Jangan Asal Nikmat, Ketahui Dampak Sering Minum Teh Susu bagi Kesehatan


Teh susu memang marak beredar di pasaran sebagai minuman kekinian. Padahal, minuman ini sudah ada sejak dulu, teh tarik contohnya. Teh dan susu masing-masing memiliki manfaat. Namun, teh campur susu disebut memiliki bahaya bagi kesehatan jika meminumnya terlalu sering.

0,0
minum teh campur susu bahayaBeberapa penelitian menyebut teh susu akan mengurangi manfaat masing-masing minuman tersebut
Tidak hanya marak dikonsumsi oleh kaum milenial dalam varian bubble tea, campuran teh susu sudah ada sejak zaman dahulu. Teh tarik adalah salah satu contoh teh campur susu yang sudah ada lama sebelum minuman boba terkenal. 
Meskipun teh dan susu sama-sama memiliki manfaat bagi kesehatan, nyatanya, campuran keduanya disebut-sebut memiliki bahaya bagi tubuh.Simak manfaat dan bahaya yang mungkin muncul dari konsumsi teh susu dalam artikel berikut.

Manfaat teh dan susu

Teh campur susu minuman tinggi gula
Teh campur susu memiliki manfaat dan bahaya yang perlu diwaspadai
Teh sudah sejak lama dikenal memiliki banyak manfaat. Jenis teh yang kerap kali diteliti dan terbukti baik untuk kesehatan adalah teh hijau dan teh hitam.Baik teh hijau ataupun hitam mengandung senyawa flavonoid yang bersifat antioksidan. Hal ini membuat teh memiliki manfaat positif dalam menangkal radikal bebas (molekul reaktif yang menyebabkan kerusakan sel). Tidak hanya flavonoid, teh juga mengandung vitamin E, C, beta-karoten, dan polifenol yang juga bersifat sebagai antioksidan.Kandungan inilah yang membuat konsumsi teh secara rutin dipercaya dapat menurunkan kolesterol jahat, menurunkan risiko penyakit jantung hingga kanker. Tidak kalah dengan teh, susu juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Susu kaya akan nutrisi seperti protein, kalsium, vitamin, dan mineral yang penting untuk pertumbuhan dan kesehatan tulang.

Lantas, sehatkah teh campur susu?

Beberapa penelitian menyatakan bahwa konsumsi teh campur susu dapat mengurangi manfaat keduanya. Pasalnya, protein dalam susu, yakni kasein, disebut dapat mengikat flavonoid dalam teh sehingga mengganggu penyerapan dan aktivitas antioksidan. Hal itu dibuktikan dengan penelitian Philippe Bourassa, dkk. yang diterbitkan oleh National Library of Medicine pada tahun 2013. Penelitian tersebut menyebut bahwa susu dapat menurunkan fungsi flavonoid dalam teh. Namun, ada pula penelitian lain, dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry yang menyatakan bahwa tidak ada efek khusus dalam pencampuran susu dan teh. Keduanya tetap memberikan manfaat bagi tubuh. Beragamnya pendapat para ahli mengenai efek teh yang dicampur susu ini belum dapat menyimpulkan secara pasti mengenai bahaya dan manfaat teh susu. Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar untuk memastikannya.

Bahaya minuman teh susu yang dijual di pasaran

teh dan susu sebaiknya diminum terpisah
Kandungan gula dalam teh susu umumnya sangat tinggi
Terlepas dari perbedaan pendapat mengenai bahaya dan manfaat yang diberikan, minuman teh susu yang marak di pasaran dengan berbagai varian justru menimbulkan efek kesehatan yang lain.Dilansir dalam Food Science & Nutrition Journal, minuman teh susu dalam bentuk milk tea atau boba milk tea memiliki kandungan gula dan kalori yang tinggi. Konsumsi makanan dan minuman dengan gula dan kalori tinggi dalam jangka panjang diketahui dapat meningkatkan risiko obesitas. Obesitas yang dibiarkan dapat menjadi akar dari masalah kesehatan lain, seperti diabetes, penyakit jantung, hingga kanker. Lebih jauh lagi, jurnal tersebut juga menyebut bahwa satu minuman boba milk tea umumnya mengandung gula tambahan melebihi batas yang direkomendasikan oleh US Dietary Guidelines Advisory Committee. Di Indonesia sendiri, konsumsi gula per hari yang direkomendasikan Kementerian Kesehatan RI adalah sebesar 10% dari kebutuhan energi, yakni sekitar 200 kkal (Total kebutuhan 2000 kalori). Jika dikonversi, asupan gula harian yang direkomendasikan kurang lebih setara dengan 4 sendok makan gula setiap harinya. Berdasarkan Journal of Public Health, rata-rata kalori dalam minuman boba milk tea di pasaran adalah sebesar 300 kkal. Hal ini menunjukkan kelebihan asupan gula dan kalori dari tiap boba milk tea yang Anda konsumsi.

Membuat teh susu yang lebih sehat

Gunakan susu rendah lemak untuk teh susu yang lebih sehat
Gunakan susu rendah lemak untuk teh susu yang lebih sehat
Bagi beberapa orang pencinta manis, teh susu memang menjadi minuman yang sangat nikmat. Namun, Anda tentu juga tak mau mengorbankan kesehatan Anda.Untuk menghindari kelebihan gula dan kalori dari teh susu yang dijual di pasaran, Anda bisa membuat milk tea di rumah dengan takaran dan bahan yang lebih menyehatkan. Tips membuat teh susu sehat di rumah yang bisa Anda ikuti, antara lain:
  • Gunakan teh hitam atau hijau yang tinggi flavonoid (theaflavin pada teh hitam dan catechins pada teh hijau)
  • Pakailah susu segar yang kaya nutrisi dan rendah lemak
  • Hindari penggunaan creamer atau susu kental manis yang tinggi gula
  • Jika memiliki intoleransi laktosa, gunakanlah susu kedelai atau susu almon
  • Gunakan pemanis alami, seperti madu
  • Pertimbangkan menggunakan gula rendah kalori, seperti xylitol
Setelah menyiapkan bahan yang sehat dan bernutrisi, berikut adalah resep teh susu sederhana yang bisa Anda coba di rumah.
  • Larutkan 1 kantung teh dengan ¼ gelas air panas
  • Tambahkan 1 atau ½ sendok makan madu, aduk rata
  • Campurkan ½ cangkir susu
  • Tambahkan es batu agar lebih segar 
Mudah bukan membuatnya? Namun, usahakan untuk tidak menambahkan boba (tapioca pearl) atau toping lainnya agar tidak menambah kandungan gula dan kalori. 

Catatan dari SehatQ

Meskipun masih perlu penelitian lebih lanjut tentang bahaya atau manfaat dari teh susu, tidak ada salahnya untuk membatasi konsumsi teh susu karena kandungan gula yang tinggi di dalamnya.Konsumsi gula berlebihan dapat berujung pada sejumlah masalah metabolisme, seperti obesitas ataupun diabetes. Itu sebabnya, mencegah keduanya akan lebih baik.  Jika masih penasaran seputar manfaat atau bahaya teh susu dan minuman kekinian lainnya, Anda juga bisa menggunakan fitur chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
minuman tidak sehatsusutehhidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/the-benefits-of-tea-with-milk#bottom-line
Diakses pada 17 Mei 2021
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/does-milk-block-antioxidants
Diakses pada 17 Mei 2021
Food Science and Nutrition. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5217910/
Diakses pada 17 Mei 2021
Gorontalo Journal of Public Health. https://jurnal.unigo.ac.id/index.php/gjph/article/view/1443/761
Diakses pada 17 Mei 2021
Bourassa P, Côté R, Hutchandani S, Samson G, Tajmir-Riahi HA. The effect of milk alpha-casein on the antioxidant activity of tea polyphenols. Journal Photochem Photobiol B. 2013 Nov 5;128:43-9. doi: 10.1016/j.jphotobiol.2013.07.021. Epub 2013 Aug 20. PMID: 24001682.
Diakses pada 17 Mei 2021
Kyle JA, Morrice PC, McNeill G, Duthie GG. Effects of infusion time and addition of milk on content and absorption of polyphenols from black tea. Journal of Agricultural and Food Chemistry. 2007 Jun 13;55(12):4889-94. doi: 10.1021/jf070351y. Epub 2007 May 10. PMID: 17489604.
Diakses pada 17 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait