Gunakan Bantal Leher Saat Tidur untuk Kurangi Pegal-pegal di Pagi Hari

Tidur selama di pesawat juga bisa memakai bantal tidur
Bantal leher juga bisa digunakan dalam pesawat

Keluhan sakit leher dan leher kaku biasanya muncul akibat otot di sekitar leher yang melemah atau menegang. Keluhan ini bisa terjadi akibat posisi tidur yang salah maupun kebiasaan tertentu.

Salah satu solusi yang bisa Anda coba untuk mengurangi keluhan sakit leher adalah memakai bantal leher secara tepat.

Bantal leher untuk melindungi tulang leher

Tujuh ruas tulang belakang yang mendukung leher manusia disebut tulang servikal. Ruas-ruas tulang ini memiliki bantalan berupa diskus servikal yang berporos dan ditunjang oleh otot serta tendon.

Bentuk lengkungan tulang servikal yang normal disebut bentuk lordosis. Jika lengkungan ini berubah akibat posisi tertentu, bisa timbul tekanan pada tulang servikal dan jaringan penyangganya hingga menyebabkan keluhan sakit leher. Misalnya, tidur dalam posisi leher tertunduk atau tertarik ke satu sisi dalam waktu cukup lama.

Beberapa riset menunjukkan bahwa posisi tidur yang disangga oleh bantal leher bisa lebih efektif dalam mengurangi keluhan sakit leher di pagi hari daripada bantal biasa.

Sebuah penelitian diadakan pada partisipan dengan keluhan sakit leher kronis dengan memberikan kombinasi terapi fisik rutin di bawah bimbingan fisioterapis dan penggunaan bantal leher. Hasilnya menunjukkan bahwa kedua cara ini tergolong efektif dalam meredakan keluhan sakit leher kronis tersebut.

Memilih dan menggunakan bantal leher

Bantal leher adalah bantal yang didesain khusus untuk menyangga leher dan kepala. Penggunaan bantal ini bertujuan agar posisi tulang leher tetap alami, yaitu dalam sesuai lengkungan lordosis.

Ada banyak macam bantal leher yang beredar di pasaran. Anda perlu berkonsultasi dengan dokter atau firioterapis agar mendapatkan tipe bantal dengan fungsi mengurangi keluhan sakit leher dan membuat posisi tidur Anda lebih nyaman.

Karena bentuk tubuh dan posisi tidur tiap orang berbeda-beda, cara menggunakan bantal leher perlu dilakukan dengan tepat. Anda juga harus menemukan jenis bantal yang sesuai dengan bentuk tubuh dan posisi tidur Anda.

Secara umumnya, bantal leher didesain untuk menopang leher orang dengan posisi tidur telentang dan miring.

Jika Anda terbiasa tidur telentang, bantal leher harus menopang kepala dalam posisi lurus, dan tidak menengadah atau menunduk. Sedangkan bagi Anda yang sering tidur dalam posisi miring, bantal khusus leher akan menyangga posisi supaya hidung Anda sejajar dengan garis tengah tubuh.

Tak hanya pakai bantal leher, terapkan tips ini juga

Jika akhir-akhir ini Anda sering mengalami sakit leher, coba mulai perhatikan kegiatan harian apa saja yang Anda lakukan. Dengan ini, Anda bisa menyelidiki aktivotas yang mungkin menjadi dalang di balik keluhan pada otot leher Anda.

Tak hanya posisi tidur, memerhatikan kebiasaan postur tubuh Anda juga penting untuk mendeteksi penyebab timbulnya sakit leher. Misalnya Anda banyak menunduk untuk bermain game atau melihat ponsel maupun posisi duduk yang tak nyaman selama seharian bekerja di depan komputer.

Selain menggunakan bantal leher, Anda bisa menerapkan sederet tips di bawah ini untuk mengurangi keluhan sakit leher:

1. Gunakan kompres hangat dan dingin

Jika keluhan sakit leher baru terasa, coba tempelkan kompres dingin pada leher selama 20 hingga 30 menit. Ulangi langkah ini tiap beberapa jam sekali, dan lakukan selama 2-3 hari.

Setelah itu, Anda juga bisa menempelkan kompres hangat pada area leher yang sakit. Sebagai alternatif, Anda pun dapat mandi air hangat menggunakan shower.

2. Lakukan gerakan peregangan pada otot leher

Meski sedang mengalami leher sakit, Anda tetap perlu melakukan peregangan di area tersebut. Namun pastikan agar tidak ada gerakan yang menyentak karena bisa menambah keparahan rasa nyeri.

Anda bisa mencoba beberapa gerakan peregangan berikut:

  • Putar bahu ke arah belakang seolah membuat lingkaran penuh sebanyak 10 kali.
  • Tegakkan punggung dan tarik bagian tulang belikat ke arah dalam agar dada tampak membusung. Lakukan gerakan ini sebanyak 10 kali.
  • Miringkan kepala ke kiri dan kanan secara bergantian, dan ulangi sebanyak 10 kali untuk tiap sisi.
  • Saat sedang mengendarai mobil, doronglah kepala supaya belakang head rest dan pertahankan pandangan agar tetap lurus ke depan. Tahan posisi ini selama 30 detik, lalu kembalilah rileks.

3. Kurangi stres

Stres tingkat tinggi akan otomatis membuat Anda menegangkan otot-otot tubuh, termasuk otot leher. Kondisi ini dapat membuat keluhan sakit leher bertambah parah.

Karena itu, turunkan tekanan stres Anda sebisa mungkin. Misalnya dengan mengobrol bersama teman, memanjakan diri dengan spa, berolahraga, atau melakukan meditasi.

Menggunakan bantal leher yang tepat, memperbaiki postur tubuh dan posisi tidur, serta melakukan peregangan otot leher sangat penting dalam mengurangi keluhan sakit leher.

Namun jika upaya-upaya ini tetap tidak meredakan keluhan, Anda bisa mengonsumsi paracetamol dan segera berkonsultasi ke dokter. Dengan ini, Anda akan mendapat diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Stride strong: https://stridestrong.com/library_newsfeed_1079
Diakses pada 20 Mei 2020

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/neck-pain/neck-pain-pillow.aspx
Diakses pada 20 Mei 2020

Research Gate. https://www.researchgate.net/publication/6584238_Effect_of_therapeutic_exercise_and_sleeping_neck_support_on_patients_with_chronic_neck_pain_A_randomized_clinical_trial
Diakses pada 20 Mei 2020

Artikel Terkait