logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

Bahaya Makan Sambil Tiduran yang Harus Anda Waspadai

open-summary

Dibandingkan postur tubuh yang lain, makan sambil tiduran memiliki sejumlah potensi bahaya yang perlu Anda waspadai, seperti memperlambat pencernaan hingga meningkatkan risiko terjadinya GERD.


close-summary

30 Apr 2021

| Nenti Resna

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Salah satu bahaya makan sambil tiduran adalah GERD

Makan sambil tiduran dapat memicu sejumlah masalah yang merugikan Anda

Table of Content

  • Potensi bahaya makan sambil tiduran
  • Posisi makan yang direkomendasikan

Selain memerhatikan jenis dan porsi makanan yang dikonsumsi, postur tubuh saat makan juga tidak boleh Anda abaikan. Postur tubuh yang Anda gunakan, baik itu duduk, berdiri, atau makan sambil tiduran, dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam mencerna makanan.

Advertisement

Walaupun belum diketahui penyebab pastinya, sebagian ahli berpendapat bahwa ini terkait dengan dampak gravitasi pada pencernaan yang dipengaruhi oleh postur tubuh. Dibandingkan postur tubuh yang lain, makan sambil tiduran memiliki sejumlah potensi bahaya yang perlu Anda waspadai.

Potensi bahaya makan sambil tiduran

Makan sambil tiduran mungkin dianggap nyaman bagi sebagian orang. Hal ini biasanya dilakukan sambil menonton TV atau membaca buku.

Jika Anda termasuk orang yang sering melakukannya, sebaiknya kurangi atau hindari kebiasaan tidur sambil makan ini. Pasalnya, ada beberapa risiko bahaya makan sambil tiduran yang bisa Anda alami.

1. Memperlambat pencernaan

Salah satu risiko kesehatan terkait makan sambil tiduran adalah pergerakan dan proses pencernaan yang melambat. Posisi tidur juga memungkinkan asam lambung naik dan menyebabkan berbagai gejala gangguan pencernaan, seperti:

  • Rasa kenyang atau penuh yang tidak nyaman setelah makan
  • Sakit perut
  • Kembung
  • Begah
  • Mual.

2. Meningkatkan risiko GERD

Makan sambil tiduran merupakan salah satu faktor risiko dari refluks asam lambung. Kondisi ini bisa memicu penyakit GERD, yaitu kondisi di mana sfingter kerongkongan (esofagus) bagian bawah tidak menutup dengan benar setelah menelan makanan sehingga memungkinkan asam lambung dan makanan kembali naik.

Gejala GERD yang paling umum adalah heartburn atau sensasi terbakar pada ulu hati. Jika dibiarkan, GERD kronis akibat makan sambil tiduran dapat meningkatkan risiko berkembangnya kondisi yang lebih serius, seperti esofagus Barrett dan kanker esofagus.

Maka dari itu, sebaiknya Anda tidak makan sambul tiduran untuk mencegah terjadinya GERD. Jika Anda termasuk penderita GERD, Anda juga disarankan untuk tidak langsung berbaring hingga 2=3 jam setelah makan supaya asam lambung tidak naik.

3. Meningkatkan risiko tersedak

Tersedak makanan dapat menjadi salah satu kondisi darurat yang dapat disebabkan makan sambil tiduran. Saat tersedak, potongan makanan dapat masuk dan menyumbat jalan napas Anda. Jika tidak segera mendapatkan pertolongan, kondisi ini dapat menyebabkan kematian.

Untuk mencegah salah satu bahaya yang ditimbulkan kebiasaan tidur sambil makan ini, Anda disarankan untuk tidak langsung tiduran setelah makan karena dikhawatirkan sisa makanan yang ada di kerongkongan dapat masuk dan menyumbat jalan napas.

Baca Juga

  • Efek Kalap Makan Waktu Buka Puasa, Apa Saja?
  • 11 Obat Herbal Asam Lambung yang Bisa Dicoba
  • Madu untuk Asam Lambung Dianggap Ampuh, Fakta atau Mitos Belaka?

Posisi makan yang direkomendasikan

Kebalikan dari makan sambil tiduran, orang yang biasa makan sambil berdiri dapat mengonsumsi makanannya dengan cepat. Proses pencernaan pun bisa berlangsung lebih cepat jika dibandingkan posisi makan sambil tiduran atau duduk.

Akan tetapi, makan sambil berdiri dapat memicu seseorang makan terlalu cepat dan berlebihan. Sehingga, kebiasaan ini dianggap mampu menyebabkan udara tertelan selama makan dan meningkatkan risiko kembung sehingga penyerapan nutrisi menjadi tidak maksimal.

Dibandingkan dengan makan sambil tiduran atau berdiri, makan dalam posisi duduk merupakan posisi makan yang lebih baik. Posisi ini membuat Anda dapat makan secara sadar tanpa adanya pengalihan dan memungkinkan pencernaan berfungsi dengan baik.

Makan secara sadar (mindful) merupakan kondisi makan yang sangat penting. Kondisi ini dapat membantu Anda merasakan kenikmatan saat makan dan mengurangi kemungkinan makan berlebihan. Hal ini dikarenakan Anda lebih fokus dengan makanan dan cara makan yang dilakukan.

Penelitian menunjukkan bahwa dibandingkan tiduran atau berdiri, posisi makan sambil duduk membuat kita secara tidak sadar makan lebih lambat. Makan sambil duduk juga membuat Anda lebih fokus pada makanan sehingga bisa dicerna dengan baik.

Jika Anda punya pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.

Advertisement

asam lambungtips dietgerd

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved