Bahaya Minum Teh Panas untuk Kesehatan


Minum teh panas ternyata bisa meningkatkan risiko kanker kerongkongan. Cobalah untuk menunggu suhu minuman menjadi sedikit hangat untuk menurunkan risikonya.

0,0
29 Sep 2021|Ade Irawan
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Minum teh panas ternyata bisa meningkatkan risiko kanker kerongkonganTak hanya teh, minuman panas lain juga berpotensi meningkatkan risiko kanker kerongkongan
Sebagian orang — mungkin termasuk Anda — lebih suka menikmati teh saat masih panas. Sayangnya, Anda harus menghilangkan kebiasaan tersebut karena ternyata cukup berbahaya untuk kesehatan. Minum teh panas ternyata bisa meningkatkan risiko kanker kerongkongan.Mungkin Anda bertanya-tanya tentang seberapa panas teh yang punya risiko besar. Apakah harus sampai 100 derajat Celcius baru dikatakan terlalu panas? Untuk lebih lengkapnya, simak paparannya di bawah ini.

Bahaya minum teh panas

Sebuah studi menyebutkan, orang yang mengonsumsi sekitar 700 mililiter teh panas per harinya punya risiko terhadap penyakit kanker kerongkongan. Risiko tersebut bisa meningkat hingga 90 persen jika dikonsumsi dalam suhu lebih tinggi dari 60 derajat Celcius.Kerongkongan merupakan jalur yang akan dilewati oleh makanan, minuman, dan air liur saat masuk ke dalam tubuh. Makanan panas yang masuk secara terus-menerus akan mengubah lapisan yang ada di dalamnya. Jika dibiarkan, akan muncul tumor di dalam sana.Ada dua jenis kanker kerongkongan yang mungkin terjadi, yaitu karsinoma sel skuamosa dan adenokarsinoma. Jenis kanker tersebut akan muncul saat sel yang ada di dalam kerongkongan berubah atau terkikis akibat panas.

Cara meminum teh panas

Namun, sebenarnya penyebab kanker kerongkongan bukan hanya sebatas tes panas saja. Minuman panas lain pun berpotensi meningkatkan risiko yang sama. Anda yang mengonsumsi kopi, cokelat, atau air panas biasa pun bisa menyebabkan peningkatan risiko kanker kerongkongan.Untuk itu, ada baiknya ikuti beberapa tips di bawah ini saat mengonsumsi minuman panas:

1. Menunggunya sebentar

Menyeduh teh dengan air yang baru saja dimasak tentunya akan buat rasa dan warna teh lebih keluar. Namun, tahan keinginan untuk langsung meminumnya. Biarkanlah sejenak untuk menurunkan suhunya. Tidak perlu sampai menjadi suhu ruang, setidaknya cukup nyaman bagi kerongkongan Anda.

2. Tambahkan susu

Teh susu memang bukan untuk semua orang. Jika Anda suka, cobalah tambahkan susu ke dalam cangkir teh Anda. Susu akan mempercepat penurunan suhu teh supaya bisa segera dikonsumsi. Namun, tetap batasi konsumsinya karena punya risiko untuk tubuh.

3. Mengganti airnya

Teh sering dipilih banyak orang karena kandungan antioksidan yang tinggi di dalamnya. Menikmati teh panas bahkan bisa membantu menenangkan pikiran. Selain itu, teh juga bagus untuk menjaga tubuh ideal apabila diminum secara tepat.Jika memang masih mencari manfaat teh, cobalah mengonsumsi teh dingin. Namun, Anda hanya bisa mendapatkan manfaat ini dari teh putih. Menyeduh daun teh putih dengan air dingin juga bisa memberikan manfaat yang serupa.

4. Menyediakan minuman lain

Hanya menyajikan teh panas akan membuat Anda menjadi tidak sabar untuk segera meminumnya. Sebagai pilihan, cobalah menyediakan minuman lain di dekat Anda. Namun, pastikan itu bukan minuman dingin dan manis.Sediakan segelas air putih di samping teh. Air putih ini akan menjadi alternatif minuman sembari Anda menunggu teh lebih dingin. Selain itu, konsumsi air putih juga sangat disarankan setelah minum teh dalam jumlah yang banyak.

Catatan dari SehatQ

Teh bisa menjadi minuman yang berbahaya bagi tubuh jika dikonsumsi dalam keadaan yang terlalu panas. Menunggunya hingga suhunya turun merupakan cara terbaik untuk menikmati teh sekaligus mendapatkan manfaatnya.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar bahaya mengonsumsi minuman panas, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kanker esofagusteh
WebMD https://www.webmd.com/diet/hot-tea-good-for-you#2
Diakses pada 15 September 2021
Healthline https://www.healthline.com/health/cancer/hot-tea-cancer
Diakses pada 15 September 2021
Medical News Today https://www.medicalnewstoday.com/articles/324771
Diakses pada 15 September 2021
Medical News Today https://www.medicalnewstoday.com/articles/320828
Diakses pada 15 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait