Banyak Waktu Luang, Coba Isi dengan Kegiatan Latihan Otak

(0)
04 Oct 2020|Azelia Trifiana
Puzzle dapat menjaga kesehatan otakBermain puzzle dapat meningkatkan kesehatan otak
Tak hanya kesehatan fisik, menjaga kesehatan otak juga merupakan hal yang krusial. Otak adalah pusat segala sesuatu yang kita lakukan sehingga perlu diasah dengan latihan otak. Ada banyak kegiatan melatih otak yang bermanfaat dan menyenangkan seperti mencoba rute baru atau bereksperimen dengan musik.Latihan otak bukan jenis latihan yang baku dan harus mengikuti aturan tertentu. Kegiatan melatih otak intinya adalah yang bisa membantu mengasah daya ingat, fokus, dan fungsi otak. Seseorang bisa memilih mana yang sesuai dengan preferensi mereka.

Aktivitas latihan otak

meditasi
Meditasi dapat meningkatkan kesehatan otak
Banyak penelitian membuktikan bahwa melatih otak dapat membuat otak tetap sehat, berapapun usia seseorang. Melakukan latihan otak membantu meningkatkan konsentrasi, daya ingat, dan juga fokus. Manfaatnya bisa terlihat dalam aktivitas sehari-hari yang bisa dituntaskan dengan lebih cepat dan mudah.Beberapa aktivitas latihan otak yang bisa dicoba adalah:

1. Menyusun puzzle

Puzzle bukan hanya mainan untuk anak-anak saja. Tak ada batasan usia dalam menyusun puzzle, dan ini merupakan cara tepat untuk memperkuat otak. Melatih otak dengan menyusun puzzle melibatkan beberapa kemampuan kognitif. Seseorang harus melihat pada kepingan puzzle yang berbeda sehingga menantang untuk otak.

2. Bermain kartu

Bermain kartu juga termasuk latihan otak karena dapat memberi stimulus mental. Tak perlu waktu lama, bermain kartu secara singkat dapat meningkatkan volume di beberapa area otak. Tak hanya itu, daya ingat dan kemampuan berpikir tajam juga dilatih lewat permainan kartu.

3. Memperkaya perbendaharaan kata

Seringkali ketika sedang membaca buku atau artikel, ada kata-kata baru yang belum pernah diketahui sebelumnya. Jangan abaikan hal ini, catat di buku atau notes ponsel sembari mencari tahu definisinya. Di hari berikutnya, coba gunakan kata tersebut lima kali sehingga terasa lebih familiar.Membiasakan diri mengenal perbendaharaan kata baru akan memberikan stimulus pada bagian otak yang memproses informasi audio dan visual. Jika dijadikan aktivitas latihan otak sehari-hari, akan memberikan stimulus yang baik pada otak.

4. Belajar bahasa baru

Tak perlu menjadi polyglot, namun belajar bahasa baru akan meningkatkan kemampuan kognitif seseorang. Tak hanya mengasah daya ingat, tapi juga kreativitas yang semakin meningkat. Menariknya lagi, menguasai lebih dari satu bahasa dapat mencegah penurunan fungsi otak.Jangan gentar ketika merasa usia sudah terlalu tua untuk belajar bahasa baru. Tak ada kata terlambat untuk mengasah daya ingat dengan memilih satu bahasa asing dan mulai mempelajarinya.

5. Menari

Jika ingin aktivitas latihan otak yang lebih melibatkan gerakan fisik, menari bisa jadi pilihan. Belajar gerakan tarian baru akan meningkatkan kemampuan otak memproses informasi menjadi lebih cepat serta mengasah daya ingat.Jenis tarian yang dipelajari pun bebas, sesuaikan saja dengan selera masing-masing. Mulai dari salsa, hip-hop, tari kontemporer, bahkan zumba juga bisa jadi pilihan. Tak hanya baik untuk kesehatan otak, menari juga dapat menghilangkan mood swing.

6. Mendengarkan atau bermain musik

Asah kreativitas otak dengan mendengarkan atau bermain musik. Menurut penelitian di tahun 2017, mendengarkan musik dengan nada menyenangkan akan memancing ide-ide baru ketimbang suasana yang hening.Jika ingin belajar memainkan alat musik, tak ada kata terlambat. Usia berapapun adalah momen yang tepat untuk mengenal instrumen sekaligus memberi stimulus positif pada otak.

7. Pelajari skill baru

Kapan terakhir kali memberi nutrisi untuk otak dengan mempelajari skill baru? Hal ini ternyata bisa memperkuat koneksi antar-bagian di otak. Bahkan pada lansia, belajar hal baru akan meningkatkan daya ingat.Apa saja bisa menjadi media melatih otak lewat pembelajaran skill baru. Mulai dari belajar tentang mesin, cara menulis artikel, mengenal software baru untuk menyunting foto, dan banyak lagi. Selalu ada alasan dan cara untuk membekali diri dengan skill baru.

8. Coba rute baru

Bagaimana rutinitas Anda sehari-hari ketika akan menuju tempat kerja? Jika rutenya itu-itu saja, coba latihan otak dengan mencoba rute baru. Bukan hanya jalur berbeda, tapi bisa juga dengan menggunakan moda transportasi publik untuk memberikan stimulus pola pikir berbeda pada otak.

9. Meditasi

Luangkan waktu beberapa menit setiap harinya untuk melakukan meditasi. Mengatur napas dan fokus bermeditasi dapat menurunkan stres serta kecemasan berlebih. Tak hanya itu, meditasi rupanya juga bisa meningkatkan kemampuan otak dalam memproses informasi. Latihan otak yang satu ini hanya perlu waktu sekitar 5 menit saja.

Catatan dari SehatQ

Bahkan melatih otak bisa dilakukan dengan hal-hal sederhana seperti mengingat apa saja yang dikenakan orang lain saat bertemu Anda. Buat semacam mental note di pikiran dan lakukan tes untuk menguji daya ingat. Artinya, kegiatan melatih otak bisa dilakukan setiap hari dengan cara sesuai selera masing-masing.Meski kasat mata, jangan sepelekan kesehatan dan fungsi kognitif otak. Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang kesehatan otak, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kesehatan mentalmenjaga kesehatanhidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health/mental-health/brain-exercises
Diakses pada 19 September 2020
Front Aging Neurosci. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6174231/
https://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0182210
Research Gate. https://www.researchgate.net/publication/311222670_Vocabulary_and_the_Brain_Evidence_from_Neuroimaging_Studies
https://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0182210
PLOS One. https://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0182210
https://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0182210
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait