Waspadai Bahaya Mengantuk Terus-menerus terhadap Otak Anda

Penyebab ngantuk terus biasanya disebabkan oleh masalah tidur, bahaya kantuk juga dapat menyerang otak Anda
Rasa mengantuk terus-menerus bisa mengindikasikan adanya masalah tidur

Apakah Anda sering merasa mengantuk? Rasa kantuk dapat disebabkan oleh hal-hal umum, seperti kurang tidur di malam hari, bergadang hingga larut malam, atau perubahan jadwal tidur. Tetapi apabila mengantuk dirasakan secara terus-menerus, mungkin badan Anda sedang memberikan sinyal ada sesuatu yang tidak beres.

Penyebab ngantuk terus-menerus tidak hanya masalah kebiasaan dan perilaku saja, tetapi juga dapat disebabkan oleh penyakit gangguan tidur. Beberapa gangguan tidur yang sering menyebabkan kantuk terus-menerus, yaitu sleep apnea, insomnia, restless leg syndrome, gangguan tidur ritme sirkadian, dan hipersomnia.

Rasa kantuk yang berat dan dirasakan terus-menerus mampu berdampak pada kehidupan sehari-hari, seperti:

  • Merasa sulit untuk bangun di pagi hari
  • Merasa ngantuk di siang hari
  • Tidur siang atau istirahat tidak menghilangkan rasa kantuk
  • Hilangnya selera makan
  • Kesulitan untuk berpikir atau mengingat
  • Merasa gelisah dan mudah marah

Seringkali rasa kantuk tidak dirasakan sebagai kantuk, tetapi dirasakan sebagai kelelahan (fatigue).

Bahaya Kantuk Terhadap Otak

Tidur tidak hanya masalah istirahat saja. Otak kita terus bekerja selama tidur, menjalankan fungsi-fungsi penting. Jika dibiarkan dan berlangsung lama, rasa kantuk terus-menerus tidak hanya berdampak pada aktivitas sehari-hari saja, tetapi juga dapat mengganggu fungsi otak dan menurunkan produktivitas.

1. Kantuk Memperlambat Proses Berpikir

Rasa kantuk membuat seseorang sulit untuk memusatkan perhatian dan mengambil keputusan. Kemampuan berpikir secara logis menurun sehingga sulit bagi Anda untuk mengerjakan tugas yang kompleks dan membutuhkan analisis.

2. Kantuk Mengganggu Ingatan

Saat tidur, hubungan saraf yang menguatkan ingatan terbentuk sehingga informasi baru yang sudah kita peroleh di siang hari dapat disimpan dalam otak. Jika tidur Anda kurang panjang, atau Anda sering terbangun di malam hari, proses pembentukan ingatan ini terganggu. Sulit berkonsentrasi akibat rasa kantuk juga semakin menghambat pembentukan ingatan karena hanya informasi yang Anda dapatkan dengan konsentrasi penuh saja yang dapat diingat sebagai memori jangka pendek.

3. Kantuk Membuat Proses Belajar Sulit

Rasa kantuk mengganggu konsentrasi dan ingatan, padahal keduanya sangat penting dalam proses belajar. Pada anak-anak, rasa kantuk dapat menyebabkan hiperaktivitas yang juga mengganggu proses belajar.

4. Kantuk Memperlambat Waktu Reaksi

Kegiatan seperti menyetir membutuhkan waktu reaksi yang cepat. Rasa kantuk yang kronis memperlambat waktu reaksi ini, dan dapat berakibat fatal, tidak hanya bagi Anda, tetapi bagi orang lain juga. Setidaknya 1 dari 3 pengemudi mengaku sempat tertidur ketika menyetir.

5. Kantuk Berdampak pada Kesehatan Mental

Orang yang mengantuk terus-menerus akan merasa mudah marah dan sensitif sehingga kemampuannya untuk menghadapi stres berkurang. Dampak lebih lanjutnya adalah hipersomnia karena kurang tidur dapat menyebabkan depresi. Mungkin ini juga yang menjadi penyebab seringnya kita lihat orang bertengkar di tengah-tengah kemacetan ibukota.

Rasa kantuk memang normal. Namun jika berlebih dan dirasakan terus-menerus, kantuk ini bisa menjadi berbahaya, bahkan dapat mengganggu pekerjaan dan hubungan Anda dengan orang lain.

WebMD. https://www.webmd.com/sleep-disorders/sleep-apnea-daytime-sleepiness#1.
Diakses pada Mei 2019

Hershner SD, Chervin RD. Causes and consequences of sleepiness among college students. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4075951/
Diakses pada Mei 2019

Murray BJ. A practical approach to excessive daytime sleepiness: a focused review. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4904525/
Diakses pada Mei 2019

WebMD. https://www.webmd.com/sleep-disorders/features/emotions-cognitive#1
Diakses pada Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed