Bantu Cegah Pembengkakan, Ini Fungsi Perban Elastis


Perban elastis biasanya menjadi salah satu metode pertolongan pertama untuk memar dan cedera sendi. Ini termasuk dalam huruf C dari tahapan RICE yaitu Rest, Ice, Compression, dan Elevation. Penggunaan perban kompresi ini sebaiknya hanya dalam periode 24-48 jam pertama sejak cedera terjadi.

(0)
23 Apr 2021|Azelia Trifiana
Perban elastis sering digunakan untuk pertolongan pertama saat memar dan cedera sendiPerban elastis sering digunakan untuk pertolongan pertama saat memar dan cedera sendi
Perban elastis biasanya menjadi salah satu metode pertolongan pertama untuk memar dan cedera sendi. Ini termasuk dalam huruf C dari tahapan RICE yaitu Rest, Ice, Compression, dan Elevation. Penggunaan perban kompresi ini sebaiknya hanya dalam periode 24-48 jam pertama sejak cedera terjadi.Perban elastis untuk tangan atau lutut ini dijual bebas dengan harga terjangkau. Tak ada salahnya memiliki perban kompresi untuk digunakan sewaktu-waktu.

Penggunaan perban elastis

Umumnya, penggunaan perban elastis untuk tangan atau lutut adalah yang paling umum. Selain itu, bisa juga diaplikasikan pada kondisi lain seperti:
  • Cedera sendi pergelangan tangan
  • Cedera sendi pergelangan kaki
  • Tungkai membengkak
  • Cedera otot
  • Trauma pada kepala
  • Varises
Ada beragam ukuran perban kompresi ini, dengan ukuran mulai dari 5-15 centimeter. Semakin lebar perban, tekanan pun lebih besar tanpa membatasi aliran darah. Berapa ukuran perban yang tepat umumnya disesuaikan dengan pasien, apakah orang dewasa atau anak-anak.Cara kerja perban elastis ini adalah memberikan tekanan pada area spesifik yang cedera. Dengan demikian, kemungkinan terjadinya pembengkakan karena akumulasi cairan di area luka bisa berkurang.Meski demikian, ada batas waktu berapa lama kompres ini dilakukan. Alasannya karena tetap diperlukan aliran darah untuk mempercepat proses pemulihan. Jadi, idealnya perban elastis untuk lutut dan area lain ini digunakan maksimal hingga 2 hari sejak cedera terjadi.Beberapa hal lain yang perlu menjadi catatan dan sebaiknya tidak dilakukan adalah:
  • Jangan aplikasikan kompres air dingin bersamaan dengan pemberian perban kompresi karena bisa menyebabkan frostbite
  • Jangan membungkus perban elastis terlalu rapat karena bisa menghambat aliran darah
  • Jangan menggunakan perban elastis untuk mencegah terjadinya cedera berulang. Perban semacam ini bukan untuk menopang, hanya untuk memberikan kompresi.

Langkah menggunakan perban kompresi

Ambil contoh ketika seseorang mengalami cedera otot pergelangan kaki. Apabila cederanya ringan, penggunaan perban elastis bisa membantu meredakan rasa nyeri.Langkah-langkah melakukannya adalah:
  1. Tahan pergelangan kaki di kemiringan 90 derajat
  2. Mulai pasang perban dimulai dari bantalan telapak kaki
  3. Ulangi hingga dua kali
  4. Posisikan perban ada di atas kaki, kemudian lingkarkan ke sekitar pergelangan kaki dan menyilang ke kaki arah berlawanan
  5. Pasang dengan pola seperti angka “8”
  6. Setelah pergelangan kaki tertutup, amankan bagian ujung di manapun yang tidak menggesek kulit
  7. Pastikan perban terpasang dengan kencang, namun tidak terlalu rapat
Sementara apabila cedera terjadi pada pergelangan tangan, langkah-langkah memasang perban elastis untuk tangan adalah:
  1. Pasang perban di sekeliling pergelangan tangan dimulai dari sisi ruas jari kelingking
  2. Lakukan dengan telapak tangan menghadap ke bawah
  3. Tarik perban ke arah ibu jari dan balut ke sekeliling telapak tangan sebanyak satu kali
  4. Kembalikan ke arah pergelangan tangan
  5. Balik perban ke arah ruas jari kelingking dan telapak tangan
  6. Kembali pasang perban di sekeliling pergelangan tangan
  7. Gunakan perban yang tersisa untuk membuat pergelangan tangan stabil
Pastikan tidak terlalu rapat membungkus pergelangan tangan. Apabila jari-jari mulai terasa kesemutan atau kebas, sebaiknya ulangi prosesnya karena itu berarti terlalu rapat.Lalu, bagaimana dengan cedera di lutut, tulang kering, dan paha? Tekniknya tentu berbeda bergantung pada kondisinya. Apabila ragu, dokter akan menunjukkan teknik paling tepat sehingga tidak berisiko menghambat aliran darah.Selain itu, keputusan menggunakan perban elastis untuk lutut juga perlu mempertimbangkan riwayat sebelumnya. Sebagai contoh apabila seseorang dalam proses pemulihan dari operasi lutut, dokter akan menyarankan penggunaan perban untuk mempercepat kesembuhan.

Catatan dari SehatQ

Meskipun bermanfaat, tetap tarik garis yang tegas antara fungsi perban elastis sebagai kompresi dan penopang otot. Anda bisa menggunakannya untuk mencegah bengkak saat terjadi cedera ringan. Namun, salah apabila perban kompresi ini dikenakan sebagai pencegahan agar tidak cedera. Fungsinya berbeda.Ketika memasang perban pun, perhatikan betul kerapatannya. Pastikan tetap kencang namun tidak menghambat aliran darah ke kaki, tangan, dan bagian tubuh lainnya.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar cara aman memakai perban elastis, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
cederahidup sehatpola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health/compression-wrapping
Diakses pada 9 April 2021
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/elastic-bandages-1298333
Diakses pada 9 April 2021
European Journal of Orthopaedic Surgery & Traumatology. https://link.springer.com/article/10.1007%2Fs00590-015-1607-4
Diakses pada 9 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait