Bahaya Penggunaan Tali Masker yang Perlu Diwaspadai


Tali masker atau strap mask kini tengah menjadi aksesoris yang populer digunakan untuk memudahkan penggunanya memakai atau melepas masker. Namun, tahukah Anda bahaya di balik penggunaan tali untuk masker?

(0)
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Tali masker atau strap mask kini tengah menjadi aksesoris yang populerTali masker sering digunakan sebagai cara agar masker tidak diletakkan sembarangan
Tali masker atau strap mask kini tengah menjadi aksesoris yang populer digunakan oleh sebagian orang. Apakah Anda salah satu orang yang ikut menggunakannya?Penggunaan tali untuk masker biasanya dianggap sebagai salah satu cara agar masker tidak diletakkan sembarangan sehingga memudahkan aktivitas, seperti saat makan atau minum.Kendati demikian, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengungkapkan bahaya penggunaan tali masker sehingga menganjurkan masyarakat Indonesia untuk tidak menggunakannya. Mengapa demikian?

Bahaya penggunaan tali masker

Saat ini penggunaan tali masker memang sedang menjadi tren di kalangan masyarakat Indonesia.Terlebih, sudah banyak tali masker yang dijual secara offline maupun online dengan berbagai macam model menarik dan modis.Mulai dari tali masker dari kain, sampai yang terbuat dari manik-manik dan perhiasan dengan berbagai warna.Sejatinya, tali masker adalah sebuah tali pengait yang fungsinya mirip dengan tali kacamata. Tali ini diikat pada kedua sisi masker yang akan digunakan.Lalu, tali dikalungkan ke leher agar masker tetap berada di wajah sehingga memudahkan penggunanya untuk memakai atau melepas masker.Walaupun tali masker tampak menarik dan modis, ternyata penggunaan benda ini tidak sepenuhnya bermanfaat.
Penggunaan tali masker ternyata berisiko membahayakan
Tali masker diyakini berisiko menularkan virus penyebab Covid-19
Alih-alih memudahkan pemakainya, penggunaan tali untuk masker justru diyakini berisiko menularkan virus penyebab Covid-19.Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Brigjen TNI (Purn) dr Alexander K Ginting, SpP (K)  seperti dikutip dari Kompas TV.Menurutnya, saat Anda melepas masker dan menggantungkannya di leher, maka bagian dalam masker kemungkinan besar akan terkontaminasi oleh berbagai macam virus, karena kontak dengan udara, serta pakaian atau hijab yang dikenakan.“Kalau kita turunkan (masker) pakai pengait itu sampai ke bawah, itu (masker) akan kena ke hijab, ke baju. Jadi, sebenarnya bagian dalam masker itu tidak boleh kontak dengan lain-lain, kecuali dengan bagian tubuh,” ujar Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Brigjen TNI (Purn) dr Alexander K Ginting, SpP (K) dalam konferensi pers Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang disiarkan beberapa waktu lalu.Lebih lanjut, Alexander menganjurkan agar masker tidak seharusnya terlalu sering dilepas dan dipasang.Sebab, sangat mungkin ada virus yang menempel di permukaannya.Belum lagi, saat Anda menyentuhnya, tangan yang terkena bagian masker yang terkontaminasi berisiko tinggi menularkan virus ke hidung atau mata saat menyentuh area wajah.Di samping itu, lantaran digantungkan di leher, masker sisi dalam yang sudah terkontaminasi droplet (cairan) saat Anda berbicara, batuk, ataupun udara dari helaan napas yang kotor dapat berpotensi menularkan orang-orang di sekitar Anda.

Anjuran cara menyimpan masker yang benar

Bukan menggunakan tali masker sebaiknya gunakan kantong khusus untuk menaruh masker
Simpan masker yang sudah kotor atau basah dalam kantong plastik tertutup
Memang, rasanya tidak mungkin apabila Anda harus terus-menerus menggunakan masker sepanjang hari saat beraktivitas di luar rumah. Anda tetap perlu melepas masker, seperti saat minum atau makan.Untuk mengatasi hal tersebut, pastikan Anda selalu menyiapkan beberapa masker saat beraktivitas di luar rumah.Jika Anda berada dalam suatu kondisi harus melepas masker, misalnya saat makan atau minum, sebaiknya benar-benar lepas masker yang Anda gunakan.Jangan menggantungkan masker di leher, dagu, bawah mulut, salah satu telinga, hingga siku.Anda bisa menyimpan masker kain yang tidak kotor atau basah, atau ingin digunakan kembali setelah makan atau minum, dalam kantong kertas (paper bag) atau kantung berbahan jala (mesh fabric bag).Namun, bila masker kain yang digunakan sudah rusak, kotor, atau basah akibat terkena air liur, droplet, keringat, dan substansi lain, sebaiknya segera ganti masker dan simpan dalam kantong plastik tertutup sampai Anda tiba di rumah.Kemudian, segera cuci masker dengan air dan sabun detergen setelah sampai di rumah untuk menghindari munculnya jamur pada masker kain.

Cara melepas masker yang benar saat makan atau minum

Cara melepas masker yang benar saat makan atau minum adalah sebagai berikut:
  • Sebelum melepas masker, cuci tangan Anda menggunakan sabun dan air mengalir atau cairan pembersih yang mengandung alkohol minimal 70% terlebih dahulu.
  • Ketika melepas masker, hindari menyentuh bagian depan masker. Sebab, bagian tersebut penuh dengan kuman yang menempel dari luar. Jadi, sebaiknya hanya sentuh bagian tali atau karet pengaitnya.
  • Untuk melepas masker karet, pegang kedua karet yang menempel di kedua telinga. Lepaskan masker dari telinga.
  • Sementara, untuk melepas masker tali, buka tali bagian bawah, lalu lepaskan tali bagian atas.
Pastikan Anda selalu mencuci tangan dengan air dan sabun, atau hand sanitizer dengan alkohol minimal 70%, saat melepas masker kotor dan menggunakan masker baru yang bersih.

Catatan dari SehatQ

Meski tali masker tampak menarik dan modis, ternyata penggunaan benda ini tidak sepenuhnya bermanfaat.Alih-alih memudahkan pemakainya, Satgas Covid-19 mengingatkan penggunaan tali untuk masker yang dapat berisiko menularkan virus penyebab Covid-19.Bukan menggantungkannya di leher dan memakainya kembali, sebaiknya Anda mengganti masker yang telah digunakan dengan masker baru yang bersih setelah makan atau minum.Jika masker kain tidak kotor atau basah, dan Anda ingin menggunakannya kembali setelah makan atau minum, sebaiknya simpan masker tersebut ke dalam kantong kertas.Pastikan untuk mencuci atau membersihkan tangan Anda setelah masker digunakan kembali.
Masih punya pertanyaan seputar tali penyambung masker? Tanyakan langsung dengan dokter lewat aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Caranya, unduh sekarang melalui App Store dan Google Play.
hidup sehatpola hidup sehatvaksin corona
Satuan Tugas Penanganan Covid-19. https://covid19.go.id/p/masyarakat-umum/pakaimasker-yang-bisa-dikalungin-praktis-sih-tapi
Diakses pada 4 Maret 2021
Kompas TV. https://www.kompas.tv/article/149884/catat-ternyata-pengunaan-tali-masker-berbahaya-ini-alasannya?page=all
Diakses pada 4 Maret 2021
Health. https://www.health.com/condition/infectious-diseases/coronavirus/lanyards-for-face-masks
Diakses pada 4 Maret 2021
World Health Organization. https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/question-and-answers-hub/q-a-detail/q-a-on-covid-19-and-masks
Diakses pada 4 Maret 2021
San Fransisco Department of Public Health Disease Prevention & Control. https://www.sfcdcp.org/communicable-disease/healthy-habits/how-to-put-on-and-remove-a-face-mask/
Diakses pada 4 Maret 2021
CDC. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/prevent-getting-sick/how-to-wash-cloth-face-coverings.html
Diakses pada 4 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait