Bahaya Haid di Usia 10 Tahun ke Bawah yang Perlu Diwaspadai


Beberapa studi menunjukkan adanya bahaya haid di usia 10 tahun ke bawah. Kondisi ini dianggap meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, misalnya menopause dini hingga diaberes.

(0)
28 Dec 2020|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Bahaya haid di usia 10 tahun ke bawah adalah menopause diniHaid di bawah usia 10 tahun dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan
Anak perempuan biasanya mengalami haid pertama pada usia 10-15 tahun, dengan rata-rata pada usia 13 tahun. Meski demikian, setiap perempuan memiliki kondisi tubuh yang berbeda satu sama lain. Sehingga, tidak ada aturan pasti di usia berapa sebaiknya haid pertama perempuan terjadi.Akan tetapi, beberapa studi menunjukkan adanya bahaya haid di usia 10 tahun ke bawah. Kondisi ini dianggap dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, misalnya menopause dini hingga diabetes.

Bahaya haid di usia 10 tahun ke bawah

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar masalah ini, berikut adalah sejumlah bahaya haid di usia 10 tahun ke bawah.

1. Meningkatkan risiko menopause dini

Salah satu bahaya haid di usia 10 tahun ke bawah adalah meningkatkan risiko terjadinya menopause dini, yakni kondisi ovarium secara spontan berhenti melepaskan sel telur. Menopause dini dapat menyebabkan penderitanya tidak bisa memiliki keturunan lagi.Sebuah penelitian mengungkapkan sejumlah fakta seputar haid pertama dan bahayanya jika terjadi lebih awal.
  • Usia rata-rata perempuan mengalami menopause adalah 50 tahun, dengan usia rata-rata mengalami haid pertama adalah 13 tahun.
  • Perempuan yang mengalami menstruasi dini (berusia 11 tahun atau kurang), memiliki kemungkinan 80 persen lebih tinggi untuk mengalami menopause dini (sebelum usia 40 tahun), jika dibandingan perempuan yang mengalami haid pertama lebih lambat (12 tahun ke atas).
  • Perempuan yang menstruasi dini dan tidak pernah melahirkan, memiliki kemungkinan lebih tinggi lagi untuk mengalami menopause dini sebelum usia 40 tahun.
Selain itu, menopause dini dapat meningkatkan risiko terkait berbagai masalah kesehatan serius, seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS), penyakit jantung, diabetes, dan endometriosis.Menopause dini juga dikaitkan dengan peningkatan risiko osteoporosis (pengeroposan tulang). Produksi hormon estrogen yang berfungsi menjaga kepadatan tulang dapat berkurang saat terjadi menopause dini. Kondisi ini dapat memengaruhi kondisi tulang sehingga lebih rawan mengalami pengeroposan.

2. Meningkatkan risiko diabetes

Peningkatan risiko diabetes termasuk bahaya haid di usia 10 tahun ke bawah. Obesitas pada remaja memiliki kaitan erat dengan menstruasi dini dan penyakit metabolik kronis seperti diabetes.Hal ini dibuktikan dengan hasil serangkaian penelitian yang melaporkan adanya hubungan kuat antara usia menstruasi dini dengan perkembangan diabetes. 

3. Meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler

Sebuah penelitian jangka panjang yang diselenggarakan selama 22 tahun di California, menunjukkan jumlah kematian total dan kejadian penyakit jantung iskemik serta stroke meningkat pada perempuan yang mengalami haid pertama sebelum usia 11 tahun.Penelitian lainnya menunjukkan bahwa risiko penyakit kardiovaskuler dan kematian meningkat pada perempuan berusia lebih dari 40 tahun yang mengalami menstruasi dini.Jika menstruasi dini terjadi di antara usia 8-11 tahun, kondisi ini dianggap dapat meningkatkan risiko terjadinya sejumlah penyakit, seperti hipertensi, penyakit kardiovaskuler, dan penyakit jantung koroner. 

4. Meningkatkan risiko kematian akibat kanker  

Sebuah penelitian di Inggris mengungkapkan bahwa perempuan penderita kanker yang mengalami haid pertama pada usia 8-11 tahun, memiliki risiko kematian akibat kanker lebih tinggi sebanyak 1,25 kali. Risiko ini mengalami penurunan sebanyak 5 persen pada wanita yang mengalami haid pertama setahun lebih lambat.

5. Meningkatkan risiko masalah psikososial

Studi yang sama juga menunjukkan adanya bahaya haid di usia 10 tahun ke bawah terhadap peningkatan risiko masalah psikososial. Perempuan yang mengalami pubertas lebih awal atau menstruasi dini dianggap memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami masalah psikososial.Jenis-jenis gangguan psikososial yang dimaksud, antara lain:
  • Merokok, minum alkohol. dan penggunaan obat terlarang
  • Depresi, kecemasan, bulimia, dan gejala psikosomatis berlebihan
  • Kenakalan remaja atau pemberontakan
  • Perilaku seksual berisiko pada remaja.
Kondisi-kondisi tersebut lebih lazim ditemukan pada remaja perempuan yang mengalami menstruasi dini di usia 11 tahun atau lebih mudaJika Anda atau anak Anda mengalami menstruasi dini, sebaiknya periksakan kondisi tersebut pada dokter. Pemeriksaan yang dilakukan dokter dapat membantu menganalisa risiko-risiko gangguan kesehatan terkait bahaya haid di usia 10 tahun ke bawah yang mungkin Anda miliki.Dengan berkonsultasi, Anda juga bisa mendapatkan saran terkait cara-cara yang bisa dilakukan untuk menghindari risiko gangguan kesehatan tersebut.Jika Anda punya pertanyaan seputar masalah menstruasi, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
haidmenstruasi
National Public Radio. https://www.npr.org/sections/health-shots/2017/01/25/511588083/an-early-first-menstrual-period-may-lead-to-premature-menopause
Diakses 15 Desember 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5052133/
Diakses 15 Desember 2020
British Menopause Society. https://thebms.org.uk/2012/05/early-menopause-increases-risk-of-osteoporosis/
Diakses 15 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait