Hati-hati, Ini Bahaya Santan yang Perlu Anda Waspadai

(0)
10 May 2019|Asni Harismi
Bahaya santan dari masakan padangBahaya santan ternyata tak semengerikan yang disangka.
Anda mungkin sudah tidak asing dengan peringatan mengenai bahaya santan, apalagi jelang Hari Raya Idul Fitri. Kandungan santan dalam opor, gulai, maupun makanan khas Lebaran lainnya terlihat sangat menakutkan karena diklaim bisa membahayakan kesehatan.

Bahaya santan bagi kesehatan

Asal anggapan bahwa santan berbahaya mungkin datang akibat munculnya berbagai penyakit sehabis lebaran. Mulai dari timbangan yang melonjak, masalah pencernaan, hingga naiknya kadar kolesterol ketika dikonsumsi secara berlebihan, sayur bersantan dapat memicu beberapa masalah berikut ini:

1. Berat badan yang bertambah

Semakin kental santan, semakin tinggi pula kandungan lemak dan kalori yang terdapat di dalamnya. Dalam segelas santan saja saja, terkandung lebih dari 550 kalori.Sementara hidangan bersantan biasanya menggunakan lebih dari secangkir santan. Bayangkan saja apa yang terjadi bila Anda terlalu banyak mengonsumsi makanan bersantan tersebut, dengan kombinasi karbohidrat tinggi dari ketupat atau nasi putih, hal ini tentu bisa memicu lonjakan di angka timbangan Anda.Bila terus meningkat tanpa terkendali, berat badan berlebih kemudian bisa memicu beragam gangguan kesehatan. Misalnya, kolesterol tinggi, serangan jantung, maupun diabetes tipe 2.

2. Masalah pencernaan

Bahaya santan berikutnya bisa mengintai saluran pencernaan, terutama bagi Anda yang memiliki perut sensitif. Kandungan karbohidrat fermentasi yang terdapat dalam santan bisa mengakibatkan diare atau bahkan konstipasi.

3. Alergi

Meski kelapa digolongkan sebagai buah, kandungan nutrisi yang terdapat dalam santan mirip dengan kacang-kacangan. Oleh sebab itu, santan mungkin saja dapat menimbulkan alergi pada sebagian orang.Alergi santan memang tergolong langka, tapi Anda bisa dikategorikan menderita alergi ini jika mengalami sakit perut, mual, muntah, diare, iritasi di area sekitar mulut, tenggorokan sakit, mata perih, dan kemerahan di beberapa bagian kulit.Bila alergi termasuk sangat parah, reaksi anafilaksis bisa saja terjadi. Kondisi yang berpotensi mengancam jiwa ini umumnya ditandai dengan bengkak di beberapa bagian tubuh, mengi, maupun gatal yang tidak tertahankan.Meski begitu, Anda tak perlu menghindari makanan olahan yang terbuat dari santan sepenuhnya. Kuncinya adalah konsumsi yang secukupnya dan tetap imbangi dengan makanan sehat lainnya. Dengan ini, manfaat santan pun bisa Anda peroleh.

4. Tekanan darah tinggi dan gangguan jantung

Gangguan kesehatan pertama yang akan muncul akibat makanan bersantan adalah tekanan darah tinggi (hipertensi). Hal ini terjadi karena jumlah santan yang berlebih bisa memicu peningkatan kadar trigliserida dalam tubuh, yang merupakan salah satu jenis lemak yang berguna sebagai cadangan energi tubuh.Tekanan darah tinggi jika dibiarkan bisa berdampak pada penyumbatan arteri serta pembuluh darah. Peningkatan risiko gangguan jantung juga bisa terjadi karena santan dimasak dalam suhu tinggi dan berulang, dand memicu penumpukan lemak jahat dalam santan. 

5. Stroke ringan

Stroke ringan bisa terjadi akibat adanya pengendapan lemak jahat dalam tubuh, serta bisa menyumbat aliran darah dan pembuluh arteri. Jika tidak diimbangi dengan mengonsumsi mineral dan cairan yang cukup, kondisi ini akan menyebabkan stroke ringan. Sedangkan pada lansia, kondisi ini bisa memicu stroke berat.

6. Asam lambung meningkat

Jika Anda sedang berpuasa dan ingin berbuka dengan makanan bersantan, sebaiknya Anda mengganti pilihan tersebut karena efeknya bisa meningkatkan asam lambung, terutama jika Anda mengonsumsinya saat perut dalam keadaan kosong. Santan bisa menyulitkan lambung untuk mencerna makanan lain, dan memicu rasa nyeri di lambung pun tak terhindarkan.

Tak hanya bahaya santan, manfaatnya juga perlu dicatat 

Bahaya santan mungkin sudah sering didengar di masyarakat, namun tidak demikian dengan manfaat santan. Padahal, cairan dari hasil perasan daging kelapa ini juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh Anda.

1. Kaya akan vitamin dan mineral

Santan adalah cairan yang mengandung banyak kalori. Tapi apakah Anda tahu bahwa tak hanya nutrisi itu yang terkandung di dalamnya?Dalam segelas (240 gram) santan, terdapat beberapa vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh. Mulai dari protein, serat, vitamin C, folat, zat besi, magnesium, potasium, copper, mangan, hingga selenium. Mencengangkan, bukan?

2. Menaikkan kadar kolesterol baik (HDL)

Anda mungkin pernah mendengar bahwa salah satu bahaya santan adalah meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Ternyata anggapan ini tidak tepat.Dalam sebuah studi yang meneliti 60 pria dalam kurun 8 minggu, ditemukan bahwa mereka yang mengonsumsi santan justru mengalami penurunan kadar kolesterol jahat (LDL) lebih banyak dibanding mereka yang mengonsumsi susu kedelai.Santan juga terbukti menaikkan kadar lemak baik (HDL) sebanyak 18%. Angka ini lebih tinggi dibanding susu kedelai yang hanya menaikkan HDL sebesar 3%.Dalam studi lain, kandungan lemak jenuh dalam santan justru terlihat menaikkan kadar LDL, namun tetap saja kadar HDL naik. Dengan kata lain, studi terhadap bahaya santan dan hubungannya dengan kolesterol maupun lemak dalam tubuh masih perlu penelitian lebih lanjut.

3. Memperkecil ukuran tukak lambung dan memberantas virus maupun bakteri

Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi santan berpotensi menurunkan ukuran tukak lambung hingga 54%. Selain itu, lauric acid dalam santan juga diduga membunuh virus penyebab infeksi serta mengurangi inflamasi.Meski demikian, manfaat tersebut baru diuji pada hewan. Oleh sebab itu, membutuhkan penelitian lebih lanjut agar hasilnya lebih akurat.Dengan mengetahui bahaya dan manfaat santan di atas, Anda tidak perlu takut lagi untuk mengonsumsi berbagai hidangan bersantan ketika Hari Raya tiba. Tapi ada syaratnya, yaitu tidak boleh berlebihan. Dengan ini, bahaya santan bisa ditekan dan manfaat santan dapat diperoleh.
diarekolesterolkonstipasi
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/coconut-milk
Diakses pada 6 Mei 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323743.php
Diakses pada 6 Mei 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait