Bahaya penyakit miom dapat menyebabkan komplikasi bagi penderitanya
Miom tumbuh pada dinding rahim

Bahaya dari penyakit miom bisa menghantui wanita manapun, tanpa terkecuali. Miom atau fibroid rahim sejatinya merupakan tumor jinak yang terdapat dalam rahim. Meski jarang berkembang menjadi kanker, tumor ini dapat memicu komplikasi yang serius.

Bahaya penyakit miom akibat komplikasinya

Salah satu komplikasi miom adalah infertilitas

Miom atau polip rahim yang tidak diobati berpotensi merugikan kesehatan penderitanya. Komplikasi yang dapat timbul akibat penyakit ini meliputi:

1. Masalah kesuburan atau infertilitas

Infertilitas adalah ketidakmampuan seorang wanita untuk hamil. Komplikasi ini dapat terjadi jika miom tidak segera diobati dan semakin membesar dalam rahim.

Terkadang, polip rahim dapat menghambat sperma untuk mencapai sel telur. Sebagai akibatnya, pembuahan pun tidak bisa terjadi. Selain itu, fibroid rahim juga dapat mencegah sel telur yang sudah dibuahi untuk menempel ke dinding rahim, sehingga kehamilan pun takkan terjadi.

2. Masalah selama kehamilan

Jika miom terjadi pada saat Anda sedang hamil, miom terkadang dapat menyebabkan munculnya masalah tertentu. Mulai dari mengganggu tumbuh kembang bayi hingga kesulitan selama proses persalinan.

Miom yang membesar dan menghalangi leher rahim (serviks) bisa membuat Anda harus menjalani operasi caesar ketika melahirkan. Pasalnya, jalur lahir telah tertutup oleh keberadaan miom.

Ketika wanita hamil tidak mengobati miom yang dialaminya, ia mengalami sakit perut selama masa kehamilan dan berisiko lebih besar untuk melahirkan secara prematur.

Walau jarang terjadi, fibroid rahim juga dapat menyebabkan keguguran. Khususnya, pada 23 minggu pertama masa kehamilan.

Oleh sebab itu, bila mengalami gejala miom atau tanda-tanda yang mencurigakan, segera periksakan kondisi Anda ke dokter.

Gejala miom yang umum dan yang perlu pemeriksaan dokter

Miom dapat menyebabkan gejala darah haid yang berlebihan

Tidak semua wanita merasakan gejala dari penyakit miom, sehingga miom sulit terdeteksi. Bila ada pun, gejala miom umumnya berupa:

  • Haid dengan volume darah yang banyak, dengan durasi yang lebih dari seminggu.
  • Lebih sering buang air kecil.
  • Buang air kecil yang terasa tidak tuntas.
  • Sembelit.
  • Rasa sakit atau tekanan pada panggul.
  • Sakit punggung.
  • Nyeri pada kaki.

Karena gejalanya kerap mirip dengan gangguan medis lain, fibroid rahim sering tidak disadari oleh penderitanya. Anda tidak boleh lengah dan sebaiknya segera memeriksakan ke dokter, terutama bila mengalami gejala-gejala berikut:

  • Menstruasi yang berlangsung dengan jangka waktu yang lama, perdarahan yang berlebihan, dan terasa menyakitkan.
  • Sakit pada bagian panggul yang tak kunjung hilang dan sering muncul secara tiba-tiba.
  • Muncul bercak darah atau perdarahan di antara siklus haid.
  • Terus mengalami anemia.
  • Mengalami pendarahan hebat dari vagina.

Proses diagnosis dan cara mengobati miom

Miom bisa diangkat melalui proses operasi

Diagnosis miom bisa dipastikan dengan USG dan MRI. Dokter akan menentukan jenis pemeriksaan mana yang perlu Anda jalani.

Setelah miom terdiagnosis secara positif, dokter umumnya akan memberikan pengobatan yang sesuai dengan ukuran miom, umur penderita, dan kondisi kesehatan penderita secara keseluruhan.

Dokter juga mungkin saja menggabungkan beberapa prosedur pengobatan miom yang dapat dilakukan dengan cara-cara di bawah ini:

  • Pemberian obat-obatan

Dokter dapat meresepkan obat-obatan yang dapat mengecilkan ukuran miom dan mengatur kadar hormon pada tubuh penderita. Misalnya, obat untuk menurunkan kadar estrogen dan progesteron, sehingga akan mengecilkan miom.

Namun perlu diingat bahwa obat tersebut juga memiliki efek samping berupa menstruasi yang akan terhenti. Haid biasanya akan kembali normal setelah Anda menghentikan konsumsi obat ini.

  • Tindakan operasi

Jika miom sudah semakin berkembang (seperti ukurannya yang sangat besar dan jumlahnya yang lebih dari satu), dokter akan menyarankan tindakan operasi yang meliputi:

  • Miomektomi yang dilakukan pada bagian perut yang mendekati lokasi rahim. Perut kemudian akan disayat agar dokter dapat mengangkat miom.
  • Laparoskopi. Operasi pengangkatan bisa pula dilakukan dengan invasi seminim mungkin, yaitu melalui prosedur laparoskopi. Ukuran sayatan pada prosedur ini reklatif lebih kecil, sehingga masa pemulihan akan lebih singkat.
  • Ablasi endometrial. Prosedur ini bisa menggunakan arus listrik, suhu panas, atau air panas untuk menghancurkan fibroid.
  • Myolysis untuk mengecilkan ukuran miom dengan aliran listrik atau laser.
  • Embolisasi arteri rahim yang akan memutuskan aliran darah ke fibroid dengan menyuntikkan partikel-partikel ke dinding rahim.

Meski demikian, operasi tidak dapat menjamin bahwa penderita akan terbebas dari miom untuk selamanya. Miom tetap dapat tumbuh kembali meski penderita sudah pernah menjalani tindakan operasi.

Selain pengobatan secara medis, ada pula beberapa cara penanganan miom yang alami dan tradisional guna mengurangi gejala-gejala yang mengganggu. Mulai dari akupuntur, yoga, pemijatan, penggunaan Gui Zhi Fu Ling Tang (GFLT) yang merupakan formula obat tradisional China, serta menempelkan bantal pemanas saat kram mendera.

Menerapkan perubahan pola makan tertentu juga dikatakan dapat membantu dalam mengecilkan miom. Misalnya, mengurangi konsumsi daging-dagingan maupun makanan yang tinggi kalori, dan menggantinya dengan sayuran hijau, ikan salmon dan tuna, serta bahan pangan yang tinggi flavonoid.

Walaupun tergolong sebagai tumor jinak, Anda sebaiknya waspada jika ada gejala yang mungkin mirip dengan tanda-tanda miom. Segera periksakan diri ke dokter kandungan agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat, sehingga tidak terancam bahaya penyakit miom.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/uterine-fibroids/symptoms-causes/syc-20354288
Diakses pada 7 Agustus 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/uterine-fibroids
Diakses pada 7 Agustus 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/fibroids/complications/
Diakses pada 7 Agustus 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed