5 Hal yang Bisa Membuat Batuk Anak Tak Kunjung Sembuh


Batuk anak tak kunjung sembuh bisa disebabkan oleh infeksi, alergi, reflux, hingga asma.

(0)
31 May 2021|Azelia Trifiana
anak batuk tak kunjung sembuhKetika batuk tak kunjung sembuh dalam waktu lama, segera periksa ke dokter
Selain pilek, tamu tak diundang sekaligus tak diharapkan adalah batuk anak tak kunjung sembuh. Terlebih, jika situasi ini menyebabkan mereka sulit menyusu atau makan sehingga berat badannya terjun bebas. Untuk tahu cara menghadapinya, sebaiknya cari tahu apa pemicunya.Ada banyak faktor yang membuat batuk bayi tidak sembuh-sembuh, terkadang bukan sekadar virus. Mulai dari alergi, reflux, hingga asma, orangtua perlu tahu tiap gejalanya.

Penyebab batuk anak tak kunjung sembuh

Menangani batuk anak tak kunjung sembuh tidak sesederhana memberikan obat yang dijual di pasaran. Banyak obat yang tidak disarankan bagi anak yang berusia di bawah 4 tahun. Efek sampingnya terlalu berbahaya.Untuk memudahkan orangtua menangani batuk bayi dengan cara tepat, kenali dulu beberapa hal yang mungkin menjadi pemicunya:

1. Infeksi

Penyebab utama batuk bayi tidak sembuh-sembuh adalah infeksi virus hingga bakteri. Semuanya akan menimbulkan reaksi terbatuk, refleks alami untuk membersihkan saluran tenggorokan mereka. Ketika terinfeksi virus atau bakteri, maka produksi lendir di paru-paru dan tenggorokan akan meningkat.Perhatikan apa yang kira-kira menjadi media penularan virus dan bakteri. Apakah kamar tidur si kecil kurang bersih? Kerap terpapar asap rokok dari orang dewasa di sekitarnya? Atau bahkan terkena residu thirdhand smoke?

2. Alergi

Sebagian besar anak tidak mengalami alergi musiman hingga usianya menginjak 2 tahun. Namun, ada kalanya batuk bayi tidak sembuh-sembuh karena ada pemicu alergi di lingkungannya. Mulai dari debu, jamur, tungau, bulu hewan peliharaan, atau alergen lain yang ada di rumah.Batuk karena alergi umumnya berupa batuk kering yang sering muncul. Namun, tidak bersifat produktif artinya tidak memproduksi lendir.

3. Reflux

Bayi juga rentan mengalami gastroesophageal reflux disease (GERD). Gejala dari kondisi ini adalah anak sering tersedak dan terbatuk ketika asam lambung naik. Pada saat inilah tenggorokan rentan mengalami iritasi dan anak refleks terbatuk.Bayi dengan kondisi GERD biasanya akan terbatuk dengan napas berbunyi nyaring atau wheezing. Selain itu, terkadang batuk akibat GERD juga muncul lebih sering saat malam hari.

4. Batuk rejan

Disebut juga dengan whooping cough atau pertussis, ini adalah infeksi bakteri serius yang bisa terjadi pada bayi hingga orang dewasa. Pencegahan paling utama adalah dengan mendapatkan vaksinasi sesuai jadwal. Untuk bayi, mereka harus terimunisasi ketika usianya menginjak 2 bulan.Batuk rejan pada bayi juga bisa membuat mereka kesulitan menyusu baik secara langsung maupun lewat media lain seperti dot. Akan terdengar suara napas dengan frekuensi tinggi saat mengambil napas di sela menyusui.

5. Asma

Perhatikan kapan bayi lebih sering terbatuk. Apabila muncul di malam hari, bisa jadi itu merupakan indikasi bayi mengalami asma. Bahkan tidak menutup kemungkinan kondisi ini mengganggu waktu istirahat mereka. Ciri-ciri dari batuk karena asma adalah batuk kering tanpa lendir sama sekali.Pada sebagian besar kasus, tak perlu terburu-buru membawa bayi ke dokter ketika mereka mulai terbatuk. Bahkan, justru lebih baik menunggu sedikit lebih lama hingga paham betul bagaimana pola dan apa hal yang diduga kuat menjadi pemicunya.Sebagai contoh, berikut beberapa indikator yang perlu diperhatikan:
  • Apakah batuk kering atau berdahak?
  • Apakah batuk hanya muncul saat terlelap?
  • Berapa lama batuk berlangsung?
  • Apakah batuk hanya terjadi ketika anak berada di tempat tertentu selain rumah?
Dengan mencatat beberapa hal terkait pola batuk si kecil, ini bisa menjadi bahan diskusi bersama dokter. Semakin jelas dan lengkap catatannya, semakin mudah mengurai apa pemicu batuk anak tak kunjung sembuh.

Kapan harus segera ke dokter?

Meski demikian, ada pula kondisi ketika orangtua sebaiknya tak perlu menunggu lebih lama dan segera membawa anak ke dokter. Utamanya, apabila usia bayi masih di bawah 3 bulan.Selain itu, perhatikan pula apakah ada tanda-tanda kesulitan bernapas. Untuk mengetahui hal ini, coba lepas baju bayi dan lakukan observasi ketika mereka sedang bersantai.Berikut beberapa indikator yang perlu diperhatikan:
  • Hitung berapa kali anak bernapas dalam 60 detik
  • Lihat apakah anak harus susah payah untuk bernapas
  • Lihat apakah cuping hidung anak mengembang terlalu besar demi bisa bernapas
  • Lihat gerakan leher hingga dada apakah tampak bersusah payah saat mengambil napas
  • Lihat apakah mereka kesulitan menyusu dan harus mengambil jeda untuk bernapas
  • Apakah ada perubahan warna kulit dan bibir?
Apabila beberapa indikator di atas terlihat pada anak Anda, sebaiknya segera mencari bantuan medis karena menunjukkan kesulitan bernapas.

Catatan dari SehatQ

Apabila penyebab batuk masih bisa ditangani sendiri di rumah, tetap perhatikan untuk tidak memberikan obat batuk di pasaran. Jangan pula memberikan madu kepada bayi di bawah usia 1 tahun karena risiko botulisme yang berbahaya.Tawarkan ASI, susu formula, atau makanan yang berkuah apabila anak sudah mulai makan.Bantu juga memposisikan bayi sedikit lebih tegak selama mereka beraktivitas agar tidak menimbulkan akumulasi lendir penyebab batuk. Utamanya, pada bayi yang sedang batuk berdahak atau mengalami acid reflux.Anda juga bisa memasang humidifier di kamar tidur untuk mengencerkan lendir pada saluran pernapasan dan meredakan iritasi tenggorokan. Duduk beberapa menit bersama si kecil di kamar mandi yang beruap karena air panas juga bisa jadi pilihan.Untuk berdiskusi lebih lanjut tentang penanganan apa yang boleh dan tidak dilakukan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
batuk rejanbatuk keringbatuk berdahak
Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/what-to-do-if-your-baby-is-coughing-4846489
Diakses pada 17 Mei 2021
American Academy of Pediatrics. https://www.healthychildren.org/English/safety-prevention/at-home/medication-safety/Pages/How-to-Manage-Colds-and-Flu.aspx
Diakses pada 17 Mei 2021
Parents. https://www.parents.com/health/cough/the-never-ending-chronic-cough/
Diakses pada 17 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait