Bayi yang kehujanan dapat mengalami kedinginan, yang bisa menyebabkan hipotermia
Bayi dapat mengalami hipotermia akibat kehujanan

Pada saat kehujanan, bayi bisa mengalami kedinginan. Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya hipotermia. Kondisi kedinginan membuat tubuh mengalami kehilangan panas hingga mencapai 90 persen. Pengeluaran panas sebagian besar terjadi melalui kulit. Selain itu, panas tubuh juga keluar melalui pernapasan. Akibatnya pengeluaran panas tersebut, suhu tubuh akan mengalami penurunan.

Hipotermia terjadi ketika suhu tubuh berada di bawah 36,5C. Suhu tubuh yang rendah dapat berbahaya hingga menyebabkan kematian. Setiap penurunan suhu tubuh 1C, kebutuhan oksigen akan meningkat sebesar 10% untuk menjaga tubuh tetap hangat.

Gejala yang dapat ditemukan ketika bayi mengalami hipotermia, yaitu tampak lesu, sulit untuk makan, tangisan menjadi lemah. Kulit bayi juga dapat menjadi pucat dan terasa dingin. Pada kasus yang berat, bayi dapat mengalami kesulitan bernapas hingga hilang kesadaran.

Pertolongan Pertama pada Bayi dengan Gejala Hipotermia

Apabila bayi kedinginan dan menunjukkan gejala hipotermia, cobalah untuk mengukur suhu tubuhnya. Pengukuran suhu yang paling akurat dapat dilakukan melalui rektal. Bila Anda tidak memiliki termometer rektal, Anda dapat melakukan pengukuran suhu lewat ketiak.

Hangatkan bayi dengan memasangkan pakaian tambahan, selimut tebal, atau menggunakan panas tubuh dengan memeluk bayi. Jika cara ini tidak dapat menaikkan suhu tubuh bayi, segeralah mencari pertolongan dokter atau mendatangi unit gawat darurat agar mendapat penanganan dengan cepat. Penanganan dini akan mengurangi terjadinya komplikasi yang serius.

Bahaya Hipotermia pada Bayi

Hipotermia karena kehujanan bisa meningkatkan risiko bayi mengalami infeksi, gangguan pernapasan, gangguan pembekuan darah, dan dapat berujung pada kematian.

Pada kondisi dingin, pembuluh darah di tubuh akan menyempit. Kondisi ini akan memengaruhi respons imunitas tubuh. Dalam keadaan tersebut, virus yang berada dalam tubuh akan berkembang biak dan menimbulkan gejala. Bayi yang memperoleh ASI eksklusif selama 6 bulan dan mendapat vaksinasi memiliki kekebalan tubuh yang lebih baik. 

Hipotermia dapat menyebabkan perubahan pada fungsi pernapasan. Hal ini disebabkan perubahan metabolisme tubuh untuk menurunkan konsumsi oksigen dan pengeluaran karbondioksida. Selain itu, juga terjadi perubahan dalam mekanisme kontrol pernapasan.

Gangguan pembekuan darah terjadi ketika hipotermia yang dialami cukup berat. Suhu tubuh di bawah 35C menyebabkan terjadinya disfungsi platelet. Terkadang juga dapat dijumpai penurunan jumlah platelet dalam darah. Pada penurunan suhu tubuh lebih lanjut, dapat terjadi gangguan dalam  pembentukkan enzim yang berperan dalam proses pembekuan darah.

Hipotermia yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan kerusakan organ-organ yang berakibat pada kematian.

Cara Mencegah Bayi Mengalami Hipotermia saat Musim Hujan

1. Menjaga Tubuh tetap Hangat

Bayi mudah mengalami kedinginan saat hujan. Gunakan pakaian yang menutupi permukaan tubuh bayi. Mereka dapat memakai baju lengan panjang, celana panjang, kaus kaki, dan sarung tangan bila diperlukan.

Jika terdapat celah antara celana dan kaus kaki, Anda dapat menutupinya dengan selimut. Pilihan lainnya adalah Anda bisa memakaikan pakaian berlapis pada bayi. Bawalah pakaian tambahan untuk berjaga-jaga jika bayi kehujanan.

Ketika masuk ke dalam ruangan atau kendaraan seperti mobil, bus, atau kereta yang hangat, lepaskan pakaian tambahan. Hal ini untuk mencegah bayi mengalami kepanasan.

2. Menjaga Bayi agar Tidak Terkena Air Hujan

Saat hujan tiba-tiba mengguyur, lindungi bayi Anda dengan penutup di kereta bayinya. Jika Anda sedang menggendong bayi, pastikan payung yang digunakan dapat melindungi seluruh tubuh Anda dan bayi agar tidak kehujanan.

3. Ketahui Waktu yang Tepat untuk Berteduh

Jika Anda mendengar bunyi petir, itu adalah tanda Anda harus segera membawa bayi masuk ke dalam ruangan. Hindari juga cuaca yang berangin karena ini dapat menyebabkan bayi kedinginan.

Saat kehujanan, jangan berlari karena dapat membahayakan Anda dan bayi. Jalanan yang licin membuat Anda mudah terjatuh saat hujan. Masuklah ke dalam ruangan secara perlahan, kemudian segera mengeringkan tubuh yang basah dan menggantinya pakaian kering.

Baby Center India. https://www.babycenter.in/x1028200/how-can-i-keep-my-baby-healthy-through-weather-changes
Diakses pada April 2019

Baby Center India. https://www.babycenter.in/x1050775/can-my-baby-catch-a-cold-from-being-wet-and-cold
Diakses pada April 2019

3What to Expect. https://www.whattoexpect.com/first-year/how-to-prepare-for-a-rainy-day-walk-with-baby
Diakses pada April 2019

McNicol MW. Respiratory Failure and Acid-Base Status in Hypothermia. Postgraduate Medical Journal. 1967 Oct 1;43(504):674–6.

Polderman KH. Hypothermia and Coagulation. Crit Care. 2012;16(Suppl 2):A20.

Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/baby-temperature-low
Diakses pada April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed