Menahan buang air kecil dapat menimbulkan batu di kandung kemih
Hati-hati terhadap bahaya menahan buang air kecil saat mudik.

Terjebak macet parah dalam kondisi kebelet pipis tentu rasanya tidak nyaman. Pernahkah Anda berada pada situasi demikian? Jangan sampai terjadi lagi, karena ada beberapa bahaya menahan buang air kecil bagi kesehatan.

Jelang hari raya Idulfitri, mudik merupakan pemandangan yang umum, terutama bagi mereka yang merantau ke kota lain. Jalur mudik pun menjadi macet karena semua orang memilih pulang ke kampung halaman di saat yang bersamaan.

Perjalanan mudik terkadang menempuh waktu yang cukup lama hingga berjam-jam. Kendaraan yang ditumpangi menentukan kenyamanan para pemudik. Namun, ada satu hal yang kerap menjadi ketidaknyamanan bagi para pemudik, yaitu rasa ingin buang air kecil.

Kandung kemih seseorang yang sehat pada umumnya dapat menahan sekitar 500cc air seni atau urine. Ini berarti, meminum sebuah air mineral berukuran 600cc berpotensi membuat kantung kencing Anda terisi hampir penuh, mengingat tidak semua air dalam jumlah yang sama akan dibuang kembali melalui urin.

Jika kandung kemih sudah mencapai batas tersebut, maka akan timbul rasa ‘kebelet’ untuk buang air kecil. Laki-laki cenderung mampu bertahan lebih lama dibanding perempuan karena perbedaan susunan otot pada kantung kencing laki-laki dan perempuan.

Menahan kencing bukanlah hal yang baik dan membahayakan kesehatan. Apa saja bahaya menahan pipis?

Bahaya menahan buang air kecil #1: Infeksi kandung kemih (sistitis)

Menahan kencing meningkatkan risiko terjadinya infeksi kandung kemih. Salah satu fungsi mengeluarkan air kencing yaitu membuang bakteri yang ada pada saluran air kencing paling luar (uretra).

Menahan pipis membuat pembuangan bakteri pun tertunda. Infeksi saluran kencing berulang dapat menjadi risiko pembentukan batu pada kandung kemih.

Bahaya menahan buang air kecil #2: Batu di kandung kemih

Salah satu proses pembentukan batu pada saluran kencing adalah pengendapan. Ketika menahan kencing, urine pada kandung kemih akan tertahan dan zat-zat pada air kencing mengendap sehingga berisiko terbentuk batu pada kandung kemih.

Jika terbentuk batu pada kandung kemih, maka seseorang akan mengalami risiko tidak dapat kencing. Bila batu tersebut masuk menuju saluran kencing akhir akan menimbulkan rasa sakit yang hebat. Rasa sakit ini juga dapat sedikit meningkatkan tekanan darah seseorang.

Bahaya menahan buang air kecil #3: Meningkatkan tekanan darah

Sebuah riset menemukan tekanan darah sedikit meningkat saat seseorang menahan kencing setidaknya tiga jam. Namun, sesaat setelah dikeluarkan, tekanan darah kembali menurun. Fenomena ini tidak selalu terjadi pada setiap orang.

Setelah mengetahui bahaya menahan buang air kecil, semoga Anda lebih mempersiapkan diri ketika akan mudik. Buang air kecil sebelum menaiki kendaraan dan minum air secukupnya dapat mengurangi kemungkinan timbulnya rasa ingin kencing di tengah perjalanan.

Healthline. https://www.healthline.com/health/holding-pee
Diakses 30 April 2019

QM JQ. EFFECT OF GENDER AND BMI ON MAXIMUM URINE HOLDING CAPACITY OF THE URINARY BLADDER. Biomedica. 2017 Jul 1;33(2):128-30.

Choi EJ, Jeong DW, Lee JG, Lee S, Kim YJ, Yi YH, Cho YH, Im SJ, Bae MJ. The impact of bladder distension on blood pressure in middle aged women. Korean journal of family medicine. 2011 Jul;32(5):306.

Artikel Terkait

Banner Telemed