7 Bahaya Makanan Manis Mengincar Anda Saat Bulan Puasa


Efek makan manis berlebih ada beragam. Bukan hanya kegemukan dan memicu diabetes, kebiasaan buruk ini juga bisa memicu penuaan dini.

(0)
23 Apr 2021|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Efek makan manis berlebihan salah satunya adalah kulit jadi lebih cepat keriputBahaya makanan manis salah satunya adalah bisa memicu penuaan dini
Efek makan manis secara berlebihan, bukanlah sekedar menambah berat badan atau memicu diabetes. Bahaya lain seperti penuaan dini, kerusakan ginjal dan hati, hingga meningkatnya risiko penyakit jantung juga bisa terjadi kalau Anda tidak membatasi asupan gula dan makanan manis lainnya.Risiko-risiko di atas perlu Anda waspadai, karena selama bulan puasa, istilah "berbukalah dengan yang manis" sering menjadi suatu pembenaran untuk mengonsumsi gula berlebihan ketika berbuka.

Efek makan manis berlebihan untuk kesehatan

Saat berbuka puasa, segala makanan maupun minuman, terutama yang manis, dapat terlihat menggiurkan. Akibatnya, Anda tidak sadar telah mengonsumsinya secara berlebihan. Agar bisa lebih menahan diri, ada baiknya Anda mengetahui lebih jauh mengenai efek mengonsumsi makanan manis berlebihan berikut ini.

1. Memicu kenaikan berat dadan

Semakin banyak Anda mengonsumsi makanan atau minuman yang tinggi gula, maka kenaikan berat badan yang akan dialami juga semakin banyak. Individu yang mengonsumsi minuman manis berlebihan, umumnya memiliki berat badan berlebih dan lebih berisiko terkena diabetes tipe 2.

2. Membuat kulit berjerawat

Makanan yang kaya akan karbohidrat, termasuk makanan dan minuman manis, sering dikaitkan dengan munculnya jerawat di wajah. Sebab, asupan yang terasa manis dapat memicu kenaikan kadar gula darah dan hormon insulin di tubuh.Hal ini membuat produksi hormon androgen, produksi minyak di wajah, serta kemungkinan terjadinya peradangan meningkat. Ketiganya memiliki peran dalam terbentuknya jerawat.

3. Memicu penuaan dini

Terlalu banyak mengonsumsi gula juga meningkatkan risiko mengalami penuaan dini. Gula yang Anda konsumsi ,akan menempel pada protein di dalam darah. Selanjutnya, kedua komponen tersebut dapat membuat suatu molekul yang berbahaya bagi kulit. Molekul inilah yang kemudian dapat memicu terjadinya penuaan dini di kulit. Hal ini dapat terjadi karena molekul tersebut dapat merusak kolagen, serta elastin yang terdapat di kulit. Padahal, keduanya berguna untuk menjaga kulit agar terlihat tetap kencang dan awet muda. Dengan rusaknya kedua komponen tersebut, kulit akan terlihat kendur dan keriput.Baca Juga: Cara Efektif Mencegah Penuaan Dini

4. Meningkatkan risiko sakit jantung

Salah satu bahaya makanan manis yang harus Anda waspadai peningkatan risiko sakit jantung. Sebab, makanan manis umumnya akan membuat seseorang mengalami obesitas, serta mengalami peningkatan kadar kolesterol dan kadar trigliserida. Ketiga kondisi tersebut merupakan faktor risiko utama dari penyakit jantung. Selain itu, mengonsumsi terlalu banyak minuman manis juga kerap dikaitkan dengan aterosklerosis, yaitu gangguan jantung yang disebabkan oleh tersumbatnya pembuluh darah arteri di jantung oleh lemak.

5. Meningkatkan risiko gangguan ginjal

Jika Anda adalah seorang penderita diabetes, mengonsumsi makanan manis untuk buka puasa bisa meningkatkan risiko terjadinya kerusakan ginjal. Jika tidak segera diatasi, kerusakan ginjal yang terjadi dapat berkembang menjadi gagal ginjal.

6. Berpengaruh pada kesehatan seksual

Banyaknya kandungan gula dalam darah dapat menjadi salah satu penyebab impotensi pada pria. Sebab, kadar gula dalam darah dapat memengaruhi sistem sirkulasi yang mengontrol aliran darah.Saat ereksi, seorang pria memerlukan aliran darah yang lancar. Terlalu banyak mengonsumsi gula dapat menghalangi proses ini.

7. Memicu timbulnya kerusakan hati

Bahaya makan makanan manis saat buka puasa lainnya yang dapat terjadi adalah, terjadinya penumpukan lemak di hati. Selain itu, kebiasaan buruk ini juga dapat membuat hati menjadi resisten terhadap hormon insulin, yang berguna untuk mengubah gula di dalam darah menjadi energi. Hal ini membuat Anda lebih berisiko terkena diabetes tipe 2.

8. Memicu kerusakan gigi

Gula adalah makanan kesukaan bakteri penyebab gigi berlubang. Sehingga, saat Anda mengonsumsi makanan manis secara berlebihan, maka sisa-sisanya akan semakin mudah untuk terselip atau menempel di permukaan gigi. Apabila tidak dibersihkan dengan baik, maka lokasi sisa makanan tersebut berada akan menjadi tempat berkembang biaknya bakteri penyebab gigi berlubang.

Rekomendasi konsumsi gula harian

Seseorang dikatakan terlalu banyak mengonsumsi gula apabila asupan gula hariannya telah melebihi 150 kalori atau sekitar 9 sendok teh (36 gram). Membaca jumlah nutrisi di kemasan makanan maupun minuman yang Anda konsumsi, bisa menjadi cara untuk membatasi konsumsi gula sesuai rekomendasi harian. Jumlah gula di kemasan makanan, umumnya dituliskan dalam satuan gram per penyajian. Namun, Anda perlu memperhatikan, jika satu kemasan tersebut diperuntukkan untuk satu kali penyajian atau lebih. Sebagai contoh, jika pada kemasan tertulis kandungan 5 gram gula per penyajian, padahal satu kemasan digunakan untuk 4 kali penyajian, maka Anda dapat mengonsumsi gula hingga 20 gram per kemasan.Karena itu, lebih berhati-hatilah dalam memilih pilihan menu sahur dan berbuka Anda. Konsumsi sayur, buah, serta sumber protein lainnya dan dapatkan gizi yang seimbang, agar puasa dapat berjalan dengan sehat dan lancar.
makanan sehatmakanan tidak sehatramadantips puasa
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/too-much-sugar
Diakses pada 3 Mei 2019
WebMD. https://www.webmd.com/diabetes/features/how-sugar-affects-your-body
Diakses pada 3 Mei 2019
Harvard Health Publishing, Harvard Medical School. https://www.health.harvard.edu/heart-health/the-sweet-danger-of-sugar
Diakses pada 3 Mei 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait