logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

Mengandung Kimia, Ini Bahaya Vape untuk Kesehatan yang Perlu Diwaspadai

open-summary

Bahaya vape untuk kesehatan bisa mengganggu pernapasan dan mengiritasi mata. Rokok elektrik ini tetap perlu dibatasi penggunaannya karena mengandung banyak kimia


close-summary

3 Agt 2022

| Ade Irawan

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Bahaya vape

Kandungan kimianya bisa mengganggu kesehatan organ tubuh

Table of Content

  • Kandungan vape VS rokok tembakau
  • Bahaya vape untuk kesehatan
  • Tips menggunakan vape atau rokok elektrik

Pernah mendengar istilah vapor, pod, atau rokok elektrik? Pada dasarnya, tidak ada perbedaan vapor dan rokok elektrik. Vape atau pod adalah salah satu tipe rokok elektrik yang digunakan untuk mengisap nikotin melalui corong yang tersambung ke badan alat dengan magnet. Meski rokok elektrik digadang-gadang lebih sehat dari rokok konvensional, ada bahaya vape yang perlu diwaspadai.

Advertisement

Pod merupakan generasi terbaru rokok elektrik yang didesain untuk menyediakan lebih banyak nikotin dengan tenaga yang lebih sedikit ketimbang jenis-jenis rokok elektrik lainnya. Pod dapat diisi ulang dengan garam nikotin dengan berbagai tingkatan yang berbeda, biasanya sekitar 2,5 persen dan jumlah maksimalnya adalah 6 persen.

Karena dianggap sebagai pengganti rokok yang ‘lebih sehat’, banyak orang tertarik untuk mulai menggunakan vape. Kini, tidak sedikit remaja dan dewasa muda yang mulai mencoba jenis rokok elektrik dan vape ini.

Kandungan vape VS rokok tembakau

Anda mungkin kerap bertanya, apakah vape lebih sehat dari rokok tembakau? Nyatanya, kandungan keduanya tidak jauh berbeda, bahkan menimbulkan efek samping kesehatan yang perlu diwaspadai.

Menurut ALA, vape memiliki kandungan sebagai berikut:

  • Nikotin
  • Propilen glikol
  • Karsinogen
  • Diasetil
  • Diethylene glycol
  • Akrolein
  • Benzene
  • Kadmium 

Sedikit berbeda dengan vape, berikut isi kandungan rokok tembakau:

  • Nikotin
  • Tar
  • Karbon monoksida
  • Karsinogen (acetaldehyde, formaldehyde, dsb.)
  • Toluene
  • Stiren
  • Resornikol
  • Pyridin 
  • Fenol
  • Nitrit oksida
  • Hidroquinon
  • Kromium
  • Katekol
  • Butyraldehyde
  • Ammonia
  • Aseton 

Dilihat dari kandungan keduanya, bisa dipastikan rokok tembakau lebih banyak mengandung zat berbahaya ketimbang rokok elektrik. Hal ini juga sesuai dengan pernyataan CDC yang mengatakan uap aerosol 'vape' mengandung lebih sedikit zat beracun sehingga masih lebih aman bagi perokok ketimbang rokok tembakau. 

Namun, vapor atau rokok elektrik dengan rokok tembakau tidak memiliki perbedaan perihal efek nikotin. Keduanya sama-sama mengandung zat berbahaya nikotin yang bisa menjadi penyebab dari berbagai penyakit berbahaya. 

Baca juga: Cara Berhenti Merokok untuk Selamanya

Bahaya vape untuk kesehatan

Asap rokok elektrik seperti pod memang tidak setajam asap rokok bakar. Aromanya pun lebih mudah ditoleransi oleh orang-orang yang tidak merokok. Namun rupanya, vape berbahaya untuk kesehatan dan bahkan bisa mengancam nyawa penggunanya. 

Apa efek samping dari rokok elektrik? Berikut bahaya rokok elektrik bagi kesehatan yang perlu diwaspadai:

1. Meningkatkan risiko gangguan paru

Hingga saat ini, belum ada penelitian mengenai keterkaitan secara mendalam mengenai bagaimana bahaya rokok vape menyebabkan penyakit paru-paru. Namun, laporan pengguna pod vape yang mengalami penyakit ini terus bertambah.

Dikutip dari Health Harvard, Center of Disease Control (CDC) Amerika Serikat melaporkan adanya peningkatan gangguan paru pada pengguna rokok elektrik seperti pod. Khususnya pada perokok yang berusia remaja dan dewasa muda.

Para peneliti meyakini bahwa gangguan paru akibat pod vape lebih disebabkan kandungan cairannya ketimbang infeksi. Gangguan paru kemungkinan diakibatkan oleh alergi, iritasi bahan kimia yang digunakan, atau reaksi imun tubuh terhadap berbagai uap bahan kimia yang dihisap.

2. Meningkatkan risiko gangguan jantung

Sebuah penelitian di tahun 2019 menunjukkan bahwa cairan aerosol pada rokok elektrik mengandung partikulat, agen oksidasi, aldehida, dan nikotin. Jika diisap, kandungan nikotin dan zat kimia lainnya ini dapat menyebabkan gangguan jantung dan sistem peredaran darah.

Penelitian lainnya memperkuat dugaan ini dengan laporan bahayanya rokok elektrik pada kesehatan jantung. Penelitian menunjukkan adanya peningkatan detak jantung pada pengguna rokok elektrik bernikotin seperti pod.

Selain itu, bahaya menggunakan vape bernikotin juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi sehingga dapat menyebabkan gangguan jantung dalam jangka panjang.

Salah satu pabrikan pod yang ramai di pasaran bahkan memiliki kandungan nikotin yang sangat tinggi. Mereka menyatakan salah satu produknya memiliki kandungan nikotin yang sama seperti satu bungkus rokok.

3. Mengganggu kesehatan mulut dan gigi

Tidak hanya pada paru-paru dan jantung, bahaya liquid vape juga memengaruhi kesehatan gigi dan mulut. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pod vape dapat menyebabkan permukaan gigi lebih rawan terhadap pertumbuhan bakteri.

Selain itu, rokok elektrik juga dikaitkan dengan peradangan gusi sekaligus memicu terjadinya iritasi pada gusi, mulut, dan tenggorokan. Baik rokok elektrik yang bebas nikotin atau mengandung nikotin seperti pod, sama-sama memiliki risiko merusak sel dan jaringan mulut.    

4. Merusak kesehatan sel

Bahaya pod bagi sel-sel dalam tubuh juga tidak sedikit. Berikut adalah beberapa di antaranya:

  • Disfungsi sel
  • Stres oksidatif
  • Kerusakan pada DNA
  • Mengganggu perkembangan otak. Bahaya ini muncul pada pengguna pod bernikotin yang berusia di bawah 25 tahun.

Bahaya rokok elektrik menurut WHO juga dapat memicu kanker. Disfungsi sel, stres oksidatif, dan kerusakan pada DNA adalah tiga faktor bahaya POD yang juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker.       

5. Memicu gangguan otak

Bahaya vape selanjutnya dari kandungan nikotin di dalamnya adalah bisa mengganggu kinerja otak, terutama pada anak usia remaja. Ini karena pada usia remaja, bagian otak yang berfungsi untuk mengatur pembuatan keputusan dan mengontrol impuls belum terbentuk sempurna, sehingga sangat rentan rusak.

Hal ini membuat mereka akan lebih gegabah dalam mengambil risiko yang bisa membahayakan kesehatan, seperti mengonsumsi nikotin dan obat-obatan terlarang. Selain itu, anak muda yang terpapar nikotin, juga berisiko lebih tinggi mengalami kecanduan, gangguan suasana hati, dan gangguan belajar.

6. Memicu sakit mata

Penggunaan rokok elektrik bisa menyebabkan timbulnya zat volatile organic compound (VOC). Pada kadar tertentu, zat VOC dapat mengakibatkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan. Selain itu, VOC juga bisa memicu timbulnya sakit kepala, mual, hingga kerusakan ginjal, hati, dan sistem saraf.

7. Mengganggu banyak orang

Rokok elektrik mampu menghasilkan asap yang lebih banyak. Asap ini bisa mengganggu kenyaman orang lain yang ada di sekitar. Namun, permasalahan yang muncul tidak berhenti sampai di sana.

Asap vape juga membuat orang yang bukan perokok aktif menjadi menghirup asapnya juga dan menjadi perokok pasif. Situasi ini jelas tidak menguntungkan untuk mereka yang ikut menghirup asapnya. Pasalnya, risiko kesehatan yang perokok pasif dapatkan tidak jauh berbeda dengan mereka yang aktif merokok.

8. Lebih sulit berhenti

Menariknya, rokok elektrik ini menawarkan banyak varian rasa dan aroma untuk pemakainya. Banyaknya varian ini membuat pemakainya makin menikmati menghirup asap dari alat ini.

Kabar buruknya, kenikmatan ini tentu saja akan membuat orang lebih ketagihan dan membuat orang mau lagi dan lagi. Jika memang sudah telanjur jadi pengguna, sulit rasanya untuk berhenti bahkan dengan metode sedikit demi sedikit.

Baca juga: Mengenal 10 Penyakit Akibat Merokok yang Perlu Diwaspadai

Tips menggunakan vape atau rokok elektrik

Bahaya vape seperti pod memang tidak sebanyak bahaya rokok konvensional. Namun, bukan berarti rokok elektrik benar-benar bebas risiko gangguan kesehatan.

Jika Anda memutuskan untuk menggunakan rokok elektrik, ada beberapa tips yang dapat bermanfaat meminimalisir risiko bahayanya:

  • Perhatikan kandungan di dalam rokok elektrik. Pastikan tidak ada kandungan kimia berbahaya.
  • Sebaiknya hindari rokok elektrik yang mengandung nikotin seperti pod. Kecuali, Anda ingin menggunakan pod sebagai transisi dari rokok konvensional. Menggunakan pod dengan kandungan nikotin yang dikurangi sedikit demi sedikit dapat membantu.
  • Hindari rokok elektrik dengan tambahan rasa untuk meminimalisir kandungan bahan kimia.
  • Banyak minum air untuk menghindari gangguan mulut.
  • Rajin menggosok gigi agar kesehatan gigi dan mulut dapat terjaga.

Apabila setelah menggunakan pod atau rokok elektrik lainnya Anda merasakan gejala-gejala yang tidak biasa, segera berkonsultasi dengan dokter. Khususnya, jika Anda telah memiliki riwayat medis seperti asma, stroke, atau masalah kesehatan lainnya.

Jika punya pertanyaan seputar bahaya rokok elektrik, Anda bisa bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.

Advertisement

penyakit paru-paruberhenti merokokkanker paru-parubahaya rokok elektrikbahaya asap rokok

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved