Bahaya mie instan tidak boleh diabaikan hanya karena terasa lezat dan praktis untuk dibuat
Mie instan memang lezat dan mudah untuk dimasak, tetapi bahaya mie instan tetap ada bila mie instan dikonsumsi secara berlebih

Mie instan bisa dikatakan makanan favorit orang Indonesia, selain rasanya yang enak dan praktis untuk dibuat, mie instan juga dapat dibeli dengan harga yang murah. Mie instan juga mudah ditemukan dan dibeli di berbagai pasar swalayan ataupun supermarket di sekitar rumah.

Meskipun demikian, terdapat kontroversi yang menekankan bahaya mie instan. Namun, apakah bahaya mie instan hanya sekedar hoax belaka atau memang terdapat bahaya yang mengintai yang perlu untuk diwaspadai?

Apa bahaya mie instan yang perlu diwaspadai?

Mie instan pada dasarnya aman dikonsumsi dalam porsi dan jumlah yang sesuai takaran serta tidak dikonsusmi secara terus-menerus. Namun, bahaya mie instan adalah suatu fakta dan bukanlah hoax. Berikut adalah beberapa bahaya mie instan yang dapat merugikan kesehatan:

  • Tinggi kadar garam

Rahasia kelezatan mie instan terletak pada bumbu-bumbunya. Namun salah satu bumbunya, yaitu garam, turut berkontribusi dalam membentuk bahaya mie instan.

Garam sebenarnya tidak masalah jika dikonsumsi dalam kadar yang tidak berlebih, tetapi kadar garam dalam mie instan yang berlebih berpotensi meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.

Kandungan garam dalam mie instan ditemukan sudah memenuhi 88% kadar batas harian garam yang boleh dikonsumsi.

  • Meningkatkan risiko terkena cardiometabolic syndrome

Studi menemukan bahwa bahaya mie instan adalah dapat meningkatkan risiko cardiometabolic syndrome yang merupakan gangguan metabolisme yang ditandai dengan adanya hipertensi, penumpukan lemak di perut, resistensi insulin, dan masalah dalam toleransi glukosa.

Apabila Anda memiliki risiko yang besar untuk mengalami cardiometabolic syndrome, maka Anda juga akan memiliki peluang yang tinggi untuk mengalami penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

  • Sulit untuk dicerna

Bahaya mie instan lainnya adalah sulit untuk dicerna. Tubuh memerlukan waktu hingga berjam-jam untuk mencerna mie. Hal tersebut dapat mengganggu kadar gula darah dan pelepasan insulin dalam tubuh, serta memperlambat kinerja sistem pencernaan.

  • Memiliki senyawa TBHQ

Senyawa TBHQ atau tertiary butylhydroquinone adalah zat yang digunakan untuk mengawetkan dan mencegah mie instan untuk cepat membusuk. Senyawa inilah yang menjadi penyebab bahaya mie instan.

Dalam takaran yang sedikit, TBHQ dinilai aman. Namun, lain halnya jika Anda mengonsumsinya dalam jumlah yang banyak atau saat dikonsumsi secara terus-menerus.

Riset pada hewan menemukan bahwa paparan TBHQ dapat memicu kerusakan pada saraf dan meningkatkan risiko terkena limfoma atau kanker kelenjar getah bening yang dapat memicu pembesaran organ hati.

Penelitian lain menemukan bahwa TBHQ dapat menyebabkan gangguan penglihatan dan kerusakan DNA pada beberapa orang. Meskipun demikian, masih diperlukan studi lebih lanjut mengenai efek TBHQ terhadap manusia.

  • Mengandung MSG

Sudah bukan rahasia lagi, kalau mie instan mengandung MSG yang menjadi salah satu komponen bumbu yang meningkatkan cita rasa dari mie instan. Bahaya mie instan karena kandungan MSG-nya mungkin hanya dirasakan oleh orang-orang tertentu.

Pada beberapa orang, MSG dapat menyebabkan beberapa efek samping, seperti ketegangan pada otot, kulit yang memerah, tekanan darah tinggi, rasa lemas, dan sakit kepala.

Apakah mie instan tidak boleh dikonsumsi?

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, mie instan bisa dikonsumsi asal tidak dalam porsi atau jumlah yang berlebih dan tidak dikonsumsi secara terus-menerus. Bahaya mie instan muncul saat Anda mengonsumsi mie instan secara berlebih.

Anda dapat menghindari bahaya mie instan dengan membuat mie instan menjadi lebih sehat. Terdapat beberapa cara untuk membuat mie instan lebih aman untuk dikonsumsi, seperti:

  • Pilih mie instan yang rendah garam

Salah satu bahaya mie instan terletak pada kadar garamnya, karenanya bacalah tabel nutrisi pada mie instan yang ingin dibeli dan pilih mie instan yang mengandung kadar garam yang sedikit.

  • Beli mie instan yang dibuat dengan karbohidrat kompleks

Selain memilih mie instan yang rendah garam, Anda juga bisa memilih mie instan yang terbuat dari karbohidrat kompleks daripada yang terbuat dari tepung putih biasa. Beberapa pilihan karbohidrat sehat untuk mie instan yang tersedia adalah tapioka, kentang, shirataki, dan sebagainya.

  • Racik bumbu mie instan sendiri

Bumbu-bumbu dalam mie instan, seperti garam dan MSG, membentuk bahaya mie instan. Anda bisa memilih untuk tidak menggunakan bumbu yang telah disediakan oleh mie instan dan membuat racikan bumbu sendiri.

Anda bisa meracik bumbu untuk mie instan dengan menggunakan kaldu ayam yang rendah garam dan diperlengkapi dengan bumbu-bumbu dapur alami yang segar.

  • Tingkatkan kandungan gizi dalam mie instan

Tingkatkan kandungan gizi mie instan dengan menambahkan sayuran segar atau yang sudah dimasak, seperti jamur, brokoli, dan sebagainya. Anda juga bisa memasukkan protein berupa ikan, ayam, telur, ataupun tahu.

Catatan dari SehatQ

Bahaya mie instan bukan sekedar mitos karena bahaya mie instan mengintai dari kandungan mie dan bumbunya, berikut adalah beberapa bahaya mie instan yang perlu diperhatikan:

  • Tinggi kadar garam
  • Meningkatkan risiko terkena cardiometabolic syndrome
  • Sulit untuk dicerna
  • Mengandung senyawa TBHQ
  • Mengandung MSG

Meskipun bahaya mie instan nyata adanya, tetapi tidak berarti Anda harus menghindari mie instan sepenuhnya. Anda dapat membuat mie instan lebih sehat dengan meningkatkan kandungan gizinya, membuat bumbu mie instan sendiri, dan memilih alternatif pilihan mie instan yang lebih sehat.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/ramen-noodles#your-choice
Diakses pada 01 Oktober 2019

Medical Daily. https://www.medicaldaily.com/eating-instant-noodles-bad-438340
Diakses pada 01 Oktober 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24491735
Diakses pada 01 Oktober 2019

ScienceDaily. https://www.sciencedaily.com/releases/2014/08/140812121642.htm
Diakses pada 01 Oktober 2019

Toxnet. https://toxnet.nlm.nih.gov/cgi-bin/sis/search/a?dbs+hsdb:@[email protected]+838
Diakses pada 01 Oktober 2019

U.S. Pharmacists. https://www.uspharmacist.com/article/cardiometabolic-syndrome-a-global-health-issue
Diakses pada 01 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed