Ini Kadar Kolesterol Normal Agar Terhindar dari Penyakit


Kolesterol normal yang perlu Anda ketahui adalah kurang dari 200 mg/dL dan disebut tinggi bila kadarnya mencapai 240 mg/dl atau lebih. Anda harus memahami LDL, HDL, trigliserida serta kolesterol total.

(0)
05 Jun 2019|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Kolesterol normal agar tidak terkena penyakitJika kadarnya mencapai 240 mg/dl, maka Anda harus mewaspadai risiko kolesterol tinggi.
Sebagian orang, mungkin termasuk Anda, mengira bahwa kolesterol bersifat jahat sehingga harus dihindari, seperti kolesterol tinggi. Akan tetapi, Anda harus tahu, kolesterol tidak selamanya jahat. Sebab, ada kolesterol yang sifatnya baik.Anda akan mengalami gangguan kesehatan, ketika kadar kolesterol jahat, terlalu tinggi. Begitu pula saat kadar kolesterol baik, kelewat rendah. Dalam kondisi ini, Anda berisiko mengalami stroke, penyakit jantung, atau serangan jantung.[[artikel-terkait]]

Jenis-jenis kolesterol dalam darah

Anda harus mempertahankan kadar kolesterol normal, agar tubuh Anda dapat berfungsi dengan baik, dan terhindar dari berbagai masalah kesehatan. Untuk menjaga kolesterol dalam batas normal, ada baiknya Anda memahami LDL, HDL, trigliserida serta kolesterol total.

1. Kolesterol LDL

Low-density lipoprotein cholesterol (LDL) atau kolesterol jahat, dapat menumpuk di dinding arteri, dan meningkatkan risiko Anda terkena penyakit jantung. Semakin rendah jumlah kolesterol jahat Anda, maka semakin sedikit pula risiko terkena penyakit jantung.Jika kolesterol jahat Anda tinggi, maka dokter akan merekomendasikan obat golongan statin, yang merupakan obat untuk membantu menurunkan kadar kolesterol. Selain itu, dokter pasti menganjurkan Anda untuk menjalani gaya hidup sehat.

2. Kolesterol HDL

High-density lipoprotein cholesterol (HDL) atau kolesterol baik, dapat mengeluarkan kolesterol jahat dari darah Anda, dan menjaganya agar tidak menumpuk di arteri. Selain itu, kolesterol baik dapat melindungi Anda dari penyakit jantung.Semakin tinggi jumlah kolesterol baik dalam tubuh, maka semakin rendah risiko Anda terkena penyakit jantung. Obat statin dan berolahraga dapat membantu meningkatkan kolesterol baik Anda.

3. Trigliserida

Trigliserida merupakan lemak yang dibawa dalam darah, dari makanan yang Anda konsumsi. Orang dengan trigliserida tinggi, biasanya memiliki kadar kolesterol total yang tinggi pula.Selain itu, jika tingkat trigliserida tinggi, maka Anda lebih berisiko terkena penyakit arteri koroner. Gaya hidup yang buruk, penyakit atau kelainan genetik, dapat meningkatkan kadar trigliserida.

4. Kolesterol total

Kolesterol total merupakan gabungan dari perhitungan kolesterol baik dan kolesterol jahat, ditambah 20% kadar trigliserida Anda. Kadar kolesterol total juga harus dikontrol. Jangan sampai Anda berisiko terkena penyakit jantung kardiovaskular, seperti tekanan darah tinggi, henti jantung, dan lainnya.

Kadar kolesterol normal

Baik orang dewasa maupun anak-anak, sama-sama memiliki kolesterol. Pemantauan kolesterol haruslah dilakukan, untuk mencegah peningkatan kolesterol yang tidak diketahui. Batas kadar kolesterol normal berbeda-beda untuk setiap jenisnya.Berapa kadar kolesterol yang bisa dikatakan normal? Menurut Institut Jantung, Paru-paru, dan Darah Nasional di Amerika Serikat (NHLBI), kadar kolesterol total yang baik adalah kurang dari 200 mg/dL dan dikatakan tinggi bila kadarnya mencapai 240 mg/dl atau lebih.

1. Orang dewasa

  • Kolesterol total: Kadar kolesterol total yang baik adalah kurang dari 200 mg/dl. Jika mencapai 240 mg/dl atau lebih, maka kolesterol total sudah termasuk tinggi.
  • Kolesterol HDL: Kadar kolesterol HDL yang baik adalah 60 mg/dl atau lebih. Namun, kadar 40 mg/dl bagi laki-laki dan 50 mg/dl bagi perempuan, masih termasuk baik. Apabila kurang dari 40 mg/dl, maka kolesterol HDL sudah termasuk rendah.
  • Kolesterol LDL: Kadar kolesterol LDL yang baik adalah kurang dari 100 mg/dl. Jika mencapai 160 mg/dl atau lebih, maka kolesterol LDL sudah dianggap
  • Trigliserida: Kadar trigliserida yang baik adalah kurang dari 150 mg/dl. Di atas 200 mg/dl, kadar trigliserida sudah termasuk tinggi.

2. Anak-anak

  • Kolesterol total: Kadar kolesterol total yang baik adalah kurang dari 170 mg/dl. Apabila mencapai 200 mg/dl atau lebih, kolesterol anak termasuk tinggi.
  • Kolesterol HDL: Kadar kolesterol HDL yang baik adalah 45 mg/dl atau lebih. Kolesterol HDL anak dianggap rendah, apabila kadarnya kurang dari 40 mg/dl.
  • Kolesterol LDL: Kadar kolesterol LDL yang baik adalah kurang dari 110 mg/dl. Kadar 130 mg/dl ke atas, dianggap sebagai kolesterol tinggi.
  • Trigliserida: Kadar trigliserida yang baik untuk anak berusia 0-9 tahun yaitu kurang dari 75 mg/dl. Namun untuk anak dan remaja berusia berusia 10-19 tahun, kurang dari 90 mg/dl. Kadar trigliserida anak berusia 0-9 tahun yang mencapai 100 mg/dl atau lebih, dan 130 mg/dl pada anak dan remaja berusia 10-19 tahun, dianggap sebagai kadar tinggi.

Bagaimana cara menurunkan kolesterol?

Menurunkan kadar kolesterol yang tinggi mampu mencegah Anda dari serangan jantung dan penyakit jantung lainnya. Pola makan sehat juga perlu didukung dengan pergantian pola hidup sehat lainnya, berupa:

1. Bentuk berat badan ideal

Menurut penelitian dari NCBI, penurunan berat badan jangka panjang bisa mempengaruhi metabolisme tubuh terhadap kolesterol. Melakukan penurunan berat badan dapat meningkatkan penyerapan kolesterol baik dan mencegah pembentukan kolesterol jahat.Pantau kalori Anda dan bakar kalori berlebih dengan melakukan beberapa aktivitas fisik tambahan, seperti lebih memilih menggunakan tangga daripada lift ataupun berjalan kaki menuju rumah daripada berkendara.

2. Olahraga rutin

Berolahraga tidak hanya bermanfaat untuk menurunkan berat badan, melainkan juga menurunkan kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol baik dalam tubuh. Tak hanya memengaruhi tingkat kolesterol, olahraga juga bisa meningkatkan kesehatan fisik.Olahraga yang direkomendasikan untuk dapat menjaga metabolisme tubuh Anda adalah 30 menit per hari sebanyak lima kali dalam seminggu atau sekitar 20 menit per hari sebanyak tiga kali dalam seminggu untuk olahraga yang berat.Sebelum berolahraga, sebaiknya Anda berdiskusikan dengan dokter terlebih dahulu untuk menemukan olahraga yang cocok dengan kondisi kesehatan Anda.

3. Hentikan kebiasaan merokok

Kebiasaan merokok tidak hanya mengganggu kesehatan, melainkan tar yang terdapat dalam rokok juga bisa menyebabkan kolesterol dalam tubuh sulit untuk diedarkan oleh darah ke organ hati. Tak boleh dibiarkan, kondisi ini bisa mempercepat penyumbatan pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

4. Batasi konsumsi alkohol

Mengonsumsi alkohol yang tidak berlebihan bisa mengurangi risiko penyumbatan pembuluh darah dan penyakit jantung. Terlalu banyak mengonsumsi alkohol dapat meningkatkan peredaran kolesterol ke organ hati untuk dimetabolisme, karena kolesterol pada dinding pembuluh darah bisa dilepas untuk dibawa ke organ hati. Konsumsi alkohol yang berlebihan bisa memicu risiko stroke, tekanan darah tinggi, dan gagal jantung.
penyakit jantungkolesterolserangan jantungstroke
WebMD. https://www.webmd.com/cholesterol-management/guide/understanding-numbers
Diakses pada 20 Mei 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/high-cholesterol/levels-by-age#children
Diakses pada 20 Mei 2019
American Heart Association. https://www.heart.org/en/health-topics/cholesterol/about-cholesterol/what-your-cholesterol-levels-mean#.V-uhUIh97IW
Diakses pada 20 Mei 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11734581
Diakses pada 18 November 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21940598
Diakses pada 18 November 2020
WebMD. https://www.webmd.com/heart-disease/guide/heart-disease-lower-cholesterol-risk#1
Diakses pada 18 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait