Bahaya Kram Pantat yang Bisa Picu Kerusakan Saraf, Ini Cara Mudah untuk Mengatasinya


Kram pantat adalah kondisi yang terjadi ketika otot piriformis menekan saraf skiatik. Cara mengatasi kram bokong dapat dilakukan dengan pengobatan dan perubahan pola hidup.

(0)
Kram pantat terjadi saat otot piriformis menekan saraf skiatikKram bokong dapat diatasi dengan pengobatan dan perubahan pola hidup
Sindrom piriformis atau kram bokong adalah kondisi timbulnya rasa nyeri atau mati rasa pada pantat dan bagian belakang betis. Kram pantat terjadi ketika otot piriformis (otot yang membentang dari tulang belakang bagian bawah hingga tulang paha bagian atas) menekan saraf skiatik.Kram bokong umumnya menyerang wanita dan jarang dialami oleh pria. Rasa nyeri akibat kram pantat biasanya akan semakin parah ketika Anda melakukan aktivitas yang menyebabkan otot piriformis menekan saraf skiatik, seperti duduk, berjalan, berlari, dan menaiki tangga.

Penyebab kram bokong

Penyebab utama kram bokong adalah tekanan yang diberikan otot piriformis kepada saraf skiatik. Kondisi ini umumnya terjadi ketika Anda terlalu banyak melakukan aktivitas berat maupun berolahraga. Beberapa aktivitas yang dapat memicu terjadinya sindrom piriformis, di antaranya:
  • Cedera
  • Duduk terlalu lama
  • Jatuh dengan kencang
  • Mengalami kecelakaan
  • Mengangkat benda berat
  • Memutar pinggul secara tiba-tiba
  • Luka penetrasi yang mencapai otot
  • Terlalu sering berolahraga secara berlebihan
  • Memanjat anak tangga dengan jarak yang berjauhan
  • Mendapat pukulan atau hantaman secara langsung ketika berolahraga
  • Terlalu sering berlari atau melakukan aktivitas berulang yang melibatkan kaki

Seperti apa gejala kram pantat?

Saat mengalami kram pantat, Anda mungkin akan merasakan sejumlah gejala. Beberapa gejala yang umumnya terjadi ketika terserang kram pantat, antara lain:
  • Nyeri pada bokong
  • Skiatika (linu pada panggul)
  • Kesemutan atau mati rasa pada bokong
  • Kesemutan atau mati rasa pada bagian belakang kaki
  • Timbulnya rasa nyeri pada bokong ketika duduk terlalu lama
Saat sindrom piriformis yang diderita sudah semakin parah, rasa nyeri di bokong maupun kaki dapat membuat Anda merasa lumpuh. Apabila mengalaminya, segeralah konsultasikan kondisi Anda dengan dokter untuk segera mendapatkan tindakan penanganan.

Cara mengatasi kram bokong

Kram bokong dapat diatasi dengan pengobatan dan perubahan pola hidup. Jika tidak ditangani dengan baik, kram pantat berpotensi memicu terjadinya kerusakan saraf permanen. Berikut ini beberapa tindakan yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi sindrom piriformis:
  • Pijat sumber nyeri secara perlahan.
  • Lakukan latihan untuk meregangkan otot piriformis. Tanyakan ke dokter gerakan latihan apa yang tepat bagi Anda.
  • Berhenti melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya rasa nyeri seperti berlari maupun bersepeda untuk sementara.
  • Mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) maupun aspirin untuk meredakan nyeri. Untuk menghilangkan rasa sakit, bisa dengan menggunakan acetaminophen.
  • Jika melakukan pekerjaan yang mengharuskan duduk terlalu lama, jangan lupa untuk sesekali beristirahat dengan berjalan-jalan. Anda juga dapat melakukan peregangan sebagai alternatifnya.
  • Mengompres area tempat timbulnya rasa nyeri dengan kompres dingin setiap 15 menit sekali. Ulangi selama beberapa kali dalam sehari hingga rasa nyeri mulai reda. Setelah beberapa hari, beralihlah ke kompres hangat untuk mengompres sumber nyeri.
Apabila nyeri yang Anda rasakan tidak kunjung membaik dan malah bertambah parah, segera berkonsultasi dengan dokter. Dokter mungkin akan menyuntikkan obat steroid agar rasa sakit yang Anda rasakan reda.Jika sindrom piriformis Anda sudah terlalu parah, operasi bedah mungkin akan dilakukan oleh dokter. Operasi bedah sendiri bertujuan untuk mengurangi tekanan otot piriformis pada saraf skiatik.

Kapan harus ke dokter?

Kram bokong merupakan kondisi yang bisa diatasi dengan melakukan perawatan rumahan. Meski begitu, ada sejumlah kondisi yang mengharuskan Anda untuk memeriksakan diri ke dokter. Beberapa kondisi tersebut, meliputi:
  • Otot kaki terasa lemas atau mati rasa
  • Nyeri yang Anda rasakan sudah berlangsung lebih dari beberapa minggu
  • Mengalami kesulitan dalam mengontrol buang air kecil dan buang air besar
  • Anda merasakan sakit yang sangat parah pada punggung bagian bawah atau kaki
  • Rasa sakit timbul setelah Anda mengalami peristiwa traumatis (kecelakaan atau jatuh dengan kencang)

Catatan dari SehatQ

Kram pantat terjadi saat otot piriformis menekan saraf skiatik. Kondisi ini dapat diatasi dengan pengobatan dan perubahan pola hidup. Jika tidak mendapat penanganan dengan benar, kram pantat berpotensi memicu terjadinya kerusakan saraf permanenApabila kram pantat yang dialami telah berlangsung selama beberapa minggu serta memicu kemunculan gejala lain yang lebih parah, segera konsultasikan kondisi Anda dengan dokter. Penanganan sedini mungkin dapat mencegah timbulnya masalah yang lebih parah.Untuk berdiskusi lebih lanjut soal kram bokong dan cara mengatasinya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
masalah sarafmasalah ototnyeri panggulnyeri anuskesemutan
Healthline. https://www.healthline.com/health/piriformis-syndrome
Diakses pada 10 Desember 2020
Family Doctor. https://familydoctor.org/condition/piriformis-syndrome/
Diakses pada 10 Desember 2020
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000776.htm
Diakses pada 10 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait