Minum Kopi Saat Haid Bahaya untuk Kesehatan Wanita, Benarkah?

(0)
bahaya minum kopi saat haid bagi wanita meningkatkan nyeri menstruasiminum kopi mengusir kantuk, tapi tidak dianjurkan bagi wanita haid
Minum kopi saat haid memang melegakan tenggorokan yang sedang haus. Beberapa wanita mungkin juga minum kopi karena sedang ngidam yang manis-manis saat menstruasi. Akan tetapi, kebiasaan ngopi ternyata tidak dianjurkan untuk wanita haid. 

Risiko bahaya minum kopi saat haid bagi wanita

bahaya minum kopi saat haid membuat nyeri PMS
minum kopi saat haid bisa memperparah nyeri menstruasi
Minum kopi merupakan salah satu solusi paling favorit banyak orang ketika sedang ngantuk atau merasa lemas karena kafeinnya terbukti mampu menambah energi.Hal ini dijelaskan oleh penelitian dalam jurnal Psychopharmacology yang menyebut kafein terserap dalam darah sehingga mampu mengurangi kelelahan dan tubuh pun menjadi lebih segar. Efek penyegaran inilah yang rupanya dicari oleh banyak wanita haid. Sebab saat menstruasi, riset pada jurnal National Center for Biotechnology and Information melaporkan wanita lebih gampang lemas karena tubuhnya kekurangan zat besi yang keluar bersama darah menstruasi. Akan tetapi, selama haid pula tubuh mengalami gejolak hormon. Asupan kafein yang berlebihan dapat berefek tidak mengenakkan bagi tubuh.Lantas, apa bahaya kopi bagi wanita haid?

1. Memperparah rasa nyeri haid

Saat menstruasi, rahim berkontraksi untuk membantu mengeluarkan darah. Ketika rahim berkontraksi, rahim mengeluarkan hormon prostaglandin. Hormon ini mampu memunculkan rasa sakit. Akibatnya, nyeri dan keram saat menstruasi pun kerap terjadi.Sayangnya, minum kopi saat haid justru menambahkan rasa nyeri tersebut. Riset yang terbit pada jurnal Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences menemukan, kafein mampu menyempitkan pembuluh darah sehingga otot rahim semakin mengencang.Bahkan, dalam kasus tertentu, kafein pada kopi mampu meningkatkan risiko dismenore, yaitu nyeri haid yang parah.

2. Menyebabkan dehidrasi

Sebelum minum kopi saat haid, perlu diingat bahwa kafein bersifat diuretik yang membuat Anda lebih sering buang air kecil.Sebuah riset yang diterbitkan Journal of Science and Medicine in Sport menyatakan, orang kerap buang air kecil setelah minum kopi karena kafein menghambat penyerapan natrium di ginjal. Hal ini meningkatkan jumlah maupun volume urin saat buang air kecil.Jika urin terus-menerus dikeluarkan, hal ini menyebabkan tubuh kekurangan cairan yang parah (dehidrasi).

3. Emosi semakin tidak stabil

Riset yang ditampilkan pada Journal of Environmental Research and Public Health menemukan, setelah masa ovulasi hingga menstruasi berakhir, kadar hormon estrogen di dalam tubuh pun menurun. Hal ini pun diikuti dengan kadar serotonin yang turut berkurang.Serotonin bekerja untuk memicu rasa puas, senang, dan optimisme. Jika serotonin berkurang, maka merasa sedih, tidak berminat melakukan apapun, mudah marah dan tersinggung. Fenomena ini kerap ditemukan saat menstruasi.Bahaya minum kopi bagi wanita haid adalah lonjakan kadar kafeinnya. Dalam hal ini, akibat minum kopi saat menstruasi, kandungan kafein tersebut menyebabkan kecemasan. Terbukti pada riset Public Health Briefs menemukan, kandungan kafein merangsang produksi hormon katekolamin ketika minum kopi saat haid.Hormon ini dihasilkan ketika seseorang sedang berhadapan dengan pemicu stres atau kecemasan. Dalam hal ini, katekolamin membantu tubuh untuk bersiap-siap melawan atau lari dari ancaman. Semakin banyak katekolamin yang diproduksi, Anda semakin rentan bad mood.

4. Perut menjadi kembung

Saat menstruasi, kadar hormon estrogen pun meningkat. Riset yang terbit pada jurnal Endocrinology and Metabolism menemukan, hormon estrogen mampu menahan air di dalam tubuh. Oleh karena itu, saat menstruasi Anad cenderung mengeluhkan perut terasa kembung, begah, dan membengkak karena pertambahan berat air.Sebuah penelitian yang terbit pada jurnal Disease of the Esophagus menemukan, ketika minum kopi saat haid, kandungan kafein melemahkan otot yang menghubungkan kerongkongan dan lambung.Hal ini membuat asam dari lambung terdorong ke arah kerongkongan. Efeknya, perut terasa tidak nyaman dan memperparah kembung yang sudah terjadi terjadi saat menstruasi.

Anjuran aman minum kopi saat haid

Lantas, bolehkah minum kopi saat haid? Sebenarnya, boleh saja.Tidak ada larangan pasti mengenai minum kopi saat haid. Hal di atas adalah efek samping yang cenderung akan dirasakan jika Anda minum kopi terlalu berlebihan, baik terlalu banyak porsinya atau terlalu sering.Lantas, berapa banyak jumlah minum kopi saat haid yang dianjurkan? Food and Drug Administration (FDA) pun telah menentukan ambang batas konsumsi kafein harian, yaitu 400 miligram per hari.Jika diperkirakan, jumlah ini setara dengan empat hingga lima cangkir kopi. Untuk mengurangi rasa tidak nyaman, sebaiknya kurangi jumlah minum kopi saat haid hanya 1-2 cangkir agar asupan kafein tidak mencapai 400 miligram per hari.

Minuman yang lebih dianjurkan saat haid

teh kamomil adalah minuman yang dianjurkan saat haid
teh kamomil melemaskan otot panggul yang menegang saat haid
Asupan kafein ketika minum kopi saat haid sudah menjadi candu bagi kebanyakan wanita. Namun, tidak ada salahnya untuk mengurangi asupan kopi tiap datang bulang. Efeknya pun tidak untuk siapa-siapa, melainkan diri sendiri.Jika Anda ingin tetap mengonsumsi minuman selain kopi dan air putih saat haid, inilah minuman yang bagus untuk menstruasi:
  • Jamu kunyit dan jahe, kedua rempah ini mampu mencegah rasa begah dan kembung. Selain itu, kandungan curcuminoid pada kunyit juga berkhasiat untuk mengurangi keparahan gejala PMS, seperti mood yang menurun dan kram.
  • Yogurt, kandungan probiotik pada yogurt bantu redakan suasana hati yang tidak baik saat menstruasi. Sebab, yogurt membantu menghasilkan asam amino yang berguna untuk meningkatkan serotonin yang kurang saat menstruasi.
  • Teh kamomil, teh kamomil memiliki senyawa apigenin yang mencegah otot tegang. Otot yang tegang pun kerap dijumpai pada daerah panggul saat menstruasi. 

Catatan dari SehatQ

Minum kopi saat haid mampu memperparah rasa tidak nyaman saat menstruasi. Bahkan, bahaya minum kopi bagi wanita haid yang perlu diwaspadai adalah risiko dismenore, yaitu nyeri haid yang hebat dan tak tertahankan.Jika Anda mengalami gejala dismenore ataupun merasakan efek samping tak biasa setelah minum kopi saat haid, segera hubungi dokter melalui chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
haidmenstruasikesehatan wanitaminuman tidak sehatkram menstruasipremenstrual syndrome (PMS)kopi
Psychopharmacology. https://link.springer.com/article/10.1007/s002130000383 (Diakses pada 08 Oktober 2020)National Center for Biotechnology and Information. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK279294/ (Diakses pada 08 Oktober 2020)Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/menstrual-cramps/symptoms-causes/syc-20374938 (Diakses pada 08 Oktober 2020)Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6454168/ (Diakses pada 08 Oktober 2020)Journal of Science and Medicine in Sport. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4725310/ (Diakses pada 08 Oktober 2020)Journal of Environmental Research and Public Health. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6888463/ (Diakses pada 08 Oktober 2020)National Center for Biotechnology Information. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4449495/ (Diakses pada 08 Oktober 2020)Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/327490 (Diakses pada 08 Oktober 2020)Public Health Briefs. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1651381/pdf/amjph00624-0068.pdf (Diakses pada 08 Oktober 2020)Michigan Medicine University of Michigan. https://www.uofmhealth.org/health-library/tw12861 (Diakses pada 08 Oktober 2020)Anxiety.org. https://www.anxiety.org/fight-or-flight-fear-anxiety (Diakses pada 08 Oktober 2020)National Center for Biotechnology Information. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK279054/ (Diakses pada 08 Oktober 2020)Endocrinology and Metabolism. https://journals.physiology.org/doi/pdf/10.1152/ajpendo.00192.2002 (Diakses pada 08 Oktober 2020)MSD Manual. https://www.msdmanuals.com/home/hormonal-and-metabolic-disorders/electrolyte-balance/overview-of-sodiums-role-in-the-body (Diakses pada 08 Oktober 2020)Disease of the Esophagus. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/7918922/ (Diakses pada 08 Oktober 2020)Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gas-and-gas-pains/in-depth/gas-and-gas-pains/art-20044739 (Diakses pada 08 Oktober 2020)Food and Drug Administration. https://www.fda.gov/consumers/consumer-updates/spilling-beans-how-much-caffeine-too-much (Diakses pada 08 Oktober 2020)Iran Red Crescent Medical Journalhttps://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4893422/ (Diakses pada 08 Oktober 2020)National Center for Biotechnology Information.https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK92752/ (Diakses pada 08 Oktober 2020)Complementary Therapies in Medicine. doi.org/10.1016/j.ctim.2015.04.001 (Diakses pada 08 Oktober 2020)Food Science & Nutrition. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6189615/ (Diakses pada 08 Oktober 2020)Archives of Psychiatric Nursing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4393508/ (Diakses pada 08 Oktober 2020)Relias Media. https://www.reliasmedia.com/articles/43009-chamomile-for-use-as-anti-inflammatory-antispasmodic-and-sedative (Diakses pada 08 Oktober 2020)
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait