Bahaya Penyakit Menular Seksual yang Bisa Muncul Saat Berhubungan Intim


Safe sex diartikan sebagai melakukan hubungan seksual hanya dengan satu pasangan (begitu pula pasangan Anda) dan Anda berdua tidak mengidap penyakit menular seksual. Namun, ada beberapa kondisi yang memungkinkan Anda terkena penyakit menular seksual tanpa melakukan hubungan seksual.

0,0
Penyakit menular seksualSafe sex diartikan sebagai melakukan hubungan seksual hanya dengan satu pasangan.
Penyakit menular seksual (PMS) adalah penyakit yang umumnya ditularkan melalui kontak dengan cairan tubuh yang terinfeksi saat hubungan seksual. Setidaknya ada 20 jenis penyakit menular seksual, beberapa di antaranya adalah herpes, gonorrhea, HIV/AIDS, chlamydia, sifilis, dan chancroid. Cara yang paling efektif untuk menghindari PMS adalah dengan mempraktikkan “safe sex”.
Dalam konteks pencegahan penyakit menular seksual, safe sex diartikan sebagai melakukan hubungan seksual hanya dengan satu pasangan, baik Anda maupun pasangan. Hubungan seksual pun harus dilakukan dengan kondisi sama-sama tidak mengidap PMS. Safe sex juga berarti mengambil langkah-langkah pencegahan sebelum dan sesudah berhubungan seksual.

Safe sex tetap berisiko

Ada beberapa hal yang berkaitan dengan safe sex dan dianggap aman, tapi sebenarnya tidak demikian. Dua hal yang tersebut dianggap aman oleh kebanyakan orang, namun juga berpeluang menjadi tidak aman. Berikut sejumlah fakta risiko melakukan aktivitas seksual dengan pasangan
  • Berciuman dianggap sebagai hal yang aman dalam menjalani hubungan. Tapi nyatanya, herpes dapat ditularkan melalui ciuman.
  • Penggunaan kondom disebut sebagai alat yang dapat mencegah penularan penyakit menular seksual. Banyak orang berpikir jika sudah memakai kondom, tidak mungkin terkena PMS. Sayangnya, kondom pun tidak melindungi Anda 100 persen. Salah memakai kondom, terlambat memakai, atau menggunakan kondom yang bocor masih bisa menularkan penyakit. Kondom juga tidak dapat mencegah PMS yang menular lewat kontak kulit.
Baca juga: Fakta dan Mitos Tentang Seks

Cara mencegah penyakit seksual

Walaupun setiap hubungan seksual memiliki risiko, bukan berarti safe sex tidak perlu dilakukan. Upaya pencegahan tetap lebih baik daripada tertular penyakit menular seksual. Berikut adalah lima cara yang dapat Anda praktikkan untuk menjalani hubungan seksual yang lebih aman.

1. Pikir matang-matang

Setia pada satu pasangan adalah kunci. Pikir matang-matang dan berulang-ulang jika Anda ingin memulai hubungan seksual dengan orang yang baru. Penting juga untuk menanyakan apakah pasangan seksual Anda mengidap atau pernah mengidap PMS atau menggunakan narkoba sebelumnya.

2. Gunakan kondom

Kondom perlu digunakan setiap berhubungan seksual, baik seks vaginal, oral, maupun anal. Walaupun Anda sudah menggunakan spermisida, tetap gunakan kondom sebagai pengaman. Tidak hanya pria, tetapi wanita juga dapat memakai kondom.Beberapa hal tentang kondom yang harus Anda perhatikan, antara lain:
  • Jangan menggunakan kondom bekas. Gunakan kondom baru setiap kali berhubungan. Pakai kondom sebelum memulai hubungan, bahkan sebelum bersentuhan kulit.
  • Gunakan kondom berbahan latex. Jika Anda alergi latex, gunakan kondom berbahan poliuretana.
  • Gunakan pelumas berbahan dasar air. Jangan gunakan vaseline atau hand lotion karena dapat merusak kondom.
  • Simpan kondom di tempat sejuk dan tidak terkena sinar matahari langsung. Jangan simpan kondom di dalam dompet lebih dari beberapa jam karena dapat merusak kondom tersebut.
  • Periksa kondom sebelum dipakai, perhatikan apakah ada kerusakan atau warnanya berubah.

3. Hindari alkohol dan obat-obatan terlarang

Alkohol dan obat-obatan terlarang dapat mendorong Anda untuk melakukan hubungan seksual berisiko tinggi.Baca juga: Penyakit Menular Seksual Ini Sering Tertular Melalui Seks Oral

4. Membersihkan alat kelamin

Setelah berhubungan, penting untuk membersihkan alat kelamin. Oleskan sabun yang ringan, kemudian membasuhnya sampai bersih dan mengeringkannya. Untuk wanita, douche tidak diperlukan karena justru dapat menyebarkan infeksi lebih dalam.

5. Perhatikan tubuh pasangan

Tidak hanya untuk tujuan erotis, tetapi penting untuk memerhatikan tubuh pasangan jika ada tanda-tanda PMS, seperti luka, kemerahan, lepuh, atau cairan yang tidak normal. Jjangan lupa untuk memeriksa tubuh sendiri juga.

6. Melakukan pemeriksaan rutin

Baik Anda dan pasangan perlu melakukan pemeriksaan rutin untuk mengetahui kondisi tubuh. Jika muncul gejala, Anda pun bisa mendapatkan penanganan dengan tepat.Baca juga: Hubungan Seks dan Jenisnya yang Berisiko Menularkan Penyakit

Catatan dari SehatQ

Penyakit menular seksual tetap bisa muncul biarpun Anda melakukan safe sex. Tetap jaga diri guna menurunkan risikonya dengan menggunakan kondom dan berhubungan hanya dengan satu pasangan. Jangan lupa lakukan tes rutin untuk mengetahui kondisi tubuh.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar penyakit menular seksual, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakit menular seksualchancroid
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/246491.php.
Diakses pada April 2019
Medline Plus. https://medlineplus.gov/sexuallytransmitteddiseases.html.
Diakses pada April 2019
WebMD. https://www.webmd.com/hiv-aids/safe-sex-preventing-hiv-aids-stds#1.
Diakses pada Mei 2019
Hopksin Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/safer-sex-guidelines.
Diakses pada Mei 2019
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/001949.htm.
Diakses pada Mei 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait