Bahaya Minuman Isotonik Dibalik Kemampuannya Menambah Energi


Minuman isotonik adalah jenis minuman olahraga yang mengandung karbohidrat, mineral, dan elektrolit. Sayangnya minuman ini tidak boleh Anda konsumsi setiap hari karena beberapa bahaya yang mengintainya.

(0)
25 Apr 2020|Azelia Trifiana
Minuman isotonik baik dikonsumsi jika Anda rajin berolahragaMinuman isotonik tidak terlalu baik dikonsumsi bila Anda jarang olahraga
Minuman isotonik terkadang dipilih oleh banyak orang untuk melepas dahaga setelah beraktivitas cukup berat. Padahal, tidak semua orang memerlukan minuman isotonik. Bahkan, ada bahaya minuman isotonik yang mungkin mengintai Anda. Minuman isotonik bisa jadi bermanfaat bagi atlet yang melakukan latihan intensitas tinggi karena banyak mengeluarkan keringat. Namun, jika aktivitas fisik yang dilakukan cukup ringan dalam durasi kurang dari 1 jam, air putih sudah cukup mengembalikan kebutuhan akan cairan tubuh.

Kandungan minuman isotonik

Minuman isotonik adalah jenis minuman olahraga atau sport drink yang mengandung karbohidrat, mineral, dan elektrolit. Umumnya, minuman isotonik mengandung 6-8% karbohidrat.Akan tetapi, ada juga minuman isotonik yang hanya mengandung sedikit karbohidrat. Biasanya, ini adalah minuman yang mengklaim tidak menambah kalori.Selain itu, kandungan minuman isotonik lainnya, meliputi elektrolit, karbohidrat, sodium, potasium, glukosa, sukrosa, dan fruktosa. Minuman isotonik tentu berbeda dengan minuman berenergi. Sebab, minuman berenergi lebih banyak mengandung zat-zat yang tidak diperlukan oleh tubuh, seperti kafein dan zat adiktif lainnya. Minuman isotonik juga dapat diserap oleh tubuh karena dirancang untuk menggantikan cairan tubuh yang keluar melalui keringat. Bagi atlet yang melakukan latihan intensitas tinggi, komponen dalam minuman isotonik penting digunakan untuk mengembalikan cairan dan elektrolit yang terbuang selama latihan. Terutama apabila diminum saat tubuh mengalami dehidrasi ringan. Dengan mengonsumsi minuman isotonik, performa aktivitas fisik seseorang bisa tetap optimal. Untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi, minumlah cairan isotonik 10-15 menit sebelum memulai latihan.Namun lagi-lagi, bukan berarti setiap orang memerlukan minuman isotonik.Tak hanya para atlet olahraga yang berisiko mengalami dehidrasi, orang yang sedang mengalami muntah-muntah dan diare pun berpotensi kekurangan cairan. Pada kondisi inilah mengonsumsi minuman isotonik dapat mengganti cairan tubuh yang hilang. Meski baik dikonsumsi untuk menggantikan cairan tubuh, Anda pun tidak dianjurkan untuk minum minuman isotonik setiap hari.

Bahaya minuman isotonik untuk tubuh

Beberapa faktor ini bisa jadi pertimbangan kapan perlu mengonsumsi minuman isotonik, termasuk pertimbangan bahaya mengonsumsinya berlebihan:

1. Minuman isotonik tidak untuk semua orang

Kenali dulu apa aktivitas fisik yang biasa dilakukan, termasuk durasi dan intensitasnya. Jika minuman isotonik bermanfaat bagi atlet yang berlatih cukup berat, tidak demikian halnya dengan mereka yang berolahraga dengan mengeluarkan sedikit keringat.Selain itu, olahraga intensitas ringan seperti berjalan kaki dengan durasi kurang dari 1 jam tidak perlu mengonsumsi minuman isotonik.Begitu pula dengan latihan angkat beban karena tidak menurunkan cadangan karbohidrat tubuh seperti latihan berintensitas tinggi. Sesuaikan kebutuhan cairan Anda dengan banyaknya keringat yang keluar.

2. Menambah berat badan

Salah satu bahaya minuman isotonik adalah dapat menambah berat badan.Pasalnya, minum minuman isotonik dapat menambah kalori yang tak diperlukan meski bukan dalam bentuk makanan berat. Padahal, orang yang ingin menurunkan atau mencapai berat badan ideal harus memastikan kalori yang masuk dan dibakar tetap seimbang. Terlebih, tidak semua aktivitas fisik membakar kalori cukup banyak. Jika jenis dan durasi aktivitas fisik tak membakar banyak kalori tetapi selalu ditutup dengan mengonsumsi minuman isotonik, penambahan kalori yang tak diperlukan bisa terjadi.

3. Kandungan gula tinggi

Memang benar minuman isotonik mengandung vitamin dan mineral, tetapi jangan lupakan substansi gula di dalamnya. Bahkan beberapa merek minuman isotonik mengandung 8 sendok teh gula di tiap 250 ml cairannya. Artinya, kandungan gula dalam minuman isotonik bisa saja sama seperti minuman bersoda.Dalam jangka panjang, konsumsi gula berlebih dapat menimbulkan penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan peningkatan berat badan.

4. Tidak baik untuk gigi

Minuman isotonik dengan kandungan gula dan sodium tinggi bisa melekat pada gigi sehingga membuat enamel menjadi tipis.Apalagi orang yang hanya mengandalkan minuman isotonik cenderung kurang minum air mineral sehingga produksi air liur dalam mulut tidak optimal.Padahal, air liur dapat melindungi gigi dengan membilas substansi yang melekat pada enamel gigi. Dibandingkan dengan air, minuman isotonik 30 kali lipat lebih berbahaya untuk gigi.

5. Mengandung bahan pengawet

Mengonsumsi minuman isotonik berlebihan dalam jangka panjang bisa berdampak buruk bagi orang yang sensitif karena di dalamnya terdapat bahan pengawet.Beberapa penelitian menemukan hubungan antara konsumsi minuman dengan pengawet dalam jangka panjang dengan masalah seperti hiperaktivitas hingga potensi kanker.

Catatan dari SehatQ

Apabila dikonsumsi sesekali terutama oleh mereka yang melakukan aktivitas fisik berintensitas tinggi, tidak masalah mengganti cairan tubuh dengan minuman isotonik.Namun, perlu diingat bahwa minuman isotonik tidak digunakan untuk mendapat energi demi gaya hidup semata karena air mineral tetaplah yang terbaik.Sebelum membiasakan indera perasa dan tubuh dengan minuman isotonik yang mengandung berbagai substansi tambahan, sebaiknya tetap mengutamakan minuman yang lebih sehat.Memang ada efek samping terlalu banyak minum air putih, jadi penting untuk tetap mengonsumsi apapun dalam porsi sewajarnya
minuman tidak sehathidup sehatpola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/sports-drinks#bottom-line
Diakses 12 April 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323211#summary
Diakses 12 April 2020
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/healthy-living/fitness/sports-drinks-exploring-pros-cons/
Diakses 12 April 2020
Live Strong. https://www.livestrong.com/article/442094-what-are-the-benefits-of-isotonic-drinks/
Diakses pada 28 Juli 2020
NCBI. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/10739268/
Diakses pada 28 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait