Dampak Sarin, Salah Satu Senjata Kimia paling Berbahaya untuk Kesehatan


Sarin adalah salah satu senjata kimia berbahaya yang dapat menyebabkan kerusakan fungsi jaringan tubuh hingga kematian. Saat ini penggunaan gas sarin telah dilarang

0,0
29 Oct 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Sarin adalah senjata kimia berbahaya yang dapat merusak saraf di tubuh hingga menyebabkan kematianSarin adalah senjata kimia berbahaya yang bisa merusak saraf di tubuh
Sebagian besar orang mungkin tidak tahu apa itu sarin, apalagi pernah melihat atau berkaitan dengannya. Semoga saja tidak, karena sarin merupakan salah satu senjata kimia berbahaya yang memiliki efek merusak saraf tubuh bahkan mematikan.
Berdasarkan Konvensi Senjata Kimia tahun 1993, penggunaan senjata kimia dalam perang telah dilarang. Di bawah hukum internasional, sarin termasuk ke dalam senjata kimia pemusnah masal.Daya mematikan gas beracun sarin bergantung pada berbagai faktor, termasuk metode penyebarannya serta kondisi lingkungan tempatnya menyebar. Berikut penjelasan lebih lengkapnya.

Apa itu sarin?

Sarin adalah senjata kimia berbentuk cair yang bisa menguap menjadi gas dan menyebar di udara
Sarin adalah zat kimia yang bisa menyebar lewat udara
Menurut CDC, Sarin adalah senjata perang kimia yang diklasifikasikan sebagai agen saraf. Agen saraf merupakan jenis senjata kimia yang paling beracun dan bisa merusak saraf di tubuh.Jika dibandingkan dengan senjata kimia jenis lainnya, Sarin dapat bereaksi jauh lebih cepat, sehingga efeknya di tubuh pun bisa dirasakan dalam waktu sangat singkat.Sarin tidak bisa ditemukan di alam. Bahan ini merupakan buatan manusia yang pada awalnya dikembangkan di Jerman pada tahun 1938 sebagai pestisida. Namun seiring dengan berkembangnya perang, Sarin kemudian diolah menjadi salah satu senjata kimia yang dipakai untuk membunuh manusia.Sarin termasuk salah satu senjata kimia paling berbahaya karena sangat sulit dideteksi. Dalam bentuk murninya, sarin berupa cairan yang bening, tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa (hambar).Ditambah, Sarin dapat menguap menjadi gas dan menyebar dengan cepat saat dilepaskan dengan sengaja. Cara kerja agen saraf ini mirip dengan pestisida organosfosfat, tetapi dengan efek yang jauh lebih kuat.Baca Juga: Bahaya Keracunan Karbon Monoksida 

Cara sarin menyerang tubuh

Sarin bisa merusak sistem saraf dan menyebabkan kematian
Sarin bisa menyebabkan kerusakan sistem saraf
Seseorang bisa keracunan Sarin apabila zat kimia ini terhirup, tertelan, atapun hinggap di kulit maupun mata. Sarin adalah racun berbentuk cair, namun bisa menyebar dalam bentuk droplet atau vapor, seperti cipratan air yang sering tidak disadari orang.Cipratan ini bisa menempel di pakaian dan bertahan hingga 30 menit. Jika ada orang yang menyentuh pakaian tersebut lalu menyentuh kulit, mata, atau langsung menggunakan tangan untuk makan dan minum, maka ia bisa dengan mudah terpapar racun berbahaya ini.Karena sifatnya yang tidak mudah terdeteksi, maka orang-orang mudah terpapar setelah meminum air atau mengonsumsi makanan yang terkontaminasi.Saat Sarin masuk ke tubuh, maka senjata kimia ini akan menghalangi kerja enzim yang bertugas untuk membatasi kerja kelenjar dan otot pada tubuh. Dengan tidak adanya enzim ini, maka kelenjar dan otot akan terus menerus bekerja secara berlebihan hingga menimbulkan kelelahan yang parah.Dalam waktu singkat, orang yang terpapar sarin dalam dosis yang cukup tinggi bisa tidak lagi bernapas. Inilah yang menyebabkan berbagai gejala keracunan sarin.Baca Juga: Pertolongan Pertama Jika Keracunan Zat Kimia Lewat Hidung

Tanda dan gejala keracunan sarin

Sesak napas adalah salah satu gejala keracunan sarin
Gejala keracunan sarin salah satunya sesak napas
Seseorang mungkin saja tidak menyadari keberadaan sarin di dekatnya atau bahkan telah terpapar oleh racun ini. Namun, tidak perlu waktu lama bagi orang yang terkena cairan beracun sarin untuk merasakan efeknya. Paparan cairan sarin dapat menyebabkan kematian dalam hitungan menit.Tingkat keparahan keracunan sarin bisa berbeda-beda tiap orang, tergantung pada dosis, cara, dan lamanya waktu paparan. Gejala keracunan sarin bisa muncul dalam hitungan detik, sementara sarin dalam bentuk cair akan memicu gejala keracunan dalam beberapa menit hingga 18 jam setelah paparan.Beberapa tanda dan gejala langsung dari paparan sarin antara lain adalah:
  • Hidung meler
  • Mata berair
  • Pupil mata mengecil
  • Sakit mata
  • Penglihatan kabur
  • Air liur dan keringan keluar berlebihan
  • Batuk
  • Sesak dada
  • Napas pendek
  • Frekuensi ingin buang air kecil meningkat
  • Diare dan sakit perut
  • Mengantuk, kebingungan, lemah, dan sakit kepala
  • Detak jantung menjadi lebih cepat atau lambat dari normal
  • Tekanan darah menjadi lebih tinggi atau rendah dari normal
Paparan sarin dalam dosis besar bahkan dapat menyebabkan hilangnya kesadaran, kelumpuhan, kejang-kejang, kegagalan pernapasan dan mungkin mengarah ke kematian.

Cara menghadapi keracunan sarin

Pemulihan dari keracunan sarin dapat dilakukan dengan pengobatan tepat yang diberikan secara cepat. Hal terbaik yang harus diutamakan adalah menghindari paparan, dekontaminasi dengan cepat dan dapatkan perawatan medis sesegera mungkin.Tindakan yang harus dilakukan jika terkena paparan sarin, meliputi:
  • Tinggalkan area dimana senjata kimia sarin dilepaskan. Jika di dalam ruangan, segera tinggalkan gedung dan cari udara segar. Jika di luar ruangan segera bergerak ke tempat setinggi mungkin karena sarin akan bergerak turun ke dataran rendah.
  • Segera lepaskan pakaian yang terpapar sarin secepat mungkin. Jangan menyentuh area yang terpapar sarin cair. Masukkan dan ikat pakaian ke dalam kantong plastik, lalu masukkan lagi ke kantong plastik lainnya lalu segel hingga rapat.
  • Jika sarin terpapar pada mata, bilas dengan air bersih selama 10 hingga 15 menit.
  • Bersihkan sarin dari kulit secepatnya dengan sabun dan air yang banyak.
  • Jika sarin tertelan, jangan minum atau memaksakan muntah. Segera hubungi medis untuk diberikan pertolongan.
Keracunan sarin dapat diobati dengan pemberian obat penawar atropin dan pralidoxime. Namun agar efektif, penawar harus diberikan 10 menit setelah terpapar.Orang yang sudah mengalami gejala keracunan sarin bisa sembuh selama dosis paparan tidak terlalu besar dan perawatan diberikan sesegera mungkin. Karena itu, pastikan Anda mengenali gejala yang muncul agar bisa segera mencari pertolongan saat ada orang yang dicuragi terpapar sarin.
keracunankeracunan sianidakeracunan arsenikkeracunan timbal
CDC. https://emergency.cdc.gov/agent/sarin/basics/facts.asp
Diakses 20 Oktober 2021
CDC. https://www.cdc.gov/niosh/ershdb/emergencyresponsecard_29750001.html
Diakses 20 Oktober 2021
Indiana Department of Health. https://www.in.gov/health/emergency-preparedness/chemical-agents/sarin/
Diakses 20 Oktober 2021
Live Science. https://www.livescience.com/58593-facts-about-sarin.html
Diakses 20 Oktober 2021
DHD2. https://www.dhd2.org/wp-content/uploads/2016/03/Sarin.pdf
Diakses 20 Oktober 2021
Britannica. https://www.britannica.com/technology/chemical-weapon
Diakses 20 Oktober 2021
Council of Foreign Relation. https://www.cfr.org/backgrounder/sarin
Diakses 20 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait