4 Bahaya Merokok Saat Puasa yang Mengintai Anda


Merokok saat puasa membuat Anda gampang mual dan muntah yang dapat membatalkan ibadah. Merokok saat masih berpuasa juga dapat melipatgandakan efek buruk jangka panjangnya.

(0)
Merokok saat puasa menyebabkan mudah mual dan muntahMerokok saat puasa menyebabkan beragam keluhan, seperti jantung berdebar hingga muntah
Merokok saat puasa bukan sekadar permasalahan dapat membatalkan atau tidak. Merokok saat perut kosong nyatanya juga dapat menimbulkan bahaya yang lebih besar untuk kesehatan tubuh. Mengapa demikian?

Bahaya merokok saat puasa

Bahaya merokok yang ditimbulkan saat puasa muncul karena efek nikotin dan karbon monoksida pada perut kosong.Inilah akibatnya pada kesehatan tubuh bila Anda merokok ketika masih puasa atau saat berbuka puasa:

1. Jantung berdebar kencang

Merokok saat puasa membuat jantung berdebar kencang
Merokok saat puasa membuat jantung berdebar kencang
Saat puasa, tubuh tidak mendapatkan asupan nutrisi apa pun selama berjam-jam. Bila Anda merokok saat puasa atau sehabis berbuka, sel darah merah akan langsung mengikat karbon monoksida yang terhirup. Padahal seharusnya, sel darah merah berikatan dengan oksigen.Hal ini kemudian mengakibatkan karbon monoksida terbawa dalam aliran darah dan beredar lama di seluruh tubuh.Ketika tubuh mengandung terlalu banyak karbon monoksida, organ-organ vital Anda jadi tidak mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi yang tepat untuk menjalankan fungsinya. Kekurangan oksigen dapat membuat jantung malah semakin bekerja ekstra keras memompa darah segar sebagai upaya untuk “membilas” karbon monoksida keluar dari tubuh. Jadi, merokok saat puasa dapat menyebabkan Anda mudah merasakan jantung berdebar. Selain itu, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung karena jantung terus-terusan dipaksa bekerja lebih keras.

2. Pusing, mual, dan muntah

Keracunan monoksida akibat merokok saat puasa menyebabkan Anda muntah
Keracunan monoksida akibat merokok saat puasa menyebabkan Anda muntah
Menurut riset terbitan Journal of the Undersea and Hyperbaric Medical Society, kadar karbon monoksida dalam tubuh perokok berat yang merokok saat puasa sebanyak 1-3 bungkus per hari telah melewati ambang batas, yakni sekitar 3% hingga 20 persen. Normalnya, kadar karbon monoksida dalam tubuh manusia kurang dari 2 persen.Kelebihan kadar karbon monoksida dalam darah akan meningkatkan risiko keracunan karbon monoksida. Apabila Anda mengalami keracunan karbon monoksida, Anda akan merasakan pusing, mual, dan muntah.Saat Anda muntah, Anda akan semakin kekurangan cadangan nutrisi yang dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi tubuh selama berpuasa.Selain itu, Anda pun juga akan merasakan gejala lainnya, seperti:
  • Mengantuk
  • Bingung
  • Lemas
  • Sakit kepala
  • Disorientasi.

3. Meningkatkan risiko stroke

Kekurangan oksigen akibat merokok saat puasa meningkatkan risiko stroke
Kekurangan oksigen akibat merokok saat puasa meningkatkan risiko stroke
Saat tubuh kekurangan oksigen, jantung akan dipaksa untuk terus bekerja keras. Jika hal ini terjadi berkelanjutan dalam jangka waktu lama, pembuluh darah akan rentan menyempit dan mengeras. Kondisi ini disebut aterosklerosis.Pengerasan pembuluh membuat darah menggumpal dan menyumbat pembuluh darah. Bila gumpalan menyumbat aliran darah ke otak, hal ini akan menyebabkan stroke.Selain itu, menurut riset terbitan Preventive Medicine, merokok juga mampu mengurangi kadar kolesterol baik (HDL) di dalam tubuh.Bila kadar kolesterol baik di dalam tubuh rendah, Anda juga lebih berisiko mengalami stroke.

4. Meningkatkan risiko kanker paru-paru

Nikotin rokok mampu meningkatkan risiko kanker paru-paru dengan diawali dengan merangsang pertumbuhan tumor pada paru-paru, ungkap penelitian terbitan Journal of Carcinogenesis.Selain itu, nikotin juga mampu membuat sel kanker yang sudah ada berduplikasi lebih cepat dan meluas.Bahkan, nikotin mampu "menolong" sel kanker untuk mendapatkan nutrisi dari cadangan tubuh sehingga semakin cepat berkembang.Saat berpuasa, Anda tidak mendapatkan cukup asupan nutrisi yang dapat membantu memperlambat efek ini sehingga tubuh akan lebih bereaksi sensitif terhadap zat berbahaya di dalam rokok.

Memanfaatkan puasa sebagai cara berhenti merokok

Puasa mampu membantu Anda berhenti merokok secara konsisten
Puasa mampu membantu Anda berhenti merokok secara konsisten
Berpuasa adalah momen ibadah yang juga bisa Anda manfaatkan untuk mulai berhenti merokok. Riset terbitan jurnal Qatar Medical Journal memaparkan bahwa sebetulnya kadar nikotin pada perokok yang menjalankan ibadah puasa selama Ramadan bisa menurun drastis. Maka, jangan ragu untuk mulai mencoba berhenti merokok di bulan yang suci ini.Jika Anda tidak tahu bagaimana caranya untuk mulai, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menganjurkan beberapa cara dan langkah berhenti merokok yang bisa dilakukan saat bulan puasa.Inilah cara dan tahapan berhenti merokok saat Ramadan yang digalakkan Kemenkes:

1. Berhenti langsung

Momen ibadah di bulan Ramadhan adah saat yang tepat untuk langsung berhenti merokok tanpa basa-basi. Menurut Kemenkes, berhenti langsung lebih besar kemungkinannya untuk berhasil karena Anda tentu tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi makanan, minuman, serta mengirup asap rokok agar ibadah Anda afdol.Ketika “nafsu” untuk merokok hadir di tengah siang bolong atau setelah buka puasa, alihkan pikiran Anda cepat-cepat. Sebagai contoh, daripada meraih bungkus rokok Anda bisa tidur siang untuk melupakan rasa asam di mulut atau fokus beribadah agar tidak sibuk memikirkan rokok.Cara lainnya adalah dengan berolahraga ringan untuk menyegarkan pikiran beberapa saat menjelang buka puasa. Alih-alih merokok, Anda secara bawah sadar akan lebih memilih untuk meraih air minum untuk menghilangkan dahaga.

2. Ulur waktu merokok

Jika memang Anda benar-benar tidak bisa menahan nafsu merokok, tunggulah beberapa saat setelah berbuka. Tetap biasakan membatalkan puasa dengan makanan atau minuman sehat yang manis untuk mengganjal perut.Sekiranya 1 jam setelah berbuka, Anda bisa merokok. Menunda lebih lama bahkan lebih baik.Teruslah undur waktu merokok Anda. Misal, baru merokok setelah satu jam berbuka pada hari pertama puasa dan pada hari kedua Anda beri jeda 2 jam.Hari demi hari, Anda akan semakin lama menunda merokok sehingga pada akhirnya terbiasa untuk tidak merokok sama sekali.

3. Kurangi jumlah rokok

Sembari membiasakan mengulur waktu merokok, kurangijuga jumlah batang rokok yang Anda isap secara bertahap selama 30 hari berpuasa.Misalnya pada hari pertama puasa, Anda mengisap 5 batang rokok. Pada hari berikutnya, Anda hanya merokok sebanyak 4 batang.Lalu, hari berikutnya kurangi 2 supaya menjadi 2 batang rokok dalam sehari.Agar mempermudah Anda menjalaninya, tetapkan tanggal target untuk mengurangi rokok sampai tidak ada satu pun rokok yang Anda isap.Misalnya, Anda menentukan pada tanggal 17 Ramadan atau hari Nuzulul Quran sebagai hari tanpa rokok setelah pengurangan bertahap hari demi hari.

Catatan dari SehatQ

Setelah berbuka, sebaiknya Anda mengonsumsi makanan bergizi dan minum air untuk mengisi ulang tenaga dan jangan merokok. Merokok saat puasa justru dapat meningkatkan efek buruk dari nikotin serta karbon monoksida pada tubuh Anda.Bila Anda ingin mendapatkan bantuan untuk berhenti merokok saat puasa, Anda bisa konsultasi dengan dokter paru-paru terdekat. Anda juga bisa bertanya langsung dengan dokter secara gratis melalui  aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
tips puasaberhenti merokokramadanbahaya asap rokok
Myfasting.com. http://myfasting.com/smoke.htm Diakses pada 6 April 2021Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/carbon-monoxide-in-cigarette-smoke-2824730 Diakses pada 6 April 2021Journal of the Undersea and Hyperbaric Medical Society. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/29734568/ Diakses pada 6 April 2021Stroke Association. https://www.stroke.org.uk/sites/default/files/user_profile/smoking_and_the_risk_of_stroke.docx Diakses pada 6 April 2021Preventive Medicine. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/15066367/ Diakses pada 6 April 2021Journal of Carcinogenesis. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3622363/ Diakses pada 6 April 2021National Cancer Institute. https://www.cancer.gov/publications/dictionaries/cancer-terms/def/cell-proliferation Diakses pada 6 April 2021Current Opinion in Cell Biology. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0955067405001055 Diakses pada 6 April 2021Australian Government Cancer Australia. https://www.edcan.org.au/edcan-learning-resources/supporting-resources/biology-of-cancer/defining-cancer/invasion-metastasis Diakses pada 6 April 2021The Journal of Clinical Investigation. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2689101/ Diakses pada 6 April 2021Cancer.net. https://www.cancer.net/navigating-cancer-care/how-cancer-treated/personalized-and-targeted-therapies/angiogenesis-and-angiogenesis-inhibitors-treat-cancer Diakses pada 6 April 2021Qatar Medical Journal. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5344073/ Diakses pada 6 April 2021Kementerian Kesehatan. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/infografis/20170601/5621186/cara-dan-langkah-berhenti-merokok-saat-bulan-puasa/ Diakses pada 6 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait