Bubble tea ternyata bisa menyebabkan obesitas dan diabetes, jika diminum berlebihan.
Konsumsi bubble tea berlebihan bisa memicu masalah kesehatan, termasuk obesitas dan diabetes.

Minuman bubble tea telah menjadi salah satu minuman populer yang banyak digemari. Tengah menjadi tren, tidak sedikit orang yang kemudian mengonsumsi minuman yang berasal dari Taiwan ini secara berlebihan.

Konsumsi secara berlebihan tentu harus dihindari, karena bahan-bahan yang terkandung dalam segelas bubble tea tidak menyehatkan untuk tubuh Anda. Bukan hanya gula, bahan dasar bubble yaitu tapioka juga tidak memiliki kandungan gizi yang memadai.

Kandungan Nutrisi dalam Segelas Bubble Tea

Segelas bubble tea umumnya terdiri dari teh, susu, gula, serta bola-bola kecil yang terbuat dari tapioka. Jika dikonsumsi dengan cara yang baik, bahan-bahan tersebut dapat memberikan keuntungan untuk tubuh. Namun apabila disajikan dalam bentuk bubble tea, khasiat tersebut dapat tertutup oleh banyaknya kalori yang terkandung di dalamnya.

Dalam setiap 28 gram bubble yang terbuat dari tapioka, terdapat 63 kalori dengan jumlah karbohidrat sebanyak 15 gram. Selain itu, bubble tersebut juga mengandung bahan-bahan kimia lainnya dan pewarna buatan.

Kandungan teh yang baik bagi kesehatan seperti fenol dan polifenol, dipercaya dapat bermanfaat bagi kesehatan jantung serta kondisi obesitas. Sayangnya, dengan banyaknya gula yang terdapat di dalam segelas bubble tea, manfaat tersebut menjadi tidak sebanding dengan akibat yang dapat ditimbulkannya.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat menyebutkan, dalam segelas bubble tea berukuran 473 mL terkandung sekitar 300 kalori dengan 38 gram gula.

Jumlah ini belum termasuk jika Anda menambahkan toping lainnya seperti jeli atau egg pudding, yang dapat membuat nilai kalori naik menjadi 323 kalori, dengan kandungan gula sebanyak 57 gram.

Bahaya Minum Bubble Tea Berlebihan

Kandungan gula dan kalori yang tinggi dalam segelas bubble tea, apabila dikonsumsi berlebihan dapat menjadi salah satu pemicu obesitas. Tubuh memerlukan kalori setiap harinya. Meski demikian, asupannya direkomendasikan tidak lebih dari 5 hingga 15 persen kalori yang masuk ke tubuh berasal dari tambahan gula maupun lemak padat.

Jika dihitung, kandungan gula serta kalori dari segelas bubble tea telah memenuhi rekomendasi asupan gula harian pada pria (38 gram), tapi melebihi rekomendasi asupan gula harian pada wanita (25 gram).

Dengan asupan gula berlebih, risiko berikut ini dapat Anda alami.

  • Naiknya berat badan
  • Diabetes tipe 2
  • Penyakit metabolik
  • Penyakit yang berhubungan dengan obesitas

Sementara itu, kandungan kalori pada bubble tea dapat melebihi rekomendasi asupan kalori harian hingga 16 persen.

Menikmati bubble tea memang tidak ada salahnya selama tidak dilakukan berlebihan. Namun sebaiknya, Anda membatasi atau mengurangi kadar gulanya.

Healthline. https://www.healthline.com/health/food-nutrition/nutritional-value-of-boba#nutritional-value
Diakses pada 30 Januari 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5217910/
Diakses pada 30 Januari 2019

VeryWell Fit. https://www.verywellfit.com/is-boba-healthy-4157722
Diakses pada 30 Januari 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed