Bahaya Gula Merah bagi Kesehatan yang Tidak Anda Sadari

(0)
22 Oct 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Bahaya gula merah bisa muncul jika dikonsumsi berlebihanBahaya gula merah tidak boleh disepelekan
Gula merah dikenal sebagai alternatif pemanis yang lebih aman dibanding gula pasir biasa. Namun, bukan berarti tidak ada bahaya gula merah yang harus Anda waspadai, apalagi bila dikonsumsi secara berlebihan.Gula merah adalah jenis pemanis alternatif yang terbuat dari nira palma atau nira pohon aren, sehingga kerap disebut sebagai gula aren. Ciri khas gula ini adalah warnanya yang merah kecokelatan, aroma yang khas, serta rasa yang tidak terlalu manis.Dari segi kesehatan, gula merah kerap dipilih sebagai pemanis pengganti gula pasir, terutama bagi penderita diabetes tipe 2. Gula merah memang mengandung indeks glikemik rendah, yakni 35, sehingga glukosa di dalamnya tidak cepat terserap oleh tubuh dan mencegah melesatnya kadar gula dalam darah.

Apa saja bahaya gula merah untuk kesehatan?

Saat dikonsumsi berlebihan, gula merah berisiko dongrak berat badan
Meski memiliki manfaat untuk kesehatan dibanding gula putih atau gula pasir, gula merah tetaplah pemanis yang mengandung glukosa dan karbohidrat. Bila dikonsumsi berlebihan, kedua zat ini dapat memunculkan bahaya gula merah untuk kesehatan, seperti berikut ini.

1. Menaikkan berat badan

Bahaya gula merah ini disebabkan oleh kandungan glukosa yang dapat bertindak sebagai sumber energi (kalori) dan karbohidrat. Ketika masuk ke dalam tubuh, kelebihan jumlah kedua zat ini akan disimpan sebagai lemak, yang kemudian mengakibatkan berat badan Anda bertambah.

2. Mengakibatkan diabetes tipe 2

Bukan rahasia lagi bahwa mengonsumsi gula secara berlebihan dapat meningkatkan risiko Anda terkena diabetes tipe 2. Dalam jangka panjang, Anda juga akan mengalami resistensi insulin hingga obesitas.

3. Penuaan dini dan jerawat

Konsumsi gula berlebihan juga dapat mengganggu pembentukan kolagen pada kulit, yang kemudian mengakibatkan munculnya kerutan halus pada wajah, sebagai salah satu tanda penuaan dini. Orang yang terlalu banyak mengonsumsi gula juga terbukti lebih rentan mengidap jerawat karena kandungan karbohidrat tersebut.

4. Meningkatkan risiko penyakit jantung dan darah tinggi

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang menjadikan gula sebagai salah satu sumber utama bagi energinya, berisiko 38% lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular (penyakit jantung). Semakin banyak gula yang dikonsumsi, maka risiko penyakit jantung yang mungkin Anda alami akan semakin tinggi.Bahaya gula merah bila dikonsumsi berlebihan ialah meningkatkan risiko tekanan darah tinggi alias hipertensi. Ketika hipertensi berlangsung terus-menerus atau semakin parah, maka kesehatan jantung juga bisa rusak.Masih ada bahaya gula merah lain yang mengintai jika proses produksinya bermasalah. Beberapa tahun lalu misalnya, sejumlah oknum produsen gula merah terbukti menggunakan pengawet boraks demi menghambat pertumbuhan mikroba yang rentan merusak gula merah.Para produsen nakal juga menambahkan bahan berkarbohidrat tinggi untuk memperbaiki tekstur gula merah, sehingga lebih padat. Padahal, boraks adalah zat beracun bagi manusia yang dampaknya bisa sampai mengakibatkan kematian. Sementara itu, karbohidrat tinggi dapat merusak kesehatan.

Berapa batas aman konsumsi gula merah?

Untuk menghindari bahaya gula merah, Anda harus tetap mengonsumsinya dalam batas wajar. Menurut Asosiasi Jantung Amerika, kebutuhan gula setiap orang berbeda-beda. Namun secara garis besar, berikut ini batas aman konsumsi gula merah beradasarkan jenis kelamin.
  • Laki-laki: 36 gram atau total 150 kalori per hari
  • Wanita: 25 gram atau 100 kalori per hari
Sementara itu, menurut catatan Kementerian Pertanian Amerika, 1 sendok teh gula merah halus mengandung 4,5 gram gula atau setara 17,5 kalori. Dengan mengetahui informasi ini, Anda dapat memperkirakan sendiri takaran konsumsi gula merah yang masuk ke dalam tubuh.

Tips menyimpan gula merah

Gula merah bisa disimpan hingga 2 tahun
Selain itu, perhatikan juga kualitas gula merah setelah Anda membuka kemasan dan menyimpannya dalam jangka waktu tertentu. Gula merah biasanya awet disimpan selama 18-24 bulan. Namun, Anda disarankan mengonsumsinya paling lama 6 bulan setelah kemasannya dibuka.Untuk membuat gula merah lebih awet, Anda dapat menyimpannya di kulkas. Metode penyimpanan ini kemungkinan besar akan membuat gula Anda keras dan lengket. Jadi sebaiknya, diamkan gula terlebih dahulu di suhu ruang selama beberapa menit sebelum digunakan.Jika Anda mencurigai gula sudah rusak, jangan menggunakannya, demi menghindari bahaya gula merah yang disebutkan di atas.Untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang bahaya gula merah bagi kesehatan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
diabeteskomplikasi diabetesgula darahprediabetesdiabetes melitus tipe 1diabetes melitus tipe 2
Universitas Lampung. http://repository.lppm.unila.ac.id/5641/1/07_Makalah%20pada%20Prosiding%20Seminar%20Tempe%20Otik.pdf
Diakses pada 9 Oktober 2020
Very Well Fit. https://www.verywellfit.com/brown-sugar-nutrition-facts-and-health-benefits-5024892
Diakses pada 9 Oktober 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/eating-too-much-sugar#long-term-risks
Diakses pada 9 Oktober 2020
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/foods-that-cause-acne
Diakses pada 9 Oktober 2020
AHA. https://www.heart.org/en/healthy-living/healthy-eating/eat-smart/sugar/how-much-sugar-is-too-much
Diakses pada 9 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait