Waspadai Virus Zika pada Ibu Hamil, Ini Risiko Bahayanya untuk Janin


Infeksi virus ini dapat berisiko bagi kehamilan Anda. Virus zika adalah virus yang menyebabkan terganggunya perkembangan janin dan membuat bayi lahir dengan ukuran kepala yang lebih kecil daripada ukuran normal (mikrosefali), bahkan beberapa kasus dapat menyebabkan cacat lahir.

0,0
26 Apr 2019|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Infeksi virus Zika pada ibu hamil dinyatakan sebagai darurat kesehatan masyarakat globalVirus Zika disebarkan oleh nyamuk Aedes yang terinfeksi
Sejak tahun 1947, virus Zika menjadi masalah yang menakutkan bagi ibu hamil maupun wanita yang merencanakan kehamilan. Virus tersebut berisiko mengancam janin di dalam kandungan. Bahkan, beberapa kasus virus Zika pada ibu hamil dapat menyebabkan bayi cacat lahir. 

Penyebaran virus Zika

Dikutip dari Mother to Baby, virus Zika disebarkan oleh nyamuk Aedes yang juga membawa virus demam berdarah dengue (DBD), demam kuning, serta chikungunya. Infeksi virus Zika bahkan dinyatakan sebagai darurat kesehatan masyarakat global oleh organisasi kesehatan dunia, World Health Organization (WHO), terutama lebih kepada ibu hamil dan yang sedang merencanakan kehamilan.Menempati wilayah dengan persebaran virus Zika, bisa meningkatkan risiko terinfeksi virus tersebut. Selain itu, virus Zika juga dapat menular melalui hubungan seksual dengan individu yang terinfeksi, serta transfusi darah dengan darah yang terinfeksi.Sejumlah penelitian menunjukkan, virus ini bisa ditemukan pada darah, cairan mani, urine, air liur, serta air mata orang yang terinfeksi.Virus Zika juga dapat ditularkan melalui transfusi darah, kontak seksual, maupun penularan dari wanita hamil ke bayi. Seorang anak bisa tertular virus Zika dari ibunya, saat berada di dalam kandungan, maupun setelah dilahirkan.

Infeksi virus zika dari ibu ke janin

Penyebaran infeksi virus Zika dari ibu ke janin oleh peneliti dikatakan melalui dua rute potensial, yaitu:

1. Rute plasenta

Penularan virus Zika lewat plasenta dilakukan melalui aliran darah yang menuju ke rahim dan menginfeksi janin. Melalui aliran darah plasenta, virus kemudian  menyebar ke otak janin. Virus tersebut menyeberang dari alirah darah ibu, untuk menginfeksi otak janin yang sedang berkembang, sehingga mengakibatkan kerusakan pada saraf. Biasanya infeksi virus Zika dengan rute ini, terjadi pada trimester pertama kehamilan.

2. Rute kantong ketuban

Kantong ketuban adalah sepasang membran transparan yang kuat tapi tipis, sebagai pelindung janin yang sedang berkembang. Sel-sel epitel dari selaput ketuban yang mengelilingi janin tersebut sangat rentan terhadap infeksi virus Zika.Inilah mengapa saat ibu hamil terinfeksi Zika, sel-sel ketuban berperan penting sebagai media penularan virus ke janin. Biasanya, infeksi virus zika dengan rute ini terjadi pada trimester kedua kehamilan.Baca juga: Mungkinkah Ibu Hamil Menularkan Virus Corona kepada Janin?

Ciri-ciri virus Zika pada ibu hamil

Kebanyakan orang yang terinfeksi virus Zika tidak menunjukkan gejala, baik secara spesifik, maupun nonspesifik. Apabila infeksi virus Zika terjadi, ciri-ciri ibu hamil terkena virus Zika yang mungkin muncul, antara lain:
  • Demam
  • Ruam
  • Nyeri kepala
  • Mata merah
  • Nyeri sendi dan nyeri otot
  • flu ringan
Gejala virus Zika ini dapat berlangsung selama beberapa hari, hingga satu minggu. Pada umumnya, perawatan di rumah sakit tidak diperlukan, karena gejala infeksi virus Zika tidak terlihat berbahaya. Oleh karena itu, penderitanya sering tidak menyadari adanya infeksi tersebut.

Bahaya virus zika bagi ibu hamil dan janin

Bahaya virus zika pada kehamilan lebih berdampak pada janin yang dikandung. Virus zika dapat diturunkan dari ibu hamil pada janin dalam kandungan. Infeksi virus zika pada ibu hamil dapat menyebabkan plasenta mengalami kerusakan, sehingga tidak mampu memasok oksigen dan nutrisi dengan cukup, untuk janin yang sedang berkembang. Keadaan itu disebut sebagai insufisiensi plasenta. Akibatnya, pertumbuhan janin lambat, kelahiran lebih kecil dari normal, bahkan dapat menyebabkan kematian janin.Selain itu, dampak virus Zika pada kehamilan yang berbahaya adalah menyebabkan janin yang terinfeksi virus ini berisiko gagal lahir, lahir prematur, cacat lahir, lahir mati, dan mengalami masalah tumbuh kembang tertentu yang dikenal dengan sindrom zika bawaan.Bayi dengan sindrom Zika bawaan, dapat mengalami mikrosefali (kepala yang sangat kecil), cacat otak, cacat mata, masalah perkembangan saraf, gangguan pendengaran, dan masalah pada gerakan sendi.  Infeksi Zika juga dapat memengaruhi pertumbuhan bayi. Kadang, bayi dapat lahir tanpa efek yang jelas. Berdasarkan publikasi jurnal Cell Host & Microbe, virus zika dapat menyebabkan kelainan bentuk janin yang disebut mikrosefali, serta sindrom Guillain-Barre. Mikrosefali pada bayi ditandai dengan kepala yang berukuran kecil, dan kerusakan otak serius. Gangguan ini dapat menyebabkan cacat fisik, dan kadang disertai dengan kejang-kejang. Sementara itu, sindrom Guillain-Barre merupakan penyakit autoimun langka, yang terjadi ketika anggota gerak mengalami kelemahan. 

Pengobatan infeksi virus Zika pada ibu hamil

Hingga saat ini, belum ada obat maupun vaksin untuk virus Zika. Namun, jika seseorang yang sudah sekali terkena virus Zika, tidak akan mengalaminya lagi. Untuk pengobatannya hanya tersedia obat yang diresepkan untuk mengurangi berbagai gejala yang timbul. Untuk mengatasi infeksi virus Zika pada ibu hamil, Anda disarankan untuk mengonsumsi banyak cairan, istirahat yang cukup, dan mengonsumsi obat pereda nyeri untuk meringankan gejala tersebut.Sejumlah obat yang mungkin diresepkan dokter adalah obat-obatan seperti acetaminophen, seperti tylenol. Obat golongan ini berguna untuk meredakan demam dan nyeri sendi. Baca juga: Vaksin untuk Ibu Hamil, Mana yang Diperbolehkan dan Dilarang?

Cara mencegah virus Zika pada ibu hamil

Untuk mencegah terinfeksi, Anda dapat menghindari virus Zika dengan tidak bepergian ke daerah-daerah berisiko. Jika Anda harus bepergian ke daerah-daerah tersebut atau ke luar ruangan, cegah gigitan nyamuk dengan menggunakan pakaian tertutup, dan menggunakan obat nyamuk atau losion anti nyamuk.Selain itu, dalam menangani penyebaran infeksi, para peneliti mengatakan bahwa antibiotik lama yang disebut duramycin, dapat menghalangi infeksi virus zika. Erythromycin adalah antibiotik yang diproduksi bakteri untuk melawan bakteri lain. Erythromycin dapat secara efektif mengurangi atau mencegah penularan virus zika dari ibu terinfeksi, ke janin pada kedua rute potensial, sehingga mencegah terjadinya cacat lahir.Untuk menghindari Zika, Anda disarankan tidak melakukan hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi. Langkah lainnya adalah dengan menggunakan kondom setiap kali berhubungan seksual.

Pesan dari sehatQ

Untuk mengantisipasi risiko infeksi virus Zika, wanita yang sedang merencanakan kehamilan, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Jika sedang menjalani kehamilan, Anda harus lebih waspada dan berhati-hati dengan infeksi virus Zika. Jaga kandungan Anda sebaik mungkin dari infeksi virus Zika, agar janin di dalam kandungan, tidak berisiko mengalami mikrosefali, dan kemungkinan-kemungkinan buruk lainnya.Tanda-tanda infeksi virus Zika, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat, perlu Anda waspadai pula. Jangan sampai mengabaikannya, hingga membahayakan diri Anda dan bayi dalam kandungan.Jika ingin berkonsultasi langsung pada dokter, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
kehamilaninfeksi virusvirus zikamikrosefali
Mother to Baby. https://www.mothertobaby.org/fact-sheets/zika-virus-pregnancy/
Diakses pada 16 April 2019
American Pregnancy. https://www.americanprgenancy.org/pregnancy-complications/zika-virus-and-pregnancy/
Diakses pada 16 April 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait