Meski Tak Mematikan, Ini 9 Bahaya Peluru Karet


Peluru karet merupakan jenis proyektil yang bisa memberikan rasa sakit namun tidak mematikan. Bentuknya kecil dan padat. Meski tidak mematikan, peluru karet bisa menyebabkan cedera parah, hingga kelumpuhan.

(0)
29 Jun 2021|Azelia Trifiana
Dalam beberapa kasus peluru karet dapat menyebabkan kematianDalam beberapa kasus peluru karet dapat menyebabkan kematian
Peluru karet merupakan jenis proyektil yang bisa memberikan rasa sakit namun tidak mematikan. Bentuknya kecil dan padat, telah digunakan sejak beberapa dekade silam. Meski tidak mematikan, luka peluru karet bisa menyebabkan cedera parah, kelumpuhan, bahkan kematian pada beberapa kasus.Lebih lanjut, bahaya peluru karet ini pula yang memantik kontroversi seputar penggunaannya. Utamanya, pada penggunaan peluru karet dalam penegakan hukum saat ada aksi demo.

Bahaya peluru karet

Senjata tidak mematikan seperti peluru karet didesain agar bisa dengan cepat menghentikan gerakan seseorang tanpa menimbulkan cedera permanen. Efeknya diklaim bisa kembali seperti semula, hanya berlangsung sementara, serta tidak serius.Target penembakan peluru karet biasanya di area tungkai. Tujuannya untuk menghindari tembakan ke bagian tubuh sensitif seperti organ dalam.Meski demikian, sebuah laporan dari Kashmir pada tahun 2016 berkata lain. Bahaya peluru karet sangat mungkin menyebabkan luka serius, kelumpuhan, hingga kematian.Sebab, bentuk dan ukuran peluru karet lebih besar dan tidak beraturan sehingga akurasi bidikannya pun rendah. Kemungkinan meleset dan mengenai bagian tubuh sensitif jadi lebih besar.Tak hanya itu, peluru karet juga bergerak lebih lambat dibandingkan dengan peluru konvensional. Ini juga mengurangi akurasinya.

Luka peluru karet

Lebih detail lagi, berikut ini beberapa jenis luka akibat peluru karet:

1. Kulit lecet dan sobek

Ketika sebuah peluru karet gagal masuk menembus kulit, maka akan terjadi luka ringan seperti lecet dan sobek. Luka lecet bisa mengenai kulit hingga otot mengingat ukuran peluru karet yang cukup besar. Sementara luka sobekan terjadi ketika peluru menimbulkan luka terbuka di kulit.

2. Cedera sendi

Termasuk dalam luka sedang, peluru karet juga bisa menyebabkan cedera sendi. Ini terjadi apabila peluru mengenai salah satu ligamen dalam tubuh.

3. Laserasi

Jenis luka yang muncul ketika peluru karet merobek kulit namun tidak terlalu dalam. Biasanya, luka terbuka jenis ini perlu penanganan dengan cara dijahit agar tidak menimbulkan infeksi sekaligus menghentikan perdarahan.

4. Patah tulang

Termasuk dalam luka parah, patah tulang terjadi apabila peluru karet mengenai tulang dan menyebabkan tulang retak atau patah

5. Cedera pada mata

Bagian kepala dan mata juga rentan menjadi target peluru karet, baik disengaja maupun tidak. Cedera parah juga bisa terjadi pada tulang yang berada di sekitar mata dan wajah.

6. Kebutaan

Peluru karet yang mengenai mata akan merusak bola mata dan struktur yang ada di sekitarnya. Menurut data, sekitar 84% cedera mata akibat peluru non-mematikan ini menyebabkan kebutaan permanen.

7. Cedera otak

Seseorang bisa mengalami cedera otak apabila peluru mengenai otak melalui kulit kepala atau rongga mata. Kondisi ini memerlukan penanganan medis sesegera mungkin.

8. Cedera saraf dan otot

Luka yang cukup dalam dan serius bisa saja merusak saraf dan otot di dalamnya. Pada kasus yang sangat parah, prosedur penanganannya bisa meliputi amputasi.

9. Cedera organ

Peluru karet juga bisa menyebabkan pendarahan internal atau kerusakan organ. Bahkan, ini bisa terjadi meski peluru tidak menembus kulit. Organ dalam yang rentan mengalami kerusakan adalah jantung, paru-paru, ginjal, hati, dan limfa.

Penanganan bagi korban peluru karet

Jangan tunda waktu untuk mendapatkan penanganan bagi orang yang tertembak peluru karet. Bahkan ketika lukanya tergolong ringan sekalipun, penanganan medis tetaplah krusial.Nantinya, tenaga medis profesional akan memeriksa apakah ada kemungkinan terjadinya komplikasi sekaligus menegaskan bahwa cedera tidaklah serius.Selagi menunggu mendapatkan penanganan, ada hal-hal yang bisa dilakukan yaitu:
  • Membasuh luka goresan dengan air dan sabun
  • Jika berdarah, tutup dengan kain bersih dan tekan perlahan selama 5-10 menit agar perdarahan menjadi lebih pelan
  • Jika perdarahan tak berhenti, tambahkan kain bersih di atasnya tanpa melepas kain yang paling awal diikatkan
  • Hindari gerakan berlebihan karena bisa memicu perdarahan kian parah
  • Hindari menggosok luka
  • Pastikan luka tertutup perban atau plester bersih
  • Kompres dingin pada luka gores ringan
  • Mengaplikasikan balsam antibiotik untuk mengurangi risiko infeksi
  • Konsumsi obat pereda nyeri seperti ibuprofen dan naproxen

Catatan dari SehatQ

Berdasarkan data dari American Civil Liberties Union (ACLU), sekitar 70% orang yang terkena peluru karet akan mengalami luka berat. Kondisi ini memerlukan penanganan medis sesegera mungkin.Terlebih jika ada tanda-tanda infeksi seperti demam tinggi, kesulitan bernapas, keluar nanah, luka membengkak, sensasi kebas di sekitar luka, hingga kesulitan menggerakkan bagian tubuh.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar penanganan darurat kondisi tertembak peluru karet, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
menjaga kesehatanluka traumatispola hidup sehat
ACLU. https://www.aclu.org/sites/default/files/field_document/kinetic_impact_projectiles.pdf
Diakses pada 15 Juni 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/rubber-bullet-wound
Diakses pada 15 Juni 2021
Chinese Journal of Traumatology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4908224/
Diakses pada 15 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait