Bahaya Makan Telur Mentah Adalah Infeksi Salmonella, Bagaimana Menghindarinya?


Ada banyak menu yang tidak menggunakan telur matang, seperti salad, ramen, sup, hingga resep mayonaise. Kandungan gizinya mirip, hanya saja bahaya makan telur mentah bisa meningkatkan risiko terinfeksi Salmonella.

(0)
27 Mar 2021|Azelia Trifiana
Hindari mengonsumsi telur mentah agar terhindar dari infeksi salmonellaHindari mengonsumsi telur mentah agar terhindar dari infeksi salmonella
Ada banyak menu yang tidak menggunakan telur matang, seperti salad, ramen, sup, hingga resep mayonaise. Kandungan gizinya mirip, hanya saja bahaya makan telur mentah bisa meningkatkan risiko terinfeksi Salmonella.Namun, bukan berarti Anda tidak bisa mengonsumsi telur mentah sama sekali. Hanya saja, penyerapan protein mungkin lebih rendah. Apabila ingin menghindari risiko terkena infeksi, upayakan mengonsumsi telur yang telah melalui proses pasteurisasi.

Kandungan nutrisi telur mentah

Dalam satu buah telur mentah berukuran besar (50 gram), terdapat kandungan nutrisi berupa:
  • Kalori: 72
  • Protein: 6 gram
  • Lemak: 5 gram
  • Vitamin A: 9% RDI
  • Vitamin B2: 13% RDI
  • Vitamin B5: 8% RDI
  • Vitamin B12: 7% RDI
  • Selenium: 22% RDI
  • Fosfor: 10% RDI
  • Folat: 6% RDI
Tak hanya itu, telur mentah juga mengandung 147 mg kolin, jenis nutrisi yang penting untuk fungsi otak dan kesehatan jantung. Untuk antioksidan, ada kandungan lutein dan zeaxanthin yang bisa melindungi mata dari risiko penyakit.

Bahaya makan telur mentah

bakteri
Telur mentah berisiko terkontaminasi bakteri
Beberapa risiko yang mungkin muncul ketika mengonsumsi telur yang belum matang adalah:

1. Kontaminasi bakteri

Telur yang masih mentah atau setengah matang bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri Salmonella. Gejala yang muncul bisa berupa kram perut, diare, mual, demam, hingga sakit kepala. Keluhan ini mungkin muncul 6 jam sejak pertama kali mengonsumsi.Kabar baiknya, risiko mengalami kontaminasi sangat rendah. Namun, sejak tahun 1970-1990 sumber infeksi Salmonella yang paling umum berasal dari cangkang telur yang terkontaminasi.Sejak itu, dikembangkan teknologi pasteurisasi telur agar lebih mudah dikonsumsi meskipun masih mentah. Proses pasteurisasi ini membantu mengurangi jumlah bakteri dan mikroorganisme lainnya di makanan.

2. Penyerapan protein

Bagi yang mencari sumber makanan tinggi protein, telur tentu menjadi salah satu kandidat. Alasannya karena telur mengandung 9 asam amino esensial yang membuatnya disebut sebagai sumber protein komplet. Meski demikian, mengonsumsi telur mentah bisa mengurangi penyerapan protein berkualitas itu.Sebuah studi membandingkan penyerapan protein dari telur matang dan mentah pada 5 orang. Hasilnya, 90% protein dari telur matang terserap, namun hanya 50% dari telur mentah. Artinya, tubuh lebih mudah mencerna protein dari telur matang.

3. Penyerapan biotin

Telur juga mengandung biotin, jenis vitamin B7 yang larut air. Fungsinya untuk produksi glukosa dan asam lemak, juga penting bagi ibu hamil. Kuning telur mengandung biotin sementara putih telurnya mengandung protein yang disebut avidin.Sayangnya, putih telur mentah justru mengikat biotin di usus. Akibatnya, penyerapannya menjadi kurang maksimal. Hal ini tidak terjadi pada telur matang karena panas saat proses pemasakan menghancurkan avidin.Namun, bukan berarti bahaya makan telur mentah akan langsung membuat Anda kekurangan biotin. Perlu telur dalam jumlah sangat banyak – setidaknya 12 butir per hari – dan dalam jangka waktu lama untuk bisa menyebabkan seseorang mengalami defisiensi biotin.

Risiko kontaminasi bakteri

ibu hamil makan sayur
Ibu hamil sebaiknya tidak mengonsumsi telur mentah
Di Indonesia, risiko terinfeksi bakteri Salmonella cukup tinggi. Terdapat kelompok orang yang lebih rentan mengalaminya, seperti:
  • Bayi dan anak-anak

Kelompok usia termuda ini lebih rentan terkena infeksi karena sistem kekebalan tubuhnya belum benar-benar berkembang
  • Ibu hamil

Pada kasus yang lebih langka, Salmonella bisa menyebabkan kram di rahim hingga memicu terjadinya kelahiran prematur hingga kematian bayi dalam kandungan
  • Orang lanjut usia

Orang berusia di atas 65 tahun lebih rentan terkena infeksi dari makanan, bahkan hingga mengancam nyawa. Faktor lain yang juga berperan adalah kekurangan nutrisi dan penurunan fungsi sistem cerna akibat penuaan.
  • Orang dengan masalah imun

Bagi orang dengan masalah imunitas dan menderita penyakit kronis, mereka lebih rentan terkena infeksi. Contohnya adalah penderita diabetes, HIV, dan kanker.Kelompok yang rentan di atas sebaiknya menghindari konsumsi telur mentah, termasuk olahannya seperti mayonaise dan es krim.

Cara menghindari risiko infeksi bakteri

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terkena infeksi bakteri dari telur mentah, seperti:
  • Hanya membeli telur yang sudah melewati proses pasteurisasi
  • Menyimpan kulkas di lemari pendingin
  • Tidak membeli atau mengonsumsi telur kedaluwarsa
  • Segera membuang telur yang pecah atau kotor
Tentunya, cara paling efektif untuk menghindari risikonya adalah dengan memastikan telur benar-benar matang. Pertimbangkan risiko dan manfaatnya sebelum memutuskan mengonsumsi telur matang atau mentah.Untuk berdiskusi lebih lanjut tentang gejala terkena infeksi bakteri berbahaya seperti Salmonella, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.Sumber:
makanan sehathidup sehatpola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/eating-raw-eggs
Diakses pada 11 Maret 2021
Journal of Nutrition. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/9772141/
Diakses pada 11 Maret 2021
JAMA. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/3279240/
Diakses pada 11 Maret 2021
WebMD. https://www.webmd.com/food-recipes/features/egg-safety-tips-recipes-and-eggcetera
Diakses pada 11 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait