Balita Susah Makan? Ini Tips Mengatasinya


Balita susah makan adalah masalah yang dialami sebagian besar orangtua. Untuk mengatasinya, ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan sebagai solusi dari masalah ini.

(0)
01 May 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Balita susah makan dapat diatasi dengan beberapa caraIlustrasi balita yang tidak mau makan
Memiliki balita susah makan adalah permasalahan yang hampir dimiliki oleh setiap orangtua di dunia. Jangan lantas menyalahkan diri Anda sendiri atas situasi ini. Langsung cari cara untuk mengatasi kondisi tersebut, misalnya dengan melakukan beberapa tips berikut ini.Balita merupakan bagian dari masa kanak-kanak ketika Si Kecil sedang senang mengeksplorasi dunianya, termasuk menentukan makanan yang disukai dan tidak disukainya. Ketika anak menolak makan, ia sebetulnya sedang mulai mempraktikkan kemandirian.Meskipun demikian, orangtua tentu tidak boleh tinggal diam ketika anak tidak mau makan karena akan berdampak pada kesehatannya. Tidak jarang, Anda harus memeras otak untuk mendapatkan cara agar anak mau makan.

Tanda-tanda balita susah makan

Balita susah makan bukan hanya berarti ia sama sekali tidak mau makan. Melainkan, anak akan menunjukkan sikap yang spesifik ketika ia disodorkan makanan yang harus dilahapnya, seperti:
  • Tidak mau makan makanan yang memiliki warna atau tekstur tertentu
  • Hanya mau makan makanan tertentu selama beberapa hari
  • Tidak mau mencoba variasi makanan yang baru
  • Menolak makanan yang dulu menjadi favoritnya
  • Hanya mau makan dengan alat makan tertentu atau malah menggunakan tangan.
  • Menutup mulut ketika disuapi makanan

Alasan mengapa balita susah makan?

Banyak orangtua yang khawatir ketika balita susah makan. Ada beberapa alasan mengapa anak Anda melakukan hal ini, yaitu:
  • Jam makan yang berantakan
  • Nafsu makan setiap anak memang berbeda, tergantung usia dan aktivitas yang dilakukannya
  • Balita sudah tidak lagi mengalami fase pertumbuhan yang cepat, tidak seperti bayi pada masa growth spurt
  • Ukuran lambung balita masih kecil, tidak seperti anak-anak yang usianya lebih besar
  • Fokus balita masih mudah terganggu oleh hal-hal yang terjadi di sekitarnya sehingga mereka tidak terlalu fokus pada makanan
  • Balita ingin memperlihatkan bahwa ia juga bisa mandiri dengan menentukan makanan yang ingin dikonsumsinya maupun tidak.
Kadang kala, balita susah makan juga disebabkan oleh masalah kesehatan tertentu, misalnya sakit gigi, radang tenggorokan, diare, atau bahkan konstipasi yang membuat perutnya terasa tidak enak. Bila anak sudah bisa diajak bicara, coba tanyakan langsung kepada Si Kecil alasannya tidak ingin makan.Apa pun alasan balita susah makan, orangtua tidak boleh menyerah begitu saja. Selalu pastikan Anda menyediakan makanan yang sehat dan biarkan si kecil memilih sendiri makanan yang diinginkannya.

Penyebab anak tidak nafsu makan

Bagi ibu-ibu yang mulai memberikan MPASI pada anak, akan seringkali ada fase GTM atau “gerakan tutup mulut”. Ketika anak menolak makan, hal ini rentan membuat orangtua frustrasi.Jangan terburu-buru panik, coba kenali dulu apa penyebab anak tidak nafsu makan. Beberapa penyebabnya bisa jadi karena:

1. Pemulihan

Anak yang masih dalam fase pemulihan dari sakit kerap belum menunjukkan nafsu makan. Tubuhnya masih belum benar-benar fit sehingga sistem tubuh juga belum berfungsi sempurna.Selain itu, obat yang dikonsumsi juga bisa berpengaruh terhadap sistem cerna tubuh. Perlu waktu hingga tubuh anak normal kembali dan mereka akan kembali antusias di waktu makan.

2. Kekurangan zat besi

Kondisi anemia defisiensi besi (ADB) kerap terjadi pada anak. Itu sebabnya suplemen zat besi untuk bayi kerap direkomendasikan untuk menambah nafsu makan si Kecil. Zat besi adalah substansi yang penting untuk sistem pencernaan, termasuk menciptakan rasa lapar.Di Indonesia, angka ADB pada anak cukup besar, sehingga IDAI menganjurkan untuk memberikan suplementasi zat besi sejak bayi berusia 4 bulan jika mengonsumsi ASI. Pada bayi yang mengonsumsi sufor, tidak diperlukan lagi karena biasanya sudah ada kandungan zat besi di dalam sufor.Selain itu, Anda bisa menyiasatinya dengan banyak memberikan makanan kaya zat besi. Coba makanan seperti ayam, kacang-kacangan, olahan gandum, atau sayur seperti bayam.

3. Bosan

Merasa bosan dengan rutinitas atau menu yang itu-itu saja juga bisa membuat anak tidak nafsu makan. Selain itu, konsumsi susu yang terlalu banyak juga bisa membuat anak kenyang dan tidak antusias saat waktu makan besar tiba.

Tips mengatasi balita susah makan

Mengatasi balita susah makan harus didasarkan atas penyebabnya. Namun, pada dasarnya, ada beberapa strategi yang dapat Anda coba untuk membangkitkan kembali nafsu makan anak, misalnya:

1. Tawarkan finger food

Penawaran ini dimaksudkan agar ia bisa menyalurkan kemandiriannya dengan menyuapkan sendiri makanan yang dipilihnya ke mulut. Pastikan finger food ini tidak rawan membuat Si Kecil tersedak.

2. Jangan beri iming-iming

Menawarkan hadiah jika anak mau makan mungkin terlihat sebagai hadiah yang layak bagi Si Kecil. Namun, para praktisi anak menilai hal ini akan membuat suasana makan tidak sehat bagi psikologis anak.

3. Makan bersama anak

Ketika Si Kecil melihat Anda atau saudaranya makan, nafsu makannya juga bisa meningkat. Apalagi jika Anda atau saudaranya makan dengan lahap.

4. Seimbangkan asupan cairannya

Minum terlalu banyak jus buah, apalagi beberapa saat sebelum jadwal makannya akan membuat balita susah makan. Anda sebaiknya memberi cairan setelah anak makan dan utamakan memberinya air putih atau susu.

5. Hindari makanan manis dan junk food

Kedua jenis makanan ini tidak mengandung nutrisi yang dibutuhkan balita. Sebaliknya, berikan anak makanan bergizi agar tumbuh kembangnya optimal.

6. Atur jam makannya

Jangan berikan makanan terus menerus, misalnya Anda telah memberi sarapan di jam 8 pagi, lalu di jam 9 pagi Anda memberikan cemilan dan jam 10 Anda beri susu, maka jangan harap ia bisa lahap di saat makan siang karena malah justru ia sudah kekenyangan.Orangtua juga harus pintar membaca gerak tubuh anak. Jika ia ingin bermain-main dengan makanannya, misalnya menjilat, meremas, atau mengaduk-aduk, biarkan saja. Ketika anak bermain, cobalah masukkan 1-2 suap makanan ke mulutnya.Jika anak sudah tidak lagi ingin makan, merasa capek, rewel, atau tidak enak badan, jangan paksakan Si Kecil untuk terus makan. Sudahi sesi makan tersebut dan coba lagi beberapa jam kemudian atau keesokan harinya.

Perlukah Anda berkonsultasi ke dokter?

Tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter mengenai perilaku balita susah makan. Apalagi, jika ia memperlihatkan tumbuh kembang yang tidak optimal, misalnya berat badan menurun dan lesu.Tanyakan pada dokter mengenai porsi ideal yang dapat diberikan kepada anak dalam kondisi tersebut atau jenis makanannya. Bila perlu, Anda juga dapat berkonsultasi mengenai pemberian suplemen makanan, termasuk dosis dan lamanya waktu pemberian.
tips parentingmengatasi anak susah makan
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/toddler-meals.html
Diakses pada 16 April 2020
Family Doctor. https://familydoctor.org/when-your-toddler-doesnt-want-to-eat/
Diakses pada 16 April 2020
Raising Children Australia. https://raisingchildren.net.au/toddlers/nutrition-fitness/common-concerns/toddler-not-eating
Diakses pada 16 April 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/child-refuses-to-eat-anything
Diakses pada 16 April 2020
Baby Center. https://www.babycenter.com/0_feeding-problems-refusing-to-eat_9203.bc
Diakses pada 16 April 2020
First Cry Parenting. https://parenting.firstcry.com/articles/how-to-increase-appetite-in-kids-10-effective-ways/
Diakses pada 28 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait