Batu Kandung Kemih, Kenali Gejala dan Pengobatannya

(0)
24 Sep 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Batu kandung kemih lebih banyak dialami oleh priaBatu kandung kemih bisa menyebabkan nyeri buang air kecil
Pernahkah Anda mendengar istilah batu kandung kemih? Berbeda dengan batu ginjal, batu kandung kemih adalah batu yang terbentuk dari massa mineral padat yang ditemukan di kandung kemih. Komposisi batu kandung kemih yang paling umum adalah uric acid atau asam urat. Selain itu, bahan kimia lain yang membentuk batu kandung kemih, di antaranya kalsium oksalat, kalsium folat, amonium urat, sistin, atau tripel fosfat. Jika tidak diobati, batu kandung kemih dapat menyebabkan infeksi dan sejumlah komplikasi yang berbahaya.

Gejala batu kandung kemih

Pada sebagian kasus, batu kandung kemih tidak menimbulkan masalah. Akan tetapi, jika batu ini mengiritasi dinding kandung kemih atau menghalangi aliran urine, maka dapat timbul gejala berupa:
  • Sakit perut bagian bawah
  • Sering buang air kecil, terutama di malam hari
  • Nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil
  • Sulit buang air kecil atau terganggunya aliran urine
  • Urine keruh atau berwarna gelap abnormal
  • Urine berdarah.
Jika diabaikan, batu kandung kemih dapat menyebabkan komplikasi, seperti masalah kandung kemih kronis dan infeksi saluran kemih berulang yang berbahaya.

Penyebab batu kandung kemih

Batu kandung kemih umumnya dapat berkembang jika Anda kesulitan mengosongkan kandung kemih sepenuhnya. Hal tersebut menyebabkan urine menjadi pekat, mengkristal, dan membentuk batu. Pembentukan batu kandung kemih juga dapat disebabkan oleh adanya benda asing di kandung kemih, beberapa infeksi, dan kondisi yang memengaruhi kemampuan kandung kemih untuk menahan, menyimpan, atau mengeluarkan urine. Selain itu, berikut beberapa kondisi yang menyebabkan batu kandung kemih.
  • Pembesaran kelenjar prostat

Kelenjar prostat terkadang bisa membesar. Pembesaran kelenjar ini dapat menghalangi urine sehingga kandung kemih tidak kosong sepenuhnya sehingga memicu pembentukan batu kandung kemih.
  • Kerusakan saraf

Umumnya, saraf membawa pesan dari otak ke otot kandung kemih dan mengarahkan otot tersebut untuk mengencangkan atau melepaskan urine. Jika saraf mengalami kerusakan, maka kandung kemih kemungkinan tidak akan kosong sepenuhnya.
  • Peradangan kandung kemih

Peradangan kandung kemih terkadang disebabkan oleh infeksi saluran kemih atau terapi radiasi ke panggul. Kondisi tersebut dapat menyebabkan terbentuknya batu kandung kemih.
  • Batu ginjal

Batu yang terbentuk di ginjal tidak sama dengan batu kandung kemih. Namun, batu ginjal berukuran kecil bisa turun ke ureter dan masuk ke dalam kandung kemih. Jika tidak dikeluarkan, batu tersebut bisa tumbuh menjadi batu kandung kemih.Benda-benda tertentu, seperti kateter atau alat kontrasepsi, yang secara tidak sengaja berpindah ke kandung kemih juga dapat menyebabkan pembentukan kristal mineral hingga kemudian menjadi batu. Soal pengidapnya, batu kandung kemih lebih rentan terjadi pada pria, terutama yang berusia di atas 50 tahun.

Pengobatan batu kandung kemih

Jika batu kandung kemih berukuran kecil, Anda hanya perlu minum lebih banyak air untuk mengeluarkannya secara alami. Namun, apabila ukurannya sudah terlalu besar untuk dikeluarkan melalui urine, maka prosedur tertentu perlu dilakukan. Berikut pilihan pengobatan batu kandung kemih yang bisa Anda jalani:
  • Memecah batu kandung kemih

Prosedur ini disebut dengan cystolitholapaxy, di mana dokter akan memasukkan tabung tipis dengan kamera di ujungnya ke dalam uretra. Dokter pun dapat melihat batu tersebut melalui tabung dan memecahnya.Dokter akan menggunakan laser, ultrasound, atau alat kecil untuk memecah batu sebelum melakukan pembersihan. Anda akan berada di bawah pengaruh bius saat melakukan prosedur ini. Meski komplikasi jarang terjadi, tetap ada kemungkinan robekan pada dinding kandung kemih dan infeksi.
  • Operasi

Jika batu terlalu besar untuk dipecah menggunakan prosedur cystolitholapaxy, operasi menjadi pilihan lain yang dapat diambil. Dokter akan membuat sayatan di perut untuk memasuki kandung kemih dan mengeluarkan batu. Setiap prosedur pembedahan memiliki sejumlah risiko sehingga jarang menjadi pilihan pengobatan pertama.Apabila Anda merasakan gejala batu kandung kemih atau khawatir memiliki kondisi tersebut, segera periksakan diri ke dokter untuk melakukan pemeriksaan dan mendapatkan penanganan yang tepat.
penyakitbatu ginjalkandung kemih
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK441944/
Diakses pada 10 September 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bladder-stones/symptoms-causes/syc-20354339
Diakses pada 10 September 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/184998#treatment_bladder_stones
Diakses pada 10 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait