Tak hanya mengganggu penampilan, bahaya perut buncit merupakan sinyal tubuh mengalami penyakit tertentu
Ketika seseorang memiliki berat badan berlebih, salah satu tandanya adalah perut buncit

Tak hanya dapat mengganggu penampilan bagi sebagian orang, perut buncit juga bisa jadi sinyal seseorang menderita penyakit tertentu. Bahaya perut buncit beragam mulai dari masalah alergi laktosa, jarang berolahraga, hingga yang lebih serius seperti kanker. 

Ada dua jenis lemak yang menyebabkan perut buncit, yaitu lemak viseral yang mengelilingi organ dan lemak subkutan yang ada di bawah permukaan kulit.

Biasanya, komplikasi masalah kesehatan lebih rentan terjadi apabila perut buncit disebabkan oleh lemak viseral. 

Apa bahaya perut buncit?

Ketika seseorang memiliki berat badan berlebih, salah satu tandanya adalah perut buncit. Salah satu bahaya perut buncit adalah bisa menyebabkan penyakit lainnya seperti:

  • Serangan jantung
  • Tekanan darah tinggi
  • Stroke
  • Diabetes tipe 2
  • Asma
  • Kanker usus
  • Kanker payudara
  • Alzheimer dan demensia

Untuk tahu apakah perut buncit berbahaya atau tidak, perlu diobservasi pula gejala lain yang mengiringi. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai adalah:

  • Berat badan turun drastis

Perlu khawatir apabila berat badan turun hingga 10% dari total berat badan meski Anda tidak melakukan diet atau olahraga tertentu. Bisa jadi, hal ini mengindikasikan ada tumor yang menekan usus sehingga seseorang mudah merasa kenyang meski baru makan sedikit.

  • Asites

Gejala lain bahaya perut buncit adalah asites atau penumpukan cairan di rongga perut. Biasanya, asites disebabkan penyakit liver, kenaikan berat badan drastis, dan juga kanker. Apabila orang tersebut menderita penyakit hati, mata dan kulit bisa terlihat kekuningan.

  • Nyeri perut

Rasa nyeri pada perut hingga mual dan muntah juga bisa mengindikasikan adanya jaringan parut atau tumor di perut. Untuk menghindari komplikasi, harus segera dilakukan tindakan medis. 

Penyebab perut buncit

Ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang memiliki perut buncit. Biasanya, berkaitan erat dengan gaya hidup atau pola makan yang tidak tepat. Apa saja?

  • Terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman dengan kadar gula tinggi
  • Terlalu banyak konsumsi alkohol
  • Jarang berolahraga sehingga kalori tidak terbakar
  • Stres yang membuat orang makan kalori lebih banyak
  • Genetik 
  • Kualitas tidur buruk
  • Merokok  

Melihat beberapa penyebab perut buncit di atas, jelas terlihat ada keterkaitan erat antara gaya hidup dengan membuncitnya perut. Jika hal ini terus menerus dilakukan dalam jangka panjang, maka bisa saja menyebabkan bahaya perut buncit benar-benar terjadi.

Cara menghilangkan perut buncit

Lemak di bagian perut adalah salah satu yang paling sulit dibakar. Itulah mengapa, menerapkan cara menghilangkan perut buncit tentu harus dilandasi komitmen dan kedisiplinan. 

Perubahan yang bisa dilakukan di antaranya:

1. Pola makan lebih baik

Sebisa mungkin, bangun pola makan yang lebih sehat untuk bisa mencapai berat badan ideal. Tak hanya berkhasiat mengurangi perut buncit saja, memperbaiki pola makan juga berdampak positif bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Hindari makanan dan minuman dengan kadar gula terlalu tinggi, makanan berlemak, dan juga karbohidrat olahan yang memiliki kadar nutrisi rendah. Perbanyak pula konsumsi buah, sayuran, protein, dan karbohidrat kompleks.

2. Kurangi alkohol

Menjalani gaya hidup lebih sehat juga harus diiringi dengan mengurangi konsumsi alkohol. Terlebih, minuman beralkohol juga kerap mengandung pemanis buatan yang dapat menyebabkan berat badan naik.

3. Aktif berolahraga

Tak perlu pasang target berlebihan, yang terpenting adalah aktif berolahraga selama 30 menit setiap harinya. Kombinasikan olahraga kardiovaskular dengan olahraga berintensitas tinggi untuk mengurangi perut buncit.

4. Banyak berjemur

Rupanya, banyak berjemur di pagi hari saat matahari kaya akan vitamin D juga dapat membantu seseorang mencapai berat badan ideal. Selain itu, fungsi metabolisme tubuh juga bisa menjadi semakin optimal.

5. Kurangi stres

Ketika seseorang stres, hormon kortisol akan menjadi lebih dominan dan menyimpan cadangan lemak di bagian tubuh tertentu, termasuk perut. Untuk itu, hindari stres dengan melakukan apa yang disukai seperti yoga, meditasi, berolahraga, atau kegiatan produktif lainnya.

6. Perbaiki pola tidur

Waktu tidur adalah hal esensial bagi setiap orang. Durasi tidur yang terlalu singkat dapat menyebabkan berat badan seseorang jadi naik. Untuk itu, pastikan selalu mengupayakan pola tidur sehat sehingga tubuh bisa beristirahat maksimal.

Bahaya perut buncit bisa dicegah lewat gaya hidup dan pola makan yang lebih sehat. Tak hanya membuat tubuh lebih bugar, hal ini juga bisa menjaga kesehatan tubuh untuk jangka panjang.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323309#takeaway
Diakses 12 Februari 2020

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/columns/health-answers/seriously-bloated-warning-signs-you-shouldnt-ignore/
Diakses 12 Februari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/abdomen-swollen#causes
Diakses 12 Februari 2020

Artikel Terkait