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait