7 Bahaya Menahan Bersin yang Jarang Diketahui

(0)
14 Apr 2021|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Ada banyak kerugian kesehatan yang dapat terjadi jika Anda menahan bersin.Menahan bersin dapat mengundang berbagai kerugian untuk kesehatan.
Suka menahan bersin? Ada baiknya segera tinggalkan kebiasaan ini. Sebab, menahan bersin dapat mengundang berbagai macam kerugian pada kesehatan, seperti patahnya tulang rusuk, pecahnya gendang telinga, hingga rusaknya pembuluh darah.Mari kita kenali lebih lanjut mengenai berbagai bahaya menahan bersin yang perlu diwaspadai.

Bahaya menahan bersin yang harus diwaspadai

Menahan bersin dipercaya dapat menyebabkan tenggorokan cedera
Ada banyak kerugian yang bisa datang jika Anda menahan bersin
Bersin adalah respons alami tubuh saat benda asing, seperti debu, asap, bakteri, hingga kotoran, masuk ke dalam hidung. Saat bersin, berbagai benda asing ini akan dikeluarkan oleh tubuh untuk mencegah penyakit dan cedera di hidung. Lantas, apa jadinya jika kita sering menahan bersin?

1. Tenggorokan pecah

Menurut sebuah laporan di dalam jurnal BMJ Case Reports, seorang pria berusia 34 tahun mengalami tenggorokan pecah setelah dirinya menutup hidung dan mulut saat bersin. Setelahnya, ia merasakan sakit yang signifikan dan tidak mampu berbicara atau menelan.Perlu diketahui, kasus tenggorokan pecah cukup jarang terjadi. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh cedera atau kondisi medis tertentu, seperti muntah hingga batuk parah.Dokter yang menangani kasus pria ini cukup kaget setelah mengetahui bahwa menahan bersin dapat menyebabkan tenggorokan sang pria pecah.

2. Gendang telinga pecah

Saat Anda menahan tekanan tinggi yang terbentuk di sistem pernapasan sebelum bersin, ada udara yang masuk ke dalam telinga. Udara ini kemudian masuk ke dalam tabung di dalam telinga yang menghubungkan telinga tengah dan gendang telinga (tabung eustachius).Menurut sejumlah ahli, tekanan yang muncul akibat menahan bersin ini dapat menyebabkan satu atau kedua gendang telinga pecah sehingga menyebabkan Anda tak bisa mendengar.Sebagian besar kasus pecahnya gendang telinga dapat sembuh dengan sendirinya, tapi ada juga yang harus ditangani dengan prosedur operasi.

3. Infeksi telinga tengah

Seperti yang sudah dijelaskan di awal, bersin adalah respons alami tubuh saat hidung kemasukan benda asing.Namun, saat Anda menahan bersin, benda-benda asing tersebut dapat terbawa oleh udara ke bagian telinga tengah dan menyebabkan infeksi.Infeksi telinga tengah biasanya dapat menyebabkan rasa nyeri yang cukup mengganggu. Terkadang, kondisi medis ini dapat sembuh dengan sendirinya, tapi ada kalanya obat-obatan antibiotik dibutuhkan.

4. Pembuluh darah rusak

Tahukah Anda bahwa kebiasaan menahan bersin juga bisa merusak pembuluh darah di mata, hidung, dan gendang telinga?Tekanan tinggi yang terjadi akibat menahan bersin dapat menyebabkan pembuluh darah menjadi pecah. Meskipun jarang terjadi, gejala yang dapat terlihat adalah mata dan hidung yang menjadi merah.

5. Cedera diafragma

Diafragma adalah bagian otot dada yang terletak tepat di atas perut. Sejumlah dokter percaya bahwa menahan bersin dapat menyebabkan diafragma mengalami cedera.Menurut sebuah riset, kebiasaan menahan bersin dapat menyebabkan udara terperangkap di dalam diafragma dan berdampak buruk pada paru-paru. Akibatnya, Anda akan merasakan rasa nyeri di bagian dada. Hati-hati, kondisi ini bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani di rumah sakit.

6. Aneurisma

Aneurisma adalah pembesaran pembuluh darah arteri yang disebabkan oleh lemahnya dinding arteri. Berdasarkan sebuah studi, ternyata menahan bersin juga bisa menyebabkan aneurisma.Tekanan yang muncul akibat menahan bersin berpotensi mampu membuat aneurisma di otak pecah. Ini adalah kondisi yang bisa mengancam nyawa akibat adanya pendarahan otak.

7. Tulang rusuk patah

Sebagian orang, misalnya orang lanjut usia (lansia), berpotensi mengalami patah tulang rusuk akibat bersin. Hal serupa juga bisa terjadi jika mereka menahan bersin.Sebab, menahan bersin dapat menyebabkan munculnya udara bertekanan tinggi untuk dipaksa masuk ke dalam paru-paru sehingga menyebabkan tulang rusuk patah.

Apakah menahan bersin dapat menyebabkan serangan jantung?

Mungkin Anda pernah mendengar anggapan bahwa menahan bersin dapat menyebabkan serangan jantung.Perlu diketahui, menahan bersin atau bersin tidak membuat jantung berhenti berdetak. Hanya saja, bersin atau menahan bersin dapat berdampak pada detak jantung, tapi tidak menyebabkan jantung berhenti berdetak.

Catatan dari SehatQ

Bagi Anda yang masih sering menahan bersin, segera tinggalkan kebiasaan ini karena ada banyak kerugian yang bisa Anda alami.Bagi Anda yang memiliki pertanyaan seputar kesehatan, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga.
penyakithidung tersumbatbersin
Healthline. https://www.healthline.com/health/holding-in-a-sneeze
Diakses pada 31 Maret 2021
BMJ. https://beta-www.bmj.com/company/newsroom/dont-hold-your-nose-and-close-your-mouth-when-you-sneeze-doctors-warn/
Diakses pada 31 Maret 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/156993
Diakses pada 31 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait