Bahaya Obesitas bagi Kesehatan, Tingkatkan Risiko Mengalami Penyakit Kronis


Bahaya obesitas memicu sejumlah masalah kesehatan kronis. Beberapa masalah kesehatan yang bisa muncul akibat obesitas, seperti sakit jantung, stroke, sleep apnea, diabetes, hingga kanker.

(0)
Bahaya obesitas memicu masalah kesehatan seperti sakit jantung, stroke, diabetes, hingga kankerPenderita obesitas lebih berisiko terkena kanker
Obesitas adalah kondisi ketika indeks massa tubuh (IMT) seseorang berada pada angka 30 atau lebih. Untuk menghitung IMT, bisa dengan menggunakan rumus berat badan (dalam  kg) dibagi tinggi badan (dalam m²).Jika IMT masuk dalam kategori obesitas, Anda harus segera melakukan diet untuk menurunkan berat badan. Langkah tersebut harus diambil untuk menghindari bahaya obesitas yang mungkin muncul dan berpotensi mengancam keselamatan jiwa.

Apa saja bahaya obesitas?

Bahaya obesitas sangatlah beragam, kondisi ini dapat memicu kemunculan penyakit-penyakit kronis. Jika Anda merupakan penderita Covid-19, gejala yang dirasakan dapat semakin parah karena obesitas.Berikut ini sejumlah masalah kesehatan serius yang berpotensi muncul sebagai komplikasi obesitas:

1. Gangguan pencernaan

Kelebihan berat badan berpotensi meningkatkan risiko Anda mengalami gangguan pencernaan. Sejumlah gangguan pencernaan yang dapat muncul akibat obesitas di antaranya masalah pada organ hati dan kantung empedu serta mengalami heartburn.

2. Osteoarthritis

Obesitas meningkatkan tekanan pada sendi-sendi yang menahan beban tubuh. Tak hanya itu, kelebihan berat badan juga memperparah peradangan dalam tubuh. Kedua faktor tersebut bisa memicu komplikasi seperti osteoarthritis. 

3. Diabetes

Obesitas bisa memengaruhi cara tubuh dalam penggunaan insulin. Jika insulin tidak bekerja dengan baik dan optimal, gula darah menjadi tidak terkontrol dan meningkatkan risiko Anda mengalami diabetes.

4. Sakit jantung dan stroke

Salah satu bahaya obesitas adalah dapat meningkatkan risiko Anda mengalami tekanan darah tinggi. Selain itu, kadar kolesterol dalam tubuh penderita obesitas umumnya melebihi dari batas normal. Kedua kondisi tersebut dapat memicu sakit jantung dan stroke.

5. Sleep apnea

Penderita obesitas lebih berisiko mengalami sleep apnea saat tidur. Sleep apnea  sangatlah berbahaya dan berpotensi menyebabkan kematian. Kondisi ini membuat pernapasan Anda berhenti secara berulang ketika tidur.

6. Gangguan pada alat reproduksi dan seksual

Pada wanita, obesitas mungkin mengakibatkan kemandulan dan mengganggu siklus menstruasi sehingga menjadi tidak teratur. Sementara itu, obesitas pada pria berpotensi menyebabkan disfungsi ereksi.

7. Berbagai jenis kanker

Penderita obesitas lebih berisiko terkena kanker. Berbagai macam jenis kanker yang bisa menyerang Anda ketika mengalami obesitas, antara lain kanker rahim, serviks, payudara, ovarium, usus besar, rektum, kerongkongan, hati, pankreas, ginjal, prostat, dan kantung empedu.

8. Memperparah gejala Covid-19

Apabila penderita obesitas terinfeksi Covid-19, gejala yang muncul dapat lebih parah daripada orang dengan berat badan normal. Perawatan intensif maupun pemasangan alat bantu napas mungkin diperlukan untuk membantu mengatasi tingkat gejala yang parah.

Beragam faktor yang menjadi penyebab obesitas

Penyebab obesitas yang paling sering terjadi adalah mengonsumsi kalori secara berlebihan. Meskipun begitu, ada beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami obesitas. Faktor-faktor tersebut, meliputi:
  • Genetik, yang dapat memengaruhi cara tubuh memproses makanan dan menyimpan lemak
  • Bertambahnya usia, yang memperlambat laju metabolisme sehingga berat badan menjadi lebih mudah bertambah
  • Kurang tidur, yang memicu perubahan hormonal sehingga membuat Anda merasa sering lapar dan ingin mengonsumsi makanan berkalori tinggi
  • Penambahan berat badan saat hamil dan kesulitan untuk menurunkannya setelah melahirkan

Bagaimana cara mengatasi obesitas?

Ketika mengalami obesitas, hal paling utama yang harus Anda lakukan adalah diet untuk menurunkan berat badan. Jika Anda mengalami kesulitan untuk menurunkan berat badan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi.Umumnya, penderita obesitas akan diberi rekomendasi cara menurunkan berat badan dengan mengubah pola hidup dan makan menjadi lebih sehat. Pengobatan medis seperti operasi dan pemberian obat-obatan tertentu mungkin akan dilakukan untuk membantu mengatasi obesitas yang Anda derita.

Tips mencegah obesitas

Untuk mencegah obesitas, ada beberapa tindakan yang bisa Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini tips mencegah obesitas yang mudah untuk dilakukan:
  • Rutin berolahraga, seperti jalan cepat dan berenang selama 150 hingga 300 menit dalam seminggu
  • Konsumsi makanan sehat, pilih makanan rendah kalori yang kaya akan nutrisi seperti sayur, buah, dan biji-bijian
  • Kontrol kebiasaan makan dan hindari mengonsumsi makanan secara berlebihan
  • Pantau perkembangan berat badan secara rutin, setidaknya 1 minggu sekali

Catatan dari SehatQ

Bahaya obesitas memicu sejumlah masalah kesehatan kronis. Beberapa masalah kesehatan yang bisa muncul akibat obesitas, di antaranya sakit jantung, stroke, sleep apnea, diabetes, hingga kanker.Oleh sebab itu, Anda harus tetap menjaga berat badan tubuh tetap ideal supaya terhindar dari risiko-risiko tersebut. Menjaga agar berat badan tubuh tetap ideal bisa Anda dilakukan dengan menerapkan pola hidup dan makan yang sehat, serta rutin berolahraga.Untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai bahaya obesitas dan cara mengatasinya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
tips dietmenurunkan berat badanobesitaskelebihan berat badan
Healthline. https://www.healthline.com/health/obesity
Diakses pada 24 Desember 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/obesity/symptoms-causes/syc-20375742
Diakses pada 24 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait