Bahaya PFAS alias Forever Chemicals dalam Produk Kosmetik yang Kita Gunakan


Sebuah studi terbaru yang dirilis University of Notre Dame mengungkapkan bahwa sekitar separuh dari 231 produk kosmetik yang mereka teliti mengandung bahan kimia berbahaya bernama PFAS. Bahan kimia ini telah dikaitkan dengan sejumlah masalah kesehatan, misalnya kanker dan penyakit tiroid.

0,0
28 Jul 2021|Aby Rachman
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
PFAS adalah bahan kimia berbahaya yang ditemukan dalam banyak kosmetikAda bahan kimia berbahaya dalam produk kosmetik yang Anda gunakan sehari-hari
Sebuah studi terbaru yang dirilis oleh University of Notre Dame dalam American Chemical Society menunjukkan bahwa ratusan produk makeup dan perawatan diri di Amerika Serikat dan Kanada terbukti mengandung zat kimia PFAS alias forever chemicals yang dikaitkan dengan sejumlah penyakit.Senyawa kimia bernama lengkap per- and polyfluoroalkyl substances ini ditemukan dalam banyak jenis produk kosmetik, seperti foundation, maskara, lipstik, eyeliner, concealer, lip balm, lip brush, kutek, dan berbagai produk lainnya.Studi ini lebih jauh mengklasifikasikan produk-produk yang paling banyak mengandung PFAS, yakni maskara waterproof (85 persen dari produk yang diuji terbukti mengandung PFAS), foundation (63 persen), dan lipstik (62 persen).Yang mengherankan sekaligus mengkhawatirkan adalah sekitar 88 persen dari produk yang diuji oleh tim peneliti University of Notre Dame tidak mencantumkan informasi mengenai senyawa kimia ini dalam label produknya.

Apa itu PFAS?

PFAS adalah sebuah kelas dari sekitar 9000 bahan kimia yang digunakan untuk membuat berbagai macam produk sehari-hari, mulai dari kemasan makanan, pakaian, hingga kosmetik. Bahan kimia berbahaya dalam kosmetik ini sering digunakan untuk meningkatkan daya tahan, daya sebar, hingga membuat produk tahan air.Pemberian nama beken PFAS, yaitu forever chemicals alias ‘zat kimia selamanya’, juga bukan tanpa sebab. Predikat ini disematkan karena PFAS tidak terurai secara alami dan telah terbukti dapat berakumulasi dalam tubuh manusia.PFAS bisa masuk ke dalam tubuh manusia lewat berbagai produk kosmetik yang diaplikasikan pada mata dan bibir. Lokasi pemakaian ini sangat dekat dengan saluran air mata dan selaput lendir sehingga PFAS bisa mudah diserap ke dalam aliran darah.Dilansir dari Guardian, tim peneliti dari University of Notre Dame bahkan terkejut dengan banyaknya temuan PFAS dalam kosmetik. Lebih jauh lagi, mereka menjelaskan bahwa penggunaan berbagai kosmetik ini secara rutin pada kulit dapat meningkatkan potensi paparan PFAS secara signifikan.Meskipun dampak PFAS terhadap kesehatan masih terus dipelajari hingga saat ini, semakin banyak bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa PFAS atau forever chemicals berpotensi menimbulkan risiko serius bagi kesehatan manusia.

Potensi risiko PFAS terhadap kesehatan

Sejauh ini, PFAS telah dikaitan dengan sejumlah masalah kesehatan, mulai dari cacat lahir pada bayi, penyakit hati, penyakit tiroid, penurunan sistem kekebalan tubuh, gangguan hormon, kanker, dan serangkaian masalah kesehatan serius lainnya.Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) juga menunjukkan bahwa paparan PFAS yang tinggi memiliki hubungan dengan kanker, kerusakan hati, penurunan kesuburan, hingga risiko yang lebih tinggi terhadap penyakit asma dan tiroid.Meski terbukti berbahaya bagi kesehatan, nampaknya sulit bagi kita sebagai konsumen untuk menghindari paparan PFAS karena banyak perusahaan produsen kosmetik tidak mencantumkan zat kimia ini dengan jujur dalam kemasannnya.Masih berdasarkan studi yang sama dari University of Notre Dame, PFAS dalam produk-produk kosmetik kerap dicantumkan sebagai "wear-resistant" (tahan aus), "long-lasting" (tahan lama), dan "waterproof" (tahan air).

Jadi, bagaimana caranya menghindari paparan PFAS?

Untungnya, menghindari paparan PFAS dari kosmetik atau berbagai produk sehari-hari lainnya tidaklah mustahil.Sebab, berdasarkan data studi dari Universitas Notre Dame, separuh produk yang diteliti tidak terbukti mengandung PFAS. Hal ini membuktikan bahwa masih ada pilihan produk yang tidak mengandung bahan kimia berbahaya dalam kosmetik ini.Anda juga bisa meminimalisir risiko PFAS dengan memeriksa kemasan kosmetik yang ingin dibeli. Dilansir dari Healthline, Anda disarankan untuk menghindari produk-produk yang mengandung kata-kata 'PTFE' atau 'perfluoro' pada bahan bakunya. Akan tetapi, lagi-lagi tidak semua produsen kosmetik mencantumkan hal ini.Selain itu, Anda bisa memeriksa daftar produk-produk kosmetik yang bebas racun atau bahan kimia berbahaya yang dirilis oleh Environmental Working Group (EMG) di sini. EMG telah mengulas lebih dari 74.000 produk dan lebih dari 18.000 di antaranya digolongkan bebas dari bahan-bahan kimia yang mengkhawatirkan.Meski mungkin belum benar-benar lengkap, setidaknya daftar ini bisa jadi bekal Anda untuk mengurangi paparan PFAS yang berpotensi berbahaya.Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
perawatan kulitkosmetik
CDC. https://www.atsdr.cdc.gov/toxprofiledocs/index.html?id=1117&tid=237
Diakses pada 14 Juni 2021
EWG. https://www.ewg.org/ewgverified/
Diakses pada 14 Juni 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health-news/study-finds-forever-chemicals-in-nearly-half-of-cosmetics-tested#The-bottom-line
Diakses pada 14 Juni 2021
The Guardian. https://www.theguardian.com/fashion/2021/jun/15/pfas-makeup-forever-chemicals?CMP=Share_AndroidApp_Other
DIakses pada 14 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait