Infeksi virus Zika dinyatakan sebagai darurat kesehatan masyarakat global
Virus Zika disebarkan oleh nyamuk Aedes yang terinfeksi

Virus Zika menjadi masalah yang menakutkan bagi ibu hamil, maupun wanita yang merencanakan kehamilan. Virus tersebut berisiko mengancam janin di dalam kandungan. Bahkan, beberapa kasus cacat lahir disebabkan oleh virus Zika.

Penyebaran Virus Zika

Virus Zika disebarkan oleh nyamuk Aedes yang terinfeksi. Infeksi virus Zika bahkan dinyatakan sebagai darurat kesehatan masyarakat global oleh organisasi kesehatan dunia, World Health Organization (WHO), terutama lebih kepada ibu hamil dan yang sedang merencanakan hamil.

Menempati wilayah dengan persebaran virus Zika, bisa meningkatkan risiko terinfeksi virus tersebut. Selain itu, virus Zika juga dapat menular melalui hubungan seksual dengan individu yang terinfeksi, serta transfusi darah dengan darah yang terinfeksi.

Dampak Virus Zika terhadap Bayi

Selain itu, ibu hamil yang terinfeksi virus Zika juga dapat menularkan virus tersebut pada janinnya. Jika hal ini terjadi, maka bayi memiliki kemungkinan gagal lahir, prematur, cacat lahir, lahir mati, dan mengalami masalah perkembangan tertentu, yang dikenal sebagai sindrom Zika bawaan.

Bayi dengan sindrom Zika bawaan, dapat mengalami mikrosefali (kepala yang sangat kecil), cacat otak, cacat mata, masalah perkembangan saraf, gangguan pendengaran, dan masalah pada gerakan sendi.  

Infeksi Zika juga dapat memengaruhi pertumbuhan bayi. Kadang, bayi dapat lahir tanpa efek yang jelas. Namun kemudian, infeksi virus ini dapat memperlambat pertumbuhan kepala dan otak bayi. Kondisi ini disebut sebagai mikrosefali postnatal.

Tanda-tanda Infeksi Virus Zika

Masa inkubasi atau paparan virus Zika diperkirakan terjadi selama tiga hingga empat hari. Biasanya, orang yang terinfeksi Zika, tidak menunjukkan tanda tertentu. Akan tetapi pada sebagian orang, infeksi virus zika menimbulkan tanda-tanda seperti:

  • Flu ringan
  • Demam
  • Ruam atau bintik-bintik merah pada kulit
  • Sakit kepala
  • Nyeri persendian
  • Nyeri otot
  • Mata menjadi merah

Tanda-tanda infeksi virus Zika muncul tiga hingga tujuh hari setelah infeksi terjadi. Tanda-tanda tersebut berlangsung selama beberapa hari, hingga seminggu. Ingat, jika Anda mengalami gejala infeksi virus Zika, segera periksakan diri ke dokter. Dokter tentu akan memberikan penanganan yang tepat bagi Anda.

Hingga saat ini, tidak ada obat maupun vaksin untuk virus Zika. Anda dapat minumbanyak cairan, istirahat yang cukup, dan mengonsumsi obat pereda nyeri untuk meringankan gejala tersebut. Seseorang yang sudah sekali terkena virus Zika, tidak akan mengalaminya lagi.

Tips untuk Menghindari Infeksi Virus Zika

Anda dapat menghindari virus Zika dengan tidak bepergian ke daerah-daerah berisiko. Jika Anda harus bepergian ke daerah-daerah tersebut, cegah gigitan nyamuk dengan menggunakan pakaian tertutup, dan menggunakan obat nyamuk atau losion antinyamuk.

Untuk menghindari Zika, Anda disarankan tidak melakukan hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi. Langkah lainnya adalah dengan menggunakan kondom setiap kali berhubungan seksual.

Untuk mengantisipasi risiko infeksi virus Zika, wanita yang sedang merencanakan kehamilan, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.

Jika sedang menjalani kehamilan, Anda harus lebih waspada dan berhati-hati dengan infeksi virus Zika. Jaga kandungan Anda sebaik mungkin dari infeksi virus Zika, agar janin di dalam kandungan, tidak berisiko mengalami mikrosefali, dan kemungkinan-kemungkinan buruk lainnya.

Tanda-tanda infeksi virus Zika, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat, perlu Anda waspadai pula. Jangan sampai mengabaikannya, hingga membahayakan diri Anda dan bayi dalam kandungan.

Mother to Baby. https://www.mothertobaby.org/fact-sheets/zika-virus-pregnancy/
Diakses pada 16 April 2019

American Pregnancy. https://www.americanprgenancy.org/pregnancy-complications/zika-virus-and-pregnancy/
Diakses pada 16 April 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed