logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

Mengenal Kandungan Bubble Tea dan Risiko Bahayanya untuk Kesehatan

open-summary

Bubble tea adalah salah satu minuman kekinian yang banyak digemari. Meski terasa manis, namun minuman ini mengandung gula dan kalori yang tinggi, sehingga bisa menimbulkan banyak gangguan kesehatan jika dikonsumsi berlebihan, contohnya adalah tidak baik untuk jantung.


close-summary

3.21

(14)

3 Mei 2019

| Nina Hertiwi Putri

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Bubble tea ternyata bisa menyebabkan obesitas dan diabetes, jika diminum berlebihan.

Konsumsi bubble tea berlebihan bisa memicu masalah kesehatan, termasuk obesitas dan diabetes.

Table of Content

  • Kandungan nutrisi dalam segelas bubble tea
  • Bahaya minum bubble tea berlebihan
  • Pesan dari SehatQ

Minuman bubble tea telah menjadi salah satu minuman populer yang banyak digemari. Tengah menjadi tren, tidak sedikit orang yang kemudian mengonsumsi minuman yang berasal dari Taiwan ini secara berlebihan.

Advertisement

Konsumsi secara berlebihan tentu harus dihindari, karena bahan-bahan yang terkandung dalam segelas bubble tea tidak menyehatkan untuk tubuh Anda. Bukan hanya gula, bahan dasar bubble yaitu tapioka juga tidak memiliki kandungan gizi yang memadai.

Baca Juga

  • 6 Cara Sederhana Mengurangi Kalori untuk Menjaga Berat Badan Ideal
  • Kadar pH Air Minum yang Bagus untuk Tubuh
  • Pilihan Suplemen dan Makanan Penahan Lapar untuk Menurunkan Berat Badan

Kandungan nutrisi dalam segelas bubble tea

Segelas bubble tea umumnya terdiri dari teh, susu, gula, serta bola-bola kecil yang terbuat dari tapioka. Jika dikonsumsi dengan cara yang baik, bahan-bahan tersebut dapat memberikan keuntungan untuk tubuh. Namun apabila disajikan dalam bentuk bubble tea, khasiat tersebut dapat tertutup oleh banyaknya kalori yang terkandung di dalamnya.

Dalam setiap 28 gram bubble yang terbuat dari tepung tapioka, terdapat 63 kalori dengan jumlah karbohidrat sebanyak 15 gram. Selain itu, bubble tersebut juga mengandung bahan-bahan kimia lainnya dan pewarna buatan.

Kandungan teh yang baik bagi kesehatan seperti fenol dan polifenol, dipercaya dapat bermanfaat bagi kesehatan jantung serta kondisi obesitas. Sayangnya, dengan banyaknya gula yang terdapat di dalam segelas bubble tea, manfaat tersebut menjadi tidak sebanding dengan akibat yang dapat ditimbulkannya.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat menyebutkan, dalam segelas bubble tea berukuran 473 mL terkandung sekitar 300 kalori dengan 38 gram gula.

Jumlah ini belum termasuk jika Anda menambahkan toping lainnya seperti jeli atau egg pudding, yang dapat membuat nilai kalori naik menjadi 323 kalori, dengan kandungan gula sebanyak 57 gram.

Baca juga: Batasi 5 Cemilan yang Bikin Gemuk agar Tak Terjerumus Obesitas

Bahaya minum bubble tea berlebihan

Kandungan gula dan kalori yang tinggi dalam segelas bubble tea, apabila dikonsumsi berlebihan dapat menjadi salah satu pemicu obesitas. Tubuh memerlukan kalori setiap harinya. Meski demikian, asupannya direkomendasikan tidak lebih dari 5 hingga 15 persen kalori yang masuk ke tubuh berasal dari tambahan gula maupun lemak padat.

Jika dihitung, kandungan gula serta kalori dari segelas bubble tea telah memenuhi rekomendasi asupan gula harian pada pria (38 gram), tapi melebihi rekomendasi asupan gula harian pada wanita (25 gram).

Dengan asupan gula berlebih, risiko berikut ini dapat Anda alami.

  • Naiknya berat badan
  • Diabetes tipe 2
  • Penyakit metabolik
  • Penyakit yang berhubungan dengan obesitas

Sementara itu, kandungan kalori pada bubble tea dapat melebihi rekomendasi asupan kalori harian hingga 16 persen. Menikmati bubble tea memang tidak ada salahnya selama tidak dilakukan berlebihan. Namun sebaiknya, Anda membatasi atau mengurangi kadar gulanya.

Selain itu, jika sedang berusaha untuk diet, sebaiknya hindari makanan olahan tepung tapioka ini karena mengandung terlalu banyak kalori, sehingga membuat Anda mudah mengalami kenaikan berat badan.

Hal lain yang perlu diwaspadai adalah kandungan DEHP yang mungkin ada pada boba. Dikutip dari United States Environmental Protection Agency, DEHP terkadang kerap digunakan sebagai zat aditif untuk perasa teh.

DEHP adalah bahan kimia yang digunakan untuk melunakkan plastik. Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa zat ini bisa menyebabkan penurunan kesuburan hingga masalah pertumbuhan.

Baca juga: Daftar Makanan dan Minuman Tidak Sehat Ini Perlu Dihindari

Pesan dari SehatQ

Mengonsumsi bubble tea memang tidak dilarang. Namun, sebaiknya jangan mengonsumsi minuman ini terlalu sering apalagi dalam jangka waktu lama. Jaga selalu kesehatan pencernaan Anda dengan selalu mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan berolahraga secara teratur.

Jika ingin berkonsultasi langsung pada dokter seputar manfaat minuman sehat lainnya, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.

Advertisement

tips dietminuman tidak sehat

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved