Awas, Gigi Bolong yang Tak Diobati Bisa Mendatangkan Masalah Kesehatan Lain


Saat mengalami gigi berlubang, beberapa orang mungkin lebih memilih mendiamkannya karena rasa sakit yang muncul tidak sampai mengganggu aktivitas. Padahal, ada bahaya kesehatan akibat gigi berlubang jika dibiarkan tanpa diobati. Munculnya infeksi sampai ke masalah otak dapat terjadi akibat gigi bolong.

(0)
07 Apr 2021|Rena Widyawinata
akibat gigi berlubang adalah sakit gigi dan infeksiAkibat gigi berlubang bisa menyebabkan rasa sakit yang berkepanjangan
Banyak yang menganggap bahwa permasalahan gigi berlubang alias bolong mungkin bukanlah masalah kesehatan yang besar. Padahal, ada akibat gigi berlubang yang perlu diwaspadai jika tak kunjung melakukan perawatan. Tak hanya sakit gigi berkepanjangan, kondisi kesehatan secara menyeluruh juga bisa terpengaruh tanpa Anda sadari.

Komplikasi yang mungkin muncul akibat gigi berlubang

Penyebab gigi berlubang adalah bakteri yang tumbuh subur akibat kurang menjaga kesehatan gigi dan mulut. Meski umumnya menyakitkan, Anda juga bisa merasa baik-baik saja sekalipun lubang yang ditinggalkan cukup besar. Membiarkannya tanpa diobati akan mendatangkan bahaya kesehatan akibat gigi berlubang lainnya.Dilansir dari laman Mayo Clinic, berikut ini adalah bahaya gigi bolong bagi kesehatan yang perlu Anda waspadai:

1. Sakit gigi

bahaya gigi berlubang adalah sakit gigi berkepanjangan
Bahaya gigi berlubang jika tak ditangani adalah rasa sakit yang tak kunjung hilang
Sakit gigi menjadi salah satu akibat gigi berlubang paling umum. Bagian dalam gigi, yang disebut dengan pulpa, merupakan jaringan yang tersusun atas banyak saraf. Ketika gigi berlubang, bakteri akan lebih mudah masuk dan menyerang saraf-saraf tersebut. Inilah yang akhirnya membuat gigi Anda terasa sakit.Rasa sakit yang dirasakan bisa bervariasi tergantung dari kondisi gigi yang berlubang. Anda mungkin tidak merasakan sakit jika lubang masih halus, atau bisa juga merasakan nyeri hebat hingga mengganggu aktivitas.Pertolongan pertama yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi sakit gigi secara alami dengan berkumur air garam atau minum obat pereda nyeri. Setelahnya, Anda perlu segera mengunjungi dokter gigi untuk menyembuhkannya secara tuntas.

2. Muncul abses

Abses, alias kumpulan nanah, dapat muncul pada gusi, gigi, atau jaringan sekitar gigi yang bermasalah. Munculnya nanah pada gigi dan gusi umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri.Abses pada gigi biasanya terletak di bawah akar akibat gigi berlubang yang dibiarkan tanpa perawatan, cedera, atau pasca-perawatan gigi.Abses adalah salah satu bahaya gigi berlubang yang sebaiknya segera diobati. Membiarkannya dapat meningkatkan risiko penyebaran infeksi, yang dapat mengancam nyawa, seperti sepsis.Beberapa gejala abses gigi yang mungkin muncul, antara lain demam, bengkak pada area gigi yang bermasalah, gigi sensitif saat menggigit, atau lidah terasa asin saat abses pecah dan mengeluarkan nanah. 

3. Polip gigi

Polip gigi adalah benjolan massa yang muncul dan menutupi bagian gigi yang berlubang. Kondisi ini menyebabkan gigi yang bolong tampak ditumbuhi daging berlebih.Dalam dunia medis, kondisi ini disebut dengan polip pulpa. Pulpa sendiri adalah bagian tengah gigi yang berisi saraf dan pembuluh darah. Polip pulpa biasanya terjadi akibat gigi berlubang yang dibiarkan dan tidak diobati.Bakteri yang masuk ke dalam lubang gigi akhirnya terus menyebabkan peradangan dalam jangka waktu lama (kronis). Biasanya seseorang lebih rentan mengalami polip jika lubang yang ditinggalkan pada gigi cukup besar. 

4. Penyakit gusi

penyakit gusi, salah satu akibat gigi bolong
Penyakit gusi juga menjadi salah satu akibat gigi bolong yang tak diobati
Gigi berlubang juga bisa mengakibatkan penyakit gusi. Hal ini karena bakteri yang menginfeksi turut menyerang jaringan gusi di sekitar gigi yang bolong. Sebagaimana dilansir dari pusat pengendalian dan pencegahan penyakit Amerika Serikat, CDC, awalnya gusi Anda akan meradang dan kemerahan. Kondisi ini disebut dengan gingivitis.Saat tak ditangani dan menjadi lebih serius, Anda berisiko mengalami yang disebut dengan periodontitis.

5. Penyakit jantung

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, gigi berlubang yang tak diobati bisa menyebabkan komplikasi berupa penyakit gusi. Situs American Academy of Periodontology menyebutkan bahwa beberapa studi menyatakan, mungkin ada hubungan antara penyakit gusi dengan jantung.Para peneliti menyebut bahwa penyakit gusi berisiko meningkatkan penyakit jantung, khususnya endokarditis. Endokarditis adalah infeksi yang terjadi pada lapisan dalam jantung (endokardium). Infeksi endokardium ini mungkin terjadi akibat peradangan pada gusi. Tak hanya itu, penyakit gusi juga disebut berisiko meningkatkan perburukan gejala pada kondisi jantung yang dimiliki.Itu sebabnya, seseorang yang sudah memiliki faktor risiko untuk endokarditis akan diberikan antibiotik sebelum perawatan gigi dan gusi. 

6. Penurunan berat badan

Ketika mengalami gigi berlubang yang terasa sakit, Anda mungkin akan lebih kesulitan untuk mengunyah bahkan menelan. Hal ini menyebabkan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh menjadi berkurang dan berujung pada menurunnya berat badan.

7. Infeksi otak

Gigi berlubang yang tidak diobati berpotensi menyebabkan munculnya abses gigi. Kumpulan nanah yang tak dikeluarkan ini berisiko “mencari jalan” lain, ke area sekitar gigi, seperti leher dan kepala.Lisa Thompson, seorang dokter gigi spesialis geriatri sekaligus dosen dari Fakultas Kedokteran Gigi Harvard menyebutkan, “Infeksi dapat menyebar dan menyerang ke bagian yang paling lemah, seperti otak salah satunya.”Meski demikian, Anda tidak perlu langsung panik, sebab bahaya gigi bolong yang satu ini sangat jarang terjadi. Namun, penting untuk tetap segera mengobati gigi berlubang.

Tanda gigi berlubang mengalami infeksi

Gigi berlubang yang tak diobati dapat menyebabkan infeksi. Beberapa tanda lubang pada gigi telah menyebabkan infeksi, antara lain:
  • Sakit gigi yang berdenyut
  • Gigi menjadi lebih sakit saat menunduk
  • Pipi membengkak 
  • Demam
  • Muncul benjolan lunak di sekitar leher (kelenjar getah bening membengkak)
  • Bau mulut
  • Gigi sensitif
  • Demam

Cara mengatasi gigi berlubang

menambal gigi mencegah bahaya gigi bolong
Menambal gigi merupakan salah satu cara untuk mencegah bahaya gigi berlubang
Cara terbaik untuk mencegah bahaya gigi berlubang tentu dengan segera mengunjungi dokter gigi untuk mendapatkan perawatan.Beberapa cara mengatasi gigi berlubang yang mungkin dilakukan, antara lain:
  • Pemberian gel fluoride jika lubang masih pada tahap awal
  • Melakukan prosedur tambal gigi
  • Penggantian mahkota gigi (crowning) jika lubang yang ditinggalkan sangat besar
  • Perawatan akar gigi
  • Cabut gigi, Anda mungkin akan membutuhkan gigi palsu agar struktur gigi tidak berubah

Catatan dari SehatQ

Akibat gigi berlubang bisa menjalar ke bagian tubuh Anda yang lain tanpa Anda sadari. Itu sebabnya, segeralah ke dokter gigi untuk mengobati masalah gigi bolong.Pastikan Anda juga menjaga kebersihan gigi dan mulut, serta mengunjungi dokter gigi enam bulan sekali.Anda juga bisa berkonsultasi online dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kesehatan gigisakit gigiabses gigigigi berlubang
American Academy of Periodontology. https://www.perio.org/consumer/gum-disease-and-heart-disease
Diakses tanggal 18 Maret 2021
American Dental Association. https://ada.com/conditions/dental-abscess/
Diakses tanggal 18 Maret 2021
Harvard Medical School. https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/hidden-dental-dangers-that-may-threaten-your-whole-body
Diakses tanggal 18 Maret 2021
Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cavities/symptoms-causes/syc-20352892
Diakses tanggal 18 Maret 2021
Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tooth-abscess/symptoms-causes/syc-20350901
Diakses tanggal 18 Maret 2021
Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cavities/diagnosis-treatment/drc-20352898
Diakses tanggal 18 Maret 2021
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/1076860-overview
Diakses tanggal 18 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait