Bahaya Minuman Keras yang Bisa Anda Cegah dari Sekarang

Bahaya minuman keras mungkin tak terasa ketika Anda sedang mengonsumsinya di acara kumpul-kumpul dengan teman
Minuman keras mungkin kerap menyertai acara kumpul-kumpul Anda dengan teman

Mengonsumsi alkohol terlalu banyak bisa merugikan kesehatan Anda. Alkohol yang berlebih akan menumpuk di aliran darah dan menyebabkan perubahan pada fungsi tubuh. Seiring waktu, hal ini dapat memicu penyakit kronis dan masalah kesehatan lainnya. 

Sebelum terlambat, Anda perlu tahu apa saja bahaya minuman keras jika dikonsumsi berlebih. Lalu setelahnya, Anda bisa kembali mempertimbangkan penggunaan minuman maupun beralkohol tersebut.

Kapan konsumsi alkohol dikatakan berlebihan?

Dalam kadar moderat, minum alkohol sebenarnya bisa memberikan manfaat kesehatan. Sejumlah studi telah mengaitkan konsumsi alkohol dalam jumlah sedang dengan penurunan risiko demensia, penyakit jantung, tekanan darah, dan diabetes

  • Jumlah moderat

Dietary Guidelines for Americans mendefinisikan konsumsi moderat sebagai 1 gelas alkohol per hari untuk perempuan dan 2 gelas alkohol per hari untuk laki-laki. Contoh konsumsi 1 gelas alkohol ini berupa bir sebanyak 355 ml atau wine sebanyak 148 ml.

  • Jumlah berlebih

Sementara konsumsi alkohol dinilai berlebihan jika 8 gelas atau lebih per minggu untuk perempuan, dan 15 gelas atau lebih per minggu untuk laki-laki. 

  • Binge drinking

Ada pula istilah binge drinking, yang artinya mengonsumsi alkohol dalam jumlah besar sekaligus dalam waktu 2 jam. Binge drinking didefinisikan sebagai 4 gelas alkohol atau lebih dalam satu waktu untuk perempuan, dan 5 gelas alkohol atau lebih dalam satu waktu untuk laki-laki.  

10 bahaya minuman keras yang dikonsumsi berlebihan

Meski konsumsi alkohol secara moderat bisa menguntungkan kesehatan, tidak berarti Anda boleh minum sepuas-puasnya. Jika dikonsumsi terlalu banyak, alkohol dapat menimbulkan risiko yang tak sedikit. Khususnya pada binge drinking, efek samping alkohol ini dapat terjadi dalam jangka pendek. 

Bahaya minuman keras jangka pendek

Efek konsumsi alkohol yang berlebihan akan menurunkan kemampuan kognitif dan gerak seseorang, maupun perilakunya. Kondisi-kondisi ini bisa memicu beberapa bahaya jangka pendek berikut:

  • Cedera

Minum alkohol terlalu banyak dalam satu waktu bisa membuat Anda mabuk. Saat mabuk, konsentrasi dan keseimbangan seseorang akan menurun sehingga meningkatkan risiko cedera dan kecelakaan.

  • Kekerasan

Mabuk miras (minuman keras) akan membuat Anda kehilangan kendali. Pada beberapa orang, alkohol bisa membuat kepribadian mereka seolah berubah dalam sekejap. 

Keadaan tersebut dapat memicu terjadinya hal-hal yang tak diinginkan. Misalnya, melakukan kekerasan verbal, kekerasan seksual, bahkan bunuh diri

  • Keracunan alkohol

Keracunan alkohol adalah kondisi gawat darurat yang memerlukan penanganan segera. Saat mengalami kondisi ini, pernapasan akan melambat yang bisa berujung pada kurangnya oksigen dan kematian. 

Gejala keracunan alkohol meliputi tampak kebingungan atau linglung, mual, kejang, napas lambat, kulit membiru, dan pingsan. 

  • Intoleransi alkohol

Intoleransi alkohol merupakan bahaya minuman keras yang tak boleh disepelekan. Saat mengalaminya, Anda akan merasa tidak enak badan setelah mengonsumsi alkohol. 

Gejala intoleransi alkohol meliputi wajah terasa hangat dan memerah, mual-mual, muntah, asma, diare, dan tekanan darah rendah. 

Intoleransi alkohol juga bisa menjadi tanda adanya limfoma Hodgkin (kanker kelenjar getah bening). Jadi segera periksakan diri ke dokter jika Anda tiba-tiba mengalami kondisi ini, terutama bila Anda sebelumnya baik-baik saja saat mengonsumsi alkohol. 

Bahaya minuman keras jangka panjang

Seiring waktu, konsumsi alkohol yang berlebih dapat memicu penyakit kronis dan masalah kesehatan lainnya. Ini bahaya minuman keras dalam jangka panjang yang harus Anda waspadai:

  • Penyakit hati

Salah satu bahaya minuman keras jangka panjang yang paling sering terjadi adalah penyakit hati. Bahkan dalam dunia medis, gangguan kesehatan ini memiliki istilah tersendiri, yaitu alcohol-related liver disease (ARLD).

Pada ARLD, kebiasaan meminum alkohol selama bertahun-tahun telah menyebabkan kerusakan hati dan pembengkakan yang berujung menjadi sirosis (terbentuknya jaringan parut pada hati). Salah satu penanganan sirosis adalah transplantasi hati.

  • Keguguran

Ada alasannya mengapa ibu hamil tidak boleh mengonsumsi alkohol. Para ahli mengatakan bahwa minum alkohol sedikit saja dapat meningkatkan risiko keguguran selama 4 bulan pertama kehamilan. 

  • Penyakit jantung

Sering minum alkohol terlalu banyak dapat menyebabkan tekanan darah menjadi lebih tinggi. Hal ini kemudian memicu pelepasan hormon tertentu yang bisa menyempitkan pembuluh darah serta memengaruhi organ jantung. 

Karena itulah, penyakit jantung termasuk bahaya minuman keras jangka panjang yang patut diperhitungkan.

  • Kanker

Dalam jangka panjang, konsumsi alkohol berlebih bisa meningkatkan risiko berbagai jenis kanker. Mulai dari kanker mulut, kanker kerongkongan, kanker hati, hingga kanker payudara

  • Demensia

Demensia terjadi ketika fungsi kognitif atau kemampuan berpikir seseorang menurun. Ketika orang mengonsumsi alkohol terlalu banyak, kebiasaan ini seiring waktu akan merusak sel-sel otaknya secara langsung.

Sebagai akibatnya, orang yang mengonsumsi alkohol tersebut akan lebih sulit mengambil keputusan, mudah lupa, dan lemah dalam berpikir. 

  • Depresi dan gangguan kecemasan

Alkohol memang dapat mengurangi kecemasan untuk sementara waktu. Namun pada akhirnya, meminumnya terlalu banyak bisa memperburuk gejala kecemasan yang Anda alami.

Sementara saat depresi memburuk, beberapa orang memilih untuk melarikan diri ke alkohol atau minum lebih banyak. Kebiasaan ini kemudian membuat orang mengalami ketergantungan alkohol.

  • Kecanduan alkohol

Saat orang sering mengonsumsi alkohol dalam jumlah berlebih, kadar toleransinya akan meningkat dan membuat tubuhnya menginginkan lebih banyak alkohol. Jika konsumsi alkohol ini tiba-tiba dihentikan, ia bisa sangat menginginkan alkohol seperti ketagihan. Kondisi ini disebut gejala putus alkohol dan bisa menjadi pertanda kecanduan alkohol.

Catatan dari SehatQ

Bagi kebanyakan orang, konsumsi alkohol secara moderat termasuk aman. Tapi meminumnya dalam jumlah berlebih bisa memiliki konsekuensi negatif untuk kesehatan fisik maupun mental Anda.  

Guna mencegah bahaya minuman keras, penting untuk membatasi konsumsi alkohol Anda.  Untuk perempuan, disarankan hanya 1 gelas per hari. Sedangkan untuk laki-laki, 2 gelas per hari.

Namun bagi orang dengan kondisi medis tertentu dan ibu hamil, konsumsi alkohol harus dihindari sama sekali. Konsultasikan dengan dokter agar Anda bisa mendapatkan cara menghentikan konsumsi alkohol yang sesuai dengan kondisi Anda.

Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/alcohol/fact-sheets/alcohol-use.htm
Diakses pada 24 Januari 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/305062.php
Diakses pada 24 Januari 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/297734.php
Diakses pada 24 Januari 2020

Artikel Terkait