Bantu Perkembangan Si Kecil dengan Membawanya ke Fisioterapis Anak

Fisioterapis anak dapat membantu mengatasi keterlambatan perkembangan anak
Fisioterapis anak dapat membantu perkembangan anak

Menyaksikan anak tumbuh dan berkembang dengan optimal, tentu menjadi dambaan setiap orangtua. Namun, ada kalanya buah hati mengalami keterlambatan, gangguan, serta kelainan pada alat dan fungsi geraknya.

Misalnya, anak yang berusia 4 bulan seharusnya sudah mampu untuk tengkurap atau merespons sapaan Anda. Jika mengalami keterlambatan, Anda dianjurkan untuk membawa anak ke dokter agar mereka menjalani fisioterapi.

Begitu pula saat anak mengalami cedera, fisioterapi merupakan salah satu tindakan untuk memulihkan kondisinya.

Ini yang dilakukan fisioterapis anak untuk membantu buah hati Anda

Secara umum, fisioterapi merupakan bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan atau kelompok, yang bertujuan untuk mengembangkan, memelihara, serta memulihkan gerak dan fungsi tubuh pasien.  

Sedangkan fisioterapi anak adalah salah fisioterapi yang menangani adanya pada anak-anak dari lahir sampai dengan remaja. Tindakan fisioterapi ini dilakukan oleh ahli yang disebut dengan fisioterapis.

Menjadi fisioterapis, termasuk untuk anak, tidaklah mudah. Calon fisioterapis anak harus dapat memahami perkembangan anak, secara holistik dan menyeluruh, sesuai dengan usia buah hati Anda.

Terdapat beragam masalah pada buah hati Anda, yang dapat ditangani oleh fisioterapis anak. Secara garis besar, fisioterapis anak menangani keterlambatan perkembangan si kecil, gangguan medis yang dimiliki, serta apabila mengalami cedera.

Fisioterapis memiliki beberapa cara untuk menangani kondisi dan gangguan pada anak. Variasi penanganan membantu anak membangun kekuatan, meningkatkan pergerakan, serta menguatkan kemampuan untuk menyelesaikan aktivitas sehari-hari.

Berikut beberapa teknik yang mungkin dilakukan fisioterapis anak:

  • Aktivitas perkembangan, seperti merangkak dan berjalan
  • Permainan yang membantu anak untuk beradaptasi
  • Terapi air
  • Aktivitas yang berkaitan dengan koordinasi dan pertimbangan
  • Latihan membangun kekuatan di sekitar titik cedera
  • Latihan fleksibilitas untuk meningkatkan jangkauan gerak
  • Meningkatkan sirkulasi di area cedera, menggunakan terapi panas, dingin, rangsangan listrik, pijitan, atau ultrasound
  • Arahan untuk menghindari cedera
  • Aktivitas pencegahan dan keamanan.

Kapan si kecil harus dibawa ke fisioterapis anak?

Anak yang mengalami keterlambatan perkembangan, merupakan kondisi yang bisa ditangani melalui fisioterapi. Buah Hati Anda boleh jadi mengalami perkembangan, apabila di usia tertentu tidak menunjukkan kemampuan yang seharusnya dimiliki.

Terdapat lima aspek kemampuan anak, yang menjadi bagian dari perkembangannya seiring pertambahan usia. Lima aspek tersebut, yakni motorik kasar, motorik halus, pengamatan, bicara, dan sosialisasi.

Beberapa contoh kemampuan anak berdasarkan lima aspek di atas, pada usia tertentu, yakni:

  • Usia 4 bulan
    • Motorik kasar: Bisa tengkurap. Serta, jika di depan anak diletakkan mainan, mereka idealnya mampu menumpu dengan lengan dan siku yang menekuk.
    • Motorik halus: Anak sudah mampu bermain dengan kedua tangannya.
    • Pengamatan: Jika diberikan mainan, anak memerhatikan mainannya.
    • Bicara: Sesekali memainkan bibir sambil mengeluarkan air liurnya.
    • Sosialisasi: ketika digendong dan di ajak bicara oleh ibu, anak mampu tersenyum pada ibunya.
  • Usia 12 bulan
    • Motorik kasar: Mampu berdiri sendiri dan berjalan sambil berpegangan tangan.
    • Motorik halus: Mampu mengambil benda kecil dengan ujung ibu jari dan jari telunjuk.
    • Bicara: Ketika anak bermain mobil-mobilan atau boneka, anak sudah mampu mengucapkan atau lebih tahu artinya.
    • Sosialisasi: Anak sudah mampu memberikan mainan pada ibu, bapak, atau orang di sekitarnya.
  • Usia 24 bulan
    • Motorik kasar: Mampu bermain melompat garis ke depan.
    • Motorik halus: Anak dapat memutar tutup botol minumnya.
    • Pengamatan: Mampu menyebutkan beberapa anggota tubuhnya.
    • Bicara: Anak sudah mampu menjawab dengan kalimat yang terdiri dari dua suku kata.
    • Sosialisasi: Mampu meniru kegiatan orang dewasa, seperti mencuci sepatu atau mencuci baju.

Indikator kemampuan anak di atas, tentu berbeda bagi anak-anak yang lain. Apabila Anda merasa cemas si kecil mengalami keterlambatan perkembangan, tak ada salahnya untuk membawa anak ke fisioterapis.

Fisioterapis tidak hanya berperan memerhatikan lima aspek di atas, namun juga dapat membantu kualitas pola gerak anak.

Selain keterlambatan perkembangan, kondisi-kondisi berikut ini juga bisa ditangani oleh fisioterapis anak.

  • Memiliki gangguan genetik
  • Mengalami kondisi cerebral palsy
  • Memiliki gangguan medis pada paru-paru dan jantung
  • Cacat lahir
  • Mengalami kejadian traumatis
  • Gangguan pada otot
  • Gangguan pada sistem saraf pusat
  • Masalah belajar
  • Cedera saat berolahraga, termasuk pada bagian kepala.

Itulah tugas fisioterapis anak, serta beberapa jenis masalah pada anak yang dapat ditangani. Sangat disarankan bagi Anda untuk berkonsultasi dengan dokter, dan mendiskusikan kemungkinan rujukan terapi yang bisa dibantu oleh fisioterapis anak.

Deteksi dan penangangan yang dini, dapat membantu memberikan kualitas hidup dan tumbuh kembang yang lebih optimal pada anak.

Penulis:
Hikmat Miharja, S.FT
Fisioterapis RS Azra Bogor

RS Azra Bogor

Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/phys-therapy.html
Diakses pada 30 Juli 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed