Balantidiasis Adalah Infeksi Usus akibat Parasit, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya


Balantidiasis adalah infeksi usus yang disebabkan oleh parasit Balantidium coli. Kondisi ini bisa menyebabkan diare terus-menerus hingga perforasi usus besar jika tidak ditangani dengan tepat.

(0)
09 Apr 2021|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Balantidiasis adalah infeksi usus akibat parasitBalantidiasis bisa sebabkan diare terus-menerus
Balantidiasis adalah infeksi usus yang disebabkan oleh bakteri Balantidium coli. Bakteri tersebut menginfeksi usus besar manusia dan menghasilkan tropozoit atau kista mikroskopis infektif yang dikeluarkan melalui feses. Hal ini berpotensi menyebabkan infeksi berulang atau penularan pada orang lain. Meski penyakit balantidiasis sebetulnya jarang terjadi pada manusia, Anda tetap harus mewaspadainya dengan memahami gejala, penyebab, hingga cara mencegah infeksinya.

Gejala balantidiasis

Orang yang terinfeksi balantidiasis umumnya tidak merasakan gejala. Namun, sebagian orang bisa merasakan gejala yang lebih serius. 
anak nyeri perut
Nyeri perut merupakan salah satu gejala balantidiasis
Gejala penyakit balantidiasis dapat terjadi ketika sistem kekebalan tubuh lemah. Berikut adalah sejumlah gejala yang bisa muncul:Jika penyakit balantidiasis tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat, Anda berisiko mengalami perforasi usus besar, yakni lubang atau luka pada dinding usus besar. Karena gejalanya mirip dengan kondisi lain, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter untuk memastikan kondisi Anda.

Penularan penyakit balantidiasis

Seperti telah disebutkan sebelumnya, penyebab balantidiasis adalah parasit Balantidium coli. Balantidiasis juga dapat ditularkan melalui jalur fecal-oral, yakni dengan mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi oleh feses manusia atau hewan yang terinfeksi. Berikut beberapa cara penularan balantidiasis yang harus Anda waspadai:
  • Mengonsumsi makanan yang terkontaminasi

Makanan yang tidak higienis atau tidak bersih dapat menyebabkan kontaminasi. Alhasil, ketika mengonsumsi daging, buah-buahan, atau sayur-mayur yang telah terkontaminasi oleh feses manusia atau hewan yang terinfeksi, Anda juga bisa terinfeksi penyakit balantidiasis.
  • Minum dan mencuci makanan dari air yang terkontaminasi

Kualitas air juga perlu Anda perhatikan. Jika Anda menggunakan air yang kurang terjaga kebersihannya, baik untuk minum atau mencuci makanan, risiko kontaminasi feses manusia atau hewan yang terinfeksi semakin tinggi sehingga bisa menyebabkan balantidiasis.
  • Memiliki sanitasi yang buruk

Buruknya sanitasi akan menyebabkan Anda kesulitan mencari sumber air minum bersih dan pembuangan kotoran yang memadai sehingga risiko terpapar bakteri semakin tinggi, termasuk bakteri penyebab balantidiasis.
  • Menyentuh kotoran hewan yang terinfeksi

Jika Anda menyentuh kotoran hewan yang terinfeksi tanpa mencuci tangan, parasit Balantidium coli dapat menempel di sana. Bakteri yang menempel ini bisa saja tertelan secara tidak sengaja saat Anda memegang makanan atau menyentuh wajah.Sebaiknya Anda senantiasa memerhatikan kebersihan makanan dan minuman yang akan dikonsumsi. Anda juga perlu mencuci tangan secara teratur dengan sabun dan melakukan sejumlah langkah pencegahan lainnya untuk meminimalisir risiko penularan balantidiasis.

Pengobatan dan pencegahan balantidiasis

Pengobatan balantidiasis dapat dilakukan dengan mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan dokter. Jenis obat yang diresepkan biasanya adalah antibiotik, seperti tetracycline, metronidazole, dan iodoquinol. Obat antibiotik ini diberikan untuk membunuh parasit protozoa Balantidium coli.
obat antibiotik
Pengobatan balantidiasis umumnya menggunakan antibiotik
Gunakan obat sesuai dengan resep yang diberikan dokter. Konsultasikan pada dokter jika sejumlah reaksi yang tak biasa muncul setelah mengonsumsi obat-obatan. Operasi juga mungkin diperlukan jika usus besar telah mengalami perforasi. Prosedur operasi ini bertujuan untuk memperbaiki lubang pada usus atau mengangkat sebagian usus yang dapat berbahaya jika dibiarkan.Sementara itu, terdapat beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah penyakit balantidiasis:
  • Mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir secara rutin, terutama setelah ke toilet atau sebelum menyentuh makanan
  • Cuci buah, sayuran, dan daging dengan air yang bersih
  • Minum dengan menggunakan sumber air yang bersih
  • Ciptakan sanitasi yang baik
  • Hindari melakukan kontak langsung dengan feses hewan.
Lakukan tindakan-tindakan di atas secara rutin untuk membantu Anda terhindar dari penyakit balantidiasis. Jika Anda ingin berdiskusi lebih lanjut seputar masalah pencernaan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
diareinfeksi ususdisentri
CDC. https://www.cdc.gov/parasites/balantidium/faqs.html#:~:text=Balantidium%20coli%20is%20an%20intestinal,that%20is%20contaminated%20by%20feces.
Diakses pada 26 Maret 2021
Rare Diseases. https://rarediseases.org/rare-diseases/balantidiasis/
Diakses pada 26 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait