Bahaya Penyakit TORCH pada Ibu Hamil, Bisa Sebabkan Bayi Lahir Cacat

(0)
Penyakit TORCH merupakan beberapa jenis infeksi yang dapat membahayakan ibu hamil dan janin dalam kandunganJika ibu hamil terinfeksi salah satu penyakit TORCH, bayi dalam kandungan juga berisiko mengalami masalah kesehatan yang sama
Penyakit TORCH mungkin hanya terdengar seperti satu masalah kesehatan saja. Padahal, TORCH merupakan gabungan dari sejumlah infeksi. Penyakit TORCH sendiri merupakan akronim dari Toxoplasmosis (toksoplasmosis), Other agents (infeksi seperti HIV dan sifilis), Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes simplex.Jika Anda terkena salah satu infeksi TORCH saat hamil, bayi yang ada di dalam kandungan nantinya dapat berisiko mengalami masalah kesehatan serupa. Ketika penyakit tersebut menginfeksi ibu hamil, organ tubuh bayi dalam kandungan kemungkinan tidak akan berkembang dengan baik.

Mengenal infeksi yang tergolong penyakit TORCH

Penyakit TORCH merupakan singkatan dari beberapa infeksi. Infeksi-infeksi yang tergolong dalam penyakit TORCH, di antaranya:
  • Toksoplasmosis 

Tergolong langka, hadirnya toksoplasmosis disebabkan oleh infeksi parasit yang masuk ke dalam tubuh lewat mulut. Parasit ini berasal dari makanan seperti telur maupun daging yang tidak dimasak matang secara sempurna. Selain itu, sumber lain yang juga menjadi tempat tinggal parasit ini adalah kotoran kucing dan lalat.Jika sampai menginfeksi bayi dalam kandungan, toksoplasmosis bisa menyebabkan kerusakan otak, peradangan pada mata yang berujung pada kebutaan, keterlambatan menggunakan otot motorik, kejang, hingga hidrosefalus.
  • Rubella

Disebabkan oleh virus, penderita rubella kebanyakan tidak mengalami gejala apa pun, namun bisa saja mengalami gejala ringan seperti demam, sakit tenggorokan, dan ruam. Apabila terinfeksi rubella saat hamil, Anda bisa saja mengalami keguguran. Selain itu, muncul juga kemungkinan bahwa bayi dalam kandungan akan lahir dengan kondisi cacat.
  • Cytomegalovirus

Dikenal sebagai CMV, infeksi yang diakibatkan oleh virus herpes ini sebenarnya dapat sembuh sendiri dengan cepat. Namun, masalah serius akan muncul jika Anda terinfeksi CMV saat hamil. Menurut studi, sebanyak 1 dari 5 bayi yang mengidap CMV sejak lahir akan mengalami masalah kesehatan seperti kehilangan pendengaran dan penglihatan, penyakit kuning, gangguan pada paru-paru, lemahnya otot, hingga cacat mental.
  • Herpes simplex

Infeksi ini biasanya ditularkan ibu ke bayi selama proses persalinan. Namun, ada juga kemungkinan bayi terinfeksi herpes simplex ketika masih berada di dalam kandungan. Gejalanya biasanya baru akan muncul pada minggu kedua setelah bayi lahir, seperti, kejang, kerusakan otak, dan masalah pernapasan.
  • Infeksi lain

Masih ada sejumlah infeksi yang masuk ke dalam golongan penyakit TORCH. Infeksi-infeksi tersebut di antaranya adalah cacar air (varicella), virus Epstein-Barr, hepatitis B dan C, HIV, parvovirus B19, campak, gondok/gondong, dan sifilis yang penularannya bisa terjadi saat hamil maupun ketika proses persalinan.Maka dari itu, pemeriksaan penyakit TORCH perlu dilakukan sebelum merencanakan kehamilan maupun saat sedang hamil. Apabila mendapati adanya salah satu dari infeksi di atas, dokter akan melakukan upaya pencegahan supaya bayi dapat lahir dengan normal.

Cara mengetahui adanya penyakit TORCH dalam tubuh

Pemeriksaan TORCH sangat penting dilakukan oleh ibu hamil
Pemeriksaan saat hamil penting dilakukan untuk mencegah komplikasi penyakit pada bayi
Untuk mengetahui adanya penyakit ini, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan TORCH melalui darah. Bagi yang berencana hamil atau sedang mengandung, pemeriksaan ini sangatlah penting mengingat infeksi dapat ditularkan dari ibu ke bayi selama masa kehamilan. Pemeriksaan ini dilakukan supaya dokter dapat melakukan pengobatan sehingga dapat mencegah terjadinya komplikasi ketika bayi lahir.Dalam proses pemeriksaan, dokter akan melakukan penelusuran terhadap antibodi pada tubuh yang berguna untuk membunuh virus maupun bakteri berbahaya. Antibodi-antibodi tersebut, di antaranya:
  • Imunoglobulin G (IgG): IgG merupakan antibodi yang muncul ketika Anda pernah terkena infeksi di masa lalu dan saat ini sudah tidak mengalaminya kembali.
  • Imunoglobulin M (IgM): IgM adalah antibodi yang muncul saat Anda mengalami infeksi yang parah.
Melalui dua antibodi ini, dokter akan melihat riwayat gejala penyakit yang pernah dialami pasien dan menilai apakah bayi dalam kandungan telah terinfeksi atau belum.

Bagaimana mencegah agar tidak terinfeksi penyakit TORCH?

Melakukan vaksin saat hamil dapat mencegah infeksi penyakit TORCH
Vaksin penting dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit TORCH
Sebagai langkah untuk mencegah infeksi pada masa kehamilan, edukasi mengenai pentingnya vaksin campak, rubella, dan varicella perlu diberikan kepada wanita yang mempunyai rencana untuk hamil. Ketika tengah mengandung, ibu hamil harus menghindari kontak dengan orang-orang yang terinfeksi virus, serta rajin mencuci tangan ketika hendak makan atau berkontak dengan hewan peliharaan maupun anak-anak.Jika merasa telah terkena paparan penyakit TORCH, Anda disarankan untuk langsung pergi ke rumah sakit supaya segera mendapatkan penanganan dokter. Selain itu, ibu hamil juga diminta untuk menghindari pergi ke kawasan yang tengah terserang wabah penyakit.

Catatan dari SehatQ

Penyakit TORCH sangatlah berbahaya, terutama pada ibu hamil, karena dapat menular ke bayi dalam kandungan. Guna memastikan ada tidaknya penyakit TORCH dalam tubuh, lakukanlah pemeriksaan terlebih dahulu sebelum berencana untuk hamil. Ketika Anda merasa terkena paparan infeksi, segera pergi ke dokter untuk mendapatkan penanganan.
menjaga kehamilantoksoplasmosismasalah kehamilancytomegalovirusrubella
DermNet NZ. https://dermnetnz.org/topics/torch-infections/
Diakses pada 13 Agustus 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/torch-screen#risks
Diakses pada 13 Agustus 2020
WebMD. https://www.webmd.com/children/what-is-torch-syndrome
Diakses pada 13 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait