Awas, Ini Bahaya Sering Menunduk Menatap Layar Ponsel

Terlalu sering menunduk untuk menatap layar ponsel tidak baik bagi kesehatan
Sebaiknya jangan terlalu sering menunduk saat melihat layar ponsel Anda

Kata orang, penyakit zaman sekarang aneh-aneh bentuk dan penyebabnya. Misalnya saja, ada masalah kesehatan yang diakibatkan terlalu lama menunduk untuk menatap layar ponsel dan dinamakan sebagai text neck syndrome.

Text neck syndrome adalah masalah kesehatan berupa sakit pada leher dan bahu, kadang kala pada punggung bagian bawah, akibat terlalu sering menunduk, terutama saat menatap layar ponsel.

Harvard Medical School memprediksi 7 dari 10 orang yang sering menunduk saat menatap layar ponselnya pasti akan mengalami sindrom ini pada satu titik dalam hidup mereka.

Data ini tentu mengkhawatirkan mengingat Indonesia merupakan salah satu negara pengguna ponsel terbanyak.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, pengguna telepon pintar di Indonesia mencapai lebih dari 100 juta orang pada 2018 lalu, atau merupakan negara dengan pengguna aktif smartphone terbesar keempat di dunia setelah Cina, India, dan Amerika Serikat.

Bahaya terlalu lama menunduk saat menatap layar ponsel

Kecanduan gawai adalah salah satu fenomena terbaru di era digital. Bahkan 79 persen populasi global yang berusia 18-44 tahun, dinyatakan hanya melepaskan gawai mereka dari genggaman selama 2 jam setiap hari.

Tidak heran jika banyak orang menderita sakit di bagian leher dan pundak, serta kaku otot di punggung akibat terlalu lama menunduk untuk menatap layar ponsel, yang juga disebut sebagai text neck syndrome tadi.

Derajat tundukan kepala banyak memengaruhi tingkat keparahan sindrom ini. Sebagai gambaran, ketika kepala Anda berada dalam posisi normal, leher menopang berat kepala sekitar 4,5 hingga 5,5 kilogram.

Meski demikian, ketika kepala Anda menunduk dengan derajat kemiringan 15 derajat saja, berat kepala Anda bisa meningkat lebih dari dua kali lipat atau tepatnya menjadi 12 kg.

Jika Anda menunduk hingga 45 derajat, berat kepala kembali berubah menjadi 22 kg. Sedangkan jika kepala Anda menunduk hingga membentuk posisi 60 derajat, berat kepala Anda menjadi 27 kg atau nyaris setara dengan berat tiga karung beras!

Sederhananya, otot leher dan bahu Anda sebetulnya hanya memiliki kemampuan menopang berat hingga 5,5 kg. Namun, otot itu dipaksa menahan beban hingga lebih dari lima kali lipat kemampuan normalnya sehingga Anda dapat mengalami berbagai masalah kesehatan, seperti otot robek, hernia, hingga text neck syndrome.

Beberapa tanda bahwa Anda menderita text neck syndrome akibat telalu banyak menunduk, yakni:

  • Leher kaku: ditandai dengan kesulitan menggerakkan leher, terutama saat ingin menoleh ke kanan dan kiri, setelah Anda menunduk ke arah layar ponsel dalam jangka waktu lama.
  • Rasa sakit seperti ditusuk-tusuk: rasa sakit ini biasanya terjadi di leher bagian bawah.
  • Kaku otot: biasa terjadi di area leher.
  • Rasa sakit yang merembet ke bagian lain, mulai dari leher turun ke bahu, bahkan lengan.
  • Rasa lemah dan kebas: terutama pada otot bahu.
  • Sakit kepala: kadang kala, rasa sakit pada leher dapat memengaruhi saraf yang terhubung ke kepala sehingga timbul sakit kepala tegang akibat penegangan otot leher.

Apa yang bisa Anda lakukan?

Untuk meminimalisir bahaya menunduk ini, Anda tidak harus sepenuhnya lepas dari gawai. Sebaliknya, kurangi waktu yang Anda habiskan untuk menatap layar telepon pintar Anda, terutama dalam posisi menunduk. Bila perlu, lakukan olahraga ringan di rumah, pijat seluruh badan, atau temui terapis yang mumpuni. 

Jangan sepelekan masalah kesehatan akibat menunduk terlalu lama. Text neck syndrome yang parah dapat mengakibatkan komplikasi berupa kerusakan saraf dan otot permanen hingga berkurangnya kapasitas oksigen di paru-paru.

Healthline. https://www.healthline.com/health/fitness-exercise/text-neck-treatment
Diakses pada 19 November 2019

Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/text-neck-is-smartphone-use-causing-your-neck-pain/
Diakses pada 19 November 2019

Kominfo RI. https://kominfo.go.id/content/detail/6095/indonesia-raksasa-teknologi-digital-asia/0/sorotan_media
Diakses pada 19 November 2019

Artikel Terkait