Bahaya Pod Vape bagi Kesehatan yang Perlu Anda Waspadai


Bahaya pod dan rokok elektrik secara keseluruhan adalah meningkatkan risiko penyakit berbahaya, seperti gangguan paru-paru, gangguan jantung, hingga penyakit kanker.

(0)
09 Nov 2020|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Bahaya pod adalah meningkatkan risiko penyakit berbahayaPod vape punya sejumlah bahaya bagi kesehatan
Pernah mendengar istilah pod vape? Pod vape atau pod adalah salah satu tipe rokok elektrik yang digunakan untuk mengisap nikotin melalui corong yang tersambung ke badan alat dengan magnet. Meski rokok elektrik digadang-gadang lebih sehat dari rokok konvensional, ada bahaya pod yang perlu Anda ketahui.Pod merupakan generasi terbaru rokok elektrik yang didesain untuk menyediakan lebih banyak nikotin dengan tenaga yang lebih sedikit ketimbang jenis-jenis rokok elektrik lainnya. Pod dapat diisi ulang dengan garam nikotin dengan berbagai tingkatkan yang berbeda, biasanya sekitar 2,5 persen dan jumlah maksimalnya adalah 6 persen.Karena dianggap sebagai pengganti rokok yang ‘lebih sehat’, banyak orang tertarik untuk mulai menggunakan pod. Bahkan, kini tidak sedikit remaja dan dewasa muda yang mulai mencoba pod vape.

Bahaya pod

Asap rokok elektrik seperti pod memang tidak setajam asap rokok bakar. Aromanya pun lebih mudah ditoleransi oleh orang-orang yang tidak merokok. Namun rupanya, ada bahaya pod yang dapat mengancam jiwa penggunanya.

1. Meningkatkan risiko gangguan paru

Hingga saat ini, belum ada penelitian mengenai keterkaitan secara mendalam mengenai bagaimana bahaya rokok elektrik menyebabkan penyakit paru-paru. Namun, laporan pengguna pod vape yang mengalami penyakit ini terus bertambah.Dikutip dari Health Harvard, Center of Disease Control (CDC) Amerika Serikat melaporkan adanya peningkatan gangguan paru pada pengguna rokok elektrik seperti pod. Khususnya pada pengguna yang berusia remaja dan dewasa muda.Para peneliti meyakini bahwa gangguan paru akibat pod vape lebih dikarenakan kandungan cairannya ketimbang infeksi. Gangguan paru kemungkinan diakibatkan oleh alergi, iritasi bahan kimia yang digunakan, atau reaksi imun tubuh terhadap berbagai uap bahan kimia yang dihisap.

2. Meningkatkan risiko gangguan jantung

Sebuah penelitian di tahun 2019 menunjukkan bahwa cairan aerosol pada rokok elektrik mengandung partikulat, agen oksidasi, aldehida, dan nikotin. Jika dihisap, kandungan nikotin dan zat kimia lainnya ini dapat menyebabkan gangguan jantung dan sistem peredaran darah.Penelitian lainnya memperkuat dugaan ini dengan laporan adanya peningkatan detak jantung pada pengguna rokok elektrik bernikotin seperti pod. Selain itu, bahaya pod bernikotin juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi sehingga dapat menyebabkan gangguan jantung dalam jangka panjang.Salah satu pabrikan pod yang ramai di pasaran bahkan memiliki kandungan nikotin yang sangat tinggi. Mereka menyatakan salah satu produknya memiliki kandungan nikotin yang sama seperti satu bungkus rokok.

3. Mengganggu kesehatan mulut dan gigi

Tidak hanya pada paru-paru dan jantung, bahaya pod juga memengaruhi kesehatan gigi dan mulut. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pod vape dapat menyebabkan permukaan gigi lebih rawan terhadap pertumbuhan bakteri.Selain itu, rokok elektrik juga dikaitkan dengan peradangan gusi sekaligus memicu terjadinya iritasi pada gusi, mulut, dan tenggorokan. Baik rokok elektrik yang bebas nikotin atau mengandung nikotin seperti pod, sama-sama memiliki risiko merusak sel dan jaringan mulut.    

4. Merusak kesehatan sel

Bahaya pod bagi sel-sel dalam tubuh juga tidak sedikit. Berikut adalah beberapa di antaranya:
  • Disfungsi sel
  • Stres oksidatif
  • Kerusakan pada DNA
  • Mengganggu perkembangan otak. Bahaya ini muncul pada pengguna pod bernikotin yang berusia di bawah 25 tahun.
Disfungsi sel, stres okidatif, dan kerusakan pada DNA adalah tiga faktor bahaya POD yang juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker.       

Hal yang harus Anda perhatikan

Bahaya rokok elektrik seperti pod memang tidak sebanyak bahaya rokok konvensional. Namun, bukan berarti rokok elektrik benar-benar bebas risiko gangguan kesehatan.Jika Anda memutuskan untuk menggunakan rokok elektrik, ada beberapa tips yang dapat bermanfaat meminimalisir risiko bahayanya:
  • Perhatikan kandungan di dalam rokok elektrik. Pastikan tidak ada kandungan kimia berbahaya.
  • Sebaiknya hindari rokok elektrik yang mengandung nikotin seperti pod. Kecuali, Anda ingin menggunakan pod sebagai transisi dari rokok konvensional. Menggunakan pod dengan kandungan nikotin yang dikurangi sedikit demi sedikit dapat membantu.
  • Hindari rokok elektrik dengan tambahan rasa untuk meminimalisir kandungan bahan kimia.
  • Banyak minum air untuk menghindari gangguan mulut.
  • Rajin menggosok gigi agar kesehatan gigi dan mulut dapat terjaga.
Apabila setelah menggunakan pod atau rokok elektrik lainnya Anda merasakan gejala-gejala yang tidak biasa, segera berkonsultasi dengan dokter. Khususnya, jika Anda telah memiliki riwayat medis seperti asma. Stroke, atau masalah kesehatan lainnya.Jika Anda punya pertanyaan seputar bahaya rokok elektrik, Anda bisa bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
bahaya rokok elektrikbahaya asap rokok
Healthline. https://www.healthline.com/health/is-vaping-bad-for-you
Diakses 27 Oktober 2020
Health Harvard. https://www.health.harvard.edu/blog/can-vaping-damage-your-lungs-what-we-do-and-dont-know-2019090417734
Diakses 27 Oktober 2020
Vox, https://www.vox.com/science-and-health/2019/3/28/18277658/vaping-health-effects-vs-smoking
Diakses 27 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait