Bahaya Bronkitis Ini Harus Diwaspadai, Termasuk Risiko Pneumonia

(0)
13 Oct 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Bahaya bronkitis antara lain infeksi pernapasan lanjutan.Salah satu bahaya bronkitis adalah infeksi pernapasan lanjutan.
Bronkitis merupakan penyakit pernapasan yang cukup umum terjadi. Pada dasarnya, penyakit ini terjadi akibat meradangnya cabang batang tenggorokan atau yang disebut dengan bronkus.Penyakit bronkitis dapat bersifat akut yang berdurasi pendek, serta bersifat kronis yang berdurasi lama. Bronkitis pun menjadi penyakit yang harus diwaspadai karena risiko komplikasi dan bahayanya. Selain itu, penting juga untuk mengetahui berragam bahaya bronkitis.

Bahaya bronkitis yang mengintai penderitanya dan orang lain

Waspadai pneumonia sebagai bahaya bronkitis.
Berikut ini beberapa bahaya bronkitis yang harus diwaspadai.

1. Infeksi pernapasan lanjutan

Salah satu bahaya bronkitis yakni membuat penderitanya lebih rentan untuk menderita infeksi saluran pernapasan lanjutan. Infeksi lanjutan tersebut dapat membuat pasien sulit pulih dengan bronkitis yang sudah diidapnya.

2. Pneumonia

Komplikasi dan bahaya bronkitis lainnya adalah pneumonia atau peradangan pada paru-paru. Risiko pneumonia bisa terjadi baik pada penderita bronkitis akut maupun kronis. Sebagai infeksi pada baru-paru, pneumonia merupakan penyakit yang cenderung berat dan membuat pasien merasa lebih tersiksa, ketimbang bronkitis akut.

3. Pneumonia aspirasi

Salah satu gejala bronkitis yang khas adalah batuk. Batuk akibat bronkitis berisiko membuat penderitanya tersedak saat makan. Apabila tersedak, makanan yang seharusnya turun ke lambung malah dapat masuk ke paru-paru. Kondisi masuknya benda asing ke paru-paru ini disebut dengan pneumonia aspirasi.Pneumonia aspirasi dapat menjadi penyakit yang juga berat dan penyembuhannya membutuhkan waktu lama.

4. Penyakit jantung

Bronkitis kronis dapat menimbulkan kesulitan bernapas pada pasiennya dalam jangka waktu yang lama. Gangguan tersebut dapat menambah beban jantung dan berisiko memicu penyakit di organ pemompa darah ini. Sulit bernapas dalam jangka waktu lama juga dapa menyebabkan gagal jantung pada penderitanya.

5. Mudah menular

Bahaya bronkitis ini sebenarnya bukanlah komplikasi, melainkan peringatan yang harus diwaspadai penderitanya dan orang terdekatnya. Bronkitis akut bersifat lebih menular dibandingkan bronkitis kronis, karena bronkitis akut seringkali disebabkan infeksi akibat mikroba, terutama virus dan bakteri.Bronkitis akut akibat infeksi bisa menular melalui percilkan pernapasan (droplet) di udara yang mengandung mikroba pemicu infeksi.
Bronkitis akut bisa menular melalui bersin.
Percikan tersebut bisa berpindah ke udara saat penderitanya berbicara, bersin, atau batuk. Mikroba penyebab bronkitis akut juga dapat berpindah melalui jabat tangan atau kontak fisik lain dengan orang yang terinfeksi.Bahaya bronkitis ini juga harus diwaspadai karena virus dan bakteri yang “dikeluarkan” penderitanya bisa bertahan hidup dalam waktu lama di luar tubuh.Virus dan bakteri bisa hidup di luar tubuh selama beberapa menit, beberapa jam, hingga beberapa hari. Orang lain juga bisa tertular mikroba tersebut jika menyentuh benda-benda yang terkontaminasi.

Gejala bronkitis yang harus diwaspadai

Agar bisa menghindari komplikasi dan bahaya bronkitis di atas, waspadailah gejala-gejala berikut ini.
  • Batuk kering
  • Batuk berdahak yang mengeluarkan lendir. Lendir yang bercampur air liur ini sering disebut dengan sputum
  • Sinus tersumbat
  • Rasa berat dan kencang di dada akibat menumpuknya lendir atau mukus di paru-paru
  • Napas pendek
  • Mengi atau bunyi napas dengan frekuensi tinggi
  • Tubuh lelah
  • Badan pegal atau menggigil
Gejala di atas dapat dialami oleh penderita bronkitis kronis maupun akut. Namun, kedua jenis bronkitis ini memiliki perbedaan, terutama pada durasi gejala yang dirasakan pasien.Misalnya, gejala bronkitis kronis (demam, batuk, hidung berair, dan sakit tenggorokan) dapat berlangsung selama 3-10 hari. Sementara itu, batuk berdahak pada bronkitis kronis bertahan minimal 3 bulan dalam 2 tahun berturut-turut.

Kapan harus ke dokter jika tunjukkan gejala bronkitis?

Segera ke dokter jika alami gejala bronkitis disertai napas pendek.
Untuk mengurangi risiko komplikasi dan bahaya bronkitis di atas, Anda harus menemui dokter apabila mengalami batuk dengan ciri-ciri berikut ini.
  • Berlangsung lebih dari tiga minggu
  • Menyulitkan Anda untuk tidur
  • Disertai demam lebih tinggi dari 38 derajat Celcius
  • Batuk berdahak dengan lendir yang berubah warna
  • Batuk berdarah
  • Disertai dengan mengi maupun napas pendek

Catatan dari SehatQ

Ada beberapa bahaya bronkitis yang harus diwaspadai, seperti risiko infeksi lanjutan, pneumonia, bahkan penyakit jantung. Bronkitis akut juga berbahaya karena mudah menular melalui percikan pernapasan.Untuk mengetahui lebih lanjut tentang cara mencegah bahaya bronkitis, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
batukbronkitisbatuk rejanbatuk keringbatuk berdahakbatuk berdarah
Healthline. https://www.healthline.com/health/is-bronchitis-contagious
Diakses pada 29 September 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bronchitis
Diakses pada 29 September 2020
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/symptoms-of-bronchitis-770332
Diakses pada 29 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait