Batuk Terasa Mengganggu, Pilih Obat Batuk Generik atau Obat Paten?

Obat batuk generik memiliki kandungan bahan aktif yang sama dengan obat paten
Sebelum memilih obat batuk generik, Anda perlu memastikan jenis batuk yang Anda alami, apakah kering atau berdahak

Ketika batuk terasa mengganggu, tak sedikit pasien yang meminta untuk diresepkan obat paten ketimbang obat batuk generik. Alasannya, obat paten lebih manjur mengingat harganya yang jauh lebih mahal. Ini adalah pandangan yang keliru, karena sebenarnya khasiat obat generik dengan obat paten sama bagusnya. 

Apa itu obat generik?

Obat generik adalah obat yang memiliki kandungan bahan aktif yang sama dengan obat paten. Meski harga obat generik dijual lebih murah, khasiatnya tidak berbeda dengan obat paten. Keduanya mempunyai kesamaan dalam hal-hal berikut ini:

  • Dosis
  • Keamanan
  • Manfaat
  • Efek samping
  • Cara bekerja
  • Cara penggunaan

Contoh obat batuk generik yang sering diresepkan untuk menangani batuk kering yakni dextromethorphan (salah satu nama patennya adalah Robitussin Cough). Biasanya penyebutan obat paten diawali dengan huruf kapital sementara obat generik tidak. 

Dengan kata lain, obat yang sama bisa dipasarkan dengan beberapa merek dan pastinya efek dari obat tersebut adalah sama. Di Indonesia, hak paten suatu obat bisa berlangsung hingga 20 tahun. 

Ada dua jenis obat generik, yaitu obat generik berlogo dan obat generik bermerek. Perbedaan keduanya terletak pada kemasan obat. Biasanya obat generik berlogo dikemas lebih sederhana dan dikelola pemerintah, sedangkan obat generik bermerek mencantumkan nama perusahaan yang memproduksinya.

Salah kaprah tentang obat generik

Masih banyak orang yang memandang sebelah mata obat generik. Karena harganya yang lebih murah, mereka menganggap kualitas obat generik di bawah obat paten. 

Hal ini membuat banyak pasien sering meminta untuk diresepkan obat paten ketimbang obat generik. Padahal, dengan harga yang lebih murah, Anda tetap bisa mendapatkan manfaat yang sama dengan obat paten.

Sekali lagi, perbedaan keduanya bukan terletak pada khasiatnya melainkan proses produksi dan harganya. Lalu, apa yang membuat obat generik lebih murah? 

Setiap produsen obat membutuhkan biaya besar untuk mengembangkan dan mempromosikan obat baru . Sementara obat generik tidak mengeluarkan biaya promosi yang besar karena didukung oleh pemerintah. 

Jika ada banyak perusahaan farmasi yang memproduksi obat generik tersebut, harga juga akan makin murah karena masing-masing bersaing untuk mendapatkan konsumen. 

Terkadang obat generik memiliki warna, bau, dan bahan-bahan tambahan yang berbeda. Namun, bahan aktif di dalamnya tetaplah harus sama.

Memilih obat batuk generik yang tepat

Obat batuk generik juga memiliki kualitas yang sama untuk menyembuhkan batuk kering maupun berdahak
Sebelum membeli obat batuk generik, pastikan Anda mengetahui jenis batuk yang dialami

Tidak semua obat batuk itu sama. Obat batuk yang dijual di pasaran dibagi berdasarkan jenis batuk yang dialami, yakni batuk kering dan batuk berdahak. 

Jika Anda sedang batuk dan ingin membeli obat batuk generik, sebaiknya ketahui dulu jenis-jenis obat batuk agar tidak salah memilih. 

  • Batuk kering

Obat golongan antitusif digunakan untuk menangani batuk kering atau batuk yang tidak menghasilkan lendir. Antitusif bekerja dengan cara menghambat refluks batuk di batang otak. Jenis-jenis obat batuk generik antitusif, antara lain pholcodine, codeine, dan dextromethorphan.

Masing-masing obat memiliki efek samping. Pholcodine dan codeine dapat menyebabkan kantuk dan konstipasi. Sementara codeine bisa menimbulkan reaksi ketergantungan. Perhatikan juga bahwa dextromethorphan dapat meningkatkan kadar serotonin tubuh, sehingga bisa berinteraksi dengan obat-obatan lainnya yang juga memiliki efek yang sama.

  • Batuk berdahak

Obat yang digunakan untuk menangani batuk berdahak disebut ekspektoran. Ekspektoran dapat membuat lendir lebih mudah dibuang melalui batuk dan tidak berfungsi untuk menghentikan batuk. Karena sebetulnya batuk berdahak adalah cara tubuh mengeluarkan lendir berlebih, partikel asing, atau kuman dari saluran napas.

Jenis-jenis obat batuk generik ekspektoran, di antaranya guaifenesin dan potassium iodide.

Guaifenesin bisa menimbulkan efek samping berupa perut tak nyaman dan muntah bila dikonsumsi melebihi dosis, dan sebaiknya tidak diberikan kepada anak di bawah empat tahun. Sedangkan, obat potassium iodide telah banyak dikaitkan dengan masalah tiroid, dan keracunan iodide.

Sekarang Anda sudah tahu, kan, kalau obat batuk generik dan obat paten itu sama-sama berkualitas? Tak perlu khawatir jika obat generik tidak manjur, karena kandungan aktif di dalamnya sama persis dengan obat paten.

MedicineNet. https://www.medicinenet.com/generic_drugs_are_they_as_good_as_brand-names/views.htm
Diakses pada 28 Januari 2020

Drugs.com.https://www.drugs.com/drug-class/antitussives.html
Diakses pada 28 Januari 2020

Drugs.com. https://www.drugs.com/drug-class/expectorants.html
Diakses pada 28 Januari 2020

Artikel Terkait