Bahaya Pemakaian Bulu Mata Palsu yang harus Anda Waspadai

Bulu mata palsu berfungsi untuk membuat bulu mata terlihat lebat
Bulu mata palsu membuat bulu mata terlihat lebat dan rapi

Tidak sedikit wanita yang ingin memiliki bulu mata lentik dan lebat karena hal tersebut merupakan salah satu tren kecantikan umum. Dibanding menggunakan maskara, memasang bulu mata palsu bisa jadi alternatif agar bulu mata terlihat lebih panjang dan lebat.

Bulu mata palsu adalah bulu mata sintetis yang biasanya terbuat dari nilon atau poliester. Di toko kosmetik, bulu mata palsu ini dijual sepasang dengan model bulu yang berbeda-beda sesuai efek yang ingin Anda tampilkan, mulai dari bulu mata lebat, lentik, atau kombinasi keduanya.

Cara memakai bulu mata palsu

Cara memakai bulu mata palsu kelihatannya mudah. Anda tinggal membuka kemasan bulu mata sintetis, mengoleskan lem ke pinggirannya, kemudian menempelkannya pada kelopak mata.

Meskipun demikian, ada trik yang bisa digunakan untuk menghasilkan efek bulu mata palsu yang lebih lebat. Berikut cara memakai bulu mata palsu seperti disarankan oleh make-up artist:

  • Gulung bulu mata asli Anda, kemudian aplikasikan maskara. Tunggu hingga maskara kering sebelum lanjut ke langkah berikutnya.
  • Gunting ujung bulu mata palsu yang akan Anda gunakan agar panjangnya sesuai dengan ukuran garis kelopak mata Anda.
  • Oleskan lem ke jari tangan, kemudian aplikasikan ke garis bulu mata palsu. Ini dilakukan agar penggunaan lem tidak berlebihan dan meminimalisir terjadinya iritasi kulit.
  • Tempelkan bulu mata palsu ke bagian dalam kelopak mata terlebih dahulu, kemudian melanjutkannya ke arah luar.

Sebagai opsi tambahan, Anda dapat kembali memulas maskara ke bulu mata palsu yang sudah menempel tersebut. Hal ini bertujuan membuat bulu mata palsu lebih lentik dan terlihat menyatu dengan bulu mata asli Anda.

Apakah aman menggunakan bulu mata palsu?

Akademi Dokter Mata Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa penggunaan bulu mata palsu aman. Hanya saja, tetap ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, misalnya penempelan bulu mata palsu sebaiknya tidak terlalu dekat dengan batas antara kelopak dengan bola mata.

Hal ini dilakukan agar lem pada bulu mata palsu tidak jatuh ke permukaan bola mata dan mengakibatkan efek yang tidak diinginkan. Pastikan juga lem bulu mata palsu yang Anda gunakan aman dan tidak menimbulkan reaksi alergi pada kulit Anda.

Efek samping yang bisa timbul akibat pemakaian bulu mata palsu

Bahaya bulu mata palsu biasanya terdapat pada penggunaan lem yang Anda gunakan. Lem ini bisa membuat kulit iritasi, atau bahkan mengalami masalah kesehatan tertentu karena berpotensi mengandung bahan-bahan berbahaya, seperti:

  • Lateks
  • Asam benzoik
  • Formaldehida (konsentrasi rendah)
  • Cyanoacrilates
  • Getah selulosa.

Selalu periksa komposisi lem perekat bulu mata yang Anda gunakan. Ahli kosmetik menyarankan Anda untuk menghindari lem yang mengandung formaldehida, walaupun dalam dosis yang sedikit.

Zat kimia ini mengandung racun yang bisa mengiritasi kelopak maupun bola mata. Formaldehida juga bisa terdapat pada cairan pembersih yang biasa digunakan untuk melepaskan bulu mata palsu seusai digunakan.

Penelitian lain juga mengungkapkan kandungan lateks pada lem bulu mata palsu bisa menimbulkan erithema pada kelopak di kedua belah mata. Infeksi kulit ini sebetulnya jarang menyerang mata, namun bisa jadi membahayakan nyawa ketika hal itu terjadi.

Efek buruk lem untuk merekatkan bulu mata palsu ini bisa muncul dalam 2-3 hari setelah pemakaian. Beberapa masalah kesehatan mata yang bisa diakibatkan oleh penggunaan lem ini adalah:

  • Mata merah, seperti terbakar, gatal, dan perih
  • Muncul bintik merah seperti biang keringat pada area di sekitar mata
  • Mata atau kelopak mata menjadi meradang dan merah
  • Bengkak ringan hingga parah.

Jika Anda baru pertama kali akan mencoba memakai bulu mata palsu, usahakan untuk melakukan tes alergi terlebih dahulu. Hal yang sama juga berlaku pada pemilik kulit sensitif.

WebMD. https://www.webmd.com/beauty/features/beauty-lash-out
Diakses pada 7 Maret 2020

WebMD. https://www.webmd.com/beauty/magnetic-lashes-safety
Diakses pada 7 Maret 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/eyelash-extension-side-effects
Diakses pada 7 Maret 2020

AAO. https://www.aao.org/eye-health/ask-ophthalmologist-q/is-it-safe-to-put-fake-lashes-underneath-real-lash
Diakses pada 7 Maret 2020

Eye Wiki by AAO. https://eyewiki.aao.org/Eyelash_Extensions
Diakses pada 7 Maret 2020

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/erythema-multiforme/
Diakses pada 7 Maret 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22519514
Diakses pada 7 Maret 2020

Style Craze. https://www.stylecraze.com/articles/how-to-apply-false-eyelashes-easy-tips/
Diakses pada 7 Maret 2020

Artikel Terkait