Waspada Bahaya Bipolar Jika Terlambat Ditangani

(0)
Bahaya bipolar jika tidak diobati dengan baikBahaya bipolar harus dipahami penderitanya agar mendapat penanganan yang cepat dan tepat.
Bipolar merupakan salah satu masalah kesehatan mental. Banyak orang mungkin belum mengetahui bahaya bipolar yang terlambat ditangani.Gangguan bipolar adalah keadaan gangguan kesehatan jiwa yang menyebabkan perubahan suasana perasaan mendadak dan ekstrem yang terdiri dari rasa senang berlebihan (mania atau hipomania) dan rasa sedih berlebihan (depresi).[[artikel-terkait]]

Episode bipolar

Setiap episode mania dan depresi terjadi selama beberapa minggu atau beberapa bulan. Penderita gangguan bipolar biasanya mengalami kedua episode ini bergantian, dengan emosi yang normal di antara satu episode dengan yang lain.Selama episode depresi, seorang penderita gangguan bipolar dapat merasa sedih, tidak berpengharapan, mudah marah, merasa kurang energi, sulit berkonsentrasi dan mengingat sesuatu, hilang minat pada aktivitas sehari-hari, merasa tidak berguna, dsb.Sebaliknya, selama episode mania, gejala yang dapat dirasakan adalah merasa sangat senang, berbicara sangat cepat. merasa energinya banyak sehingga merasa tidak butuh tidur, merasa diri sangat penting, dan sebagainya.Episode manik dari gangguan bipolar bisa berubah menjadi parah dan berbahaya apabila pengidapnya mengalami depresi dalam waktu yang lama. Ketika mengalami depresi, Anda mungkin merasa sedih atau putus asa, dan merasa kehilangan minat atau kesenangan dalam aktivitas-aktivitas tertentu.

Penyebab gangguan bipolar

Penyebab gangguan bipolar hingga saat ini tidak diketahui secara pasti. Namun, beberapa faktor bisa jadi pemicu gangguan bipolar, mulai dari:

1. Kondisi Biologis

Penderita gangguan bipolar umumnya memiliki perubahan pada otak. Sampai saat ini, signifikansi dari perubahan ini masih belum pasti, namun belakangan dapat dijadikan sebagai salah satu tanda yang menentukan seseorang bisa mengalami gangguan bipolar. 

2. Genetika

Gangguan bipolar lebih sering terjadi karena faktor genetika, seperti saudara atau orangtua yang memiliki riwayat kondisi tersebut. Selain dua hal ini, masih ada banyak faktor tambahan lain yang dapat meningkatkan risiko gangguan bipolar yaitu periode stres tinggi, seperti kehilangan atau kematian orang yang dicintai, peristiwa traumatis, serta penyalahgunaan narkoba atau alkohol.

Gangguan bipolar sulit dideteksi

Penyebab utama banyak penderita gangguan bipolar terlambat diobati adalah karena seringkali dokter sulit menentukan diagnosisnya. Masalah lain adalah penderita gangguan bipolar sering merasa dirinya tidak sakit dan butuh pengobatan.Sebenarnya dengan perencanaan pengobatan yang benar seperti obat-obatan, psikoterapi, pola hidup sehat, dan kontrol rutin, orang dengan gangguan bipolar dapat hidup dengan baik seperti orang normal.Beberapa fakta berikut menggambarkan sulitnya menegakkan diagnosis bipolar:
  • Sekitar 50% orang yang mengalami gangguan bipolar harus menemui tiga orang ahli dulu baru terdiagnosis secara tepat sebagai gangguan bipolar.
  • Rata-rata diperlukan waktu sepuluh tahun untuk penderita gangguan bipolar mendapat pengobatan yang sesuai. Hal ini seringkali disebabkan karena kesulitan menegakkan diagnosis.
  • Kebanyakan penderita gangguan bipolar juga memiliki gangguan kesehatan mental lain seperti kecemasan dan penyalahgunaan obat, yang membuat diagnosis gangguan bipolar semakin sulit.

Bahaya bipolar yang terlambat diobati

Sayangnya, semakin lama mendapat pengobatan sejak muncul gejala, gangguan bipolar akan semakin memburuk. Keterlambatan penegakkan diagnosis dan memulai pengobatan akan menyebabkan masalah personal, sosial, dan finansial.Bahaya bipolar yang tidak diobati dengan baik, antara lain:
  • Gangguan bipolar adalah penyebab keenam gangguan bekerja di seluruh dunia.
  • Masalah pada hubungan dengan orang lain. Hal ini dapat mengakibatkan penderitanya menjadi pengangguran, mengalami perceraian, atau masalah hukum, dll.
  • Penderita gangguan bipolar yang terlambat diobati kemungkinan akan menyalahgunakan obat-obatan. Penelitian menunjukkan bahwa pada penderita gangguan bipolar, 56% menyalahgunakan obat dan 44% menyalahgunakan alkohol.
  • 30% penderita gangguan bipolar yang tidak diobati melakukan usaha bunuh diri. Risiko percobaan bunuh diri lebih tinggi pada penderita gangguan bipolar yang tidak diobati dibanding yang sudah diobati.
Oleh karena bahaya bipolar yang terlambat diobati, perlu dilakukan pendeteksian dini gangguan bipolar. Cara mendeteksi dini adanya gangguan bipolar melalui beberapa gejala awal dan ada tidaknya faktor risiko.Gejala awal gangguan bipolar dapat berupa:Faktor risiko yang berhubungan dengan gangguan bipolar adalah adanya riwayat keluarga yang menderita gangguan bipolar dan gangguan kepribadian siklotimia (gangguan suasana hati yang menyebabkan emosi naik dan turun). Siklotimia mirip dengan gangguan bipolar, lebih ringan namun lebih kronik.Gangguan bipolar yang terlambat ditangani berbahaya. Oleh karena itu, penting sekali mengenali gejala-gejala awal gangguan bipolar agar dapat segera mendapat penanganan yang tepat. 
bipolardepresigangguan mentalkesehatan mental
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bipolar-disorder/symptoms-causes/syc-20355955
Diakses 19 April 2019
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/bipolar-disorder/symptoms/
Diakses 19 April 2019
Healthgrades. https://healthguides.healthgrades.com/finding-the-right-bipolar-treatment/the-dangers-of-untreated-bipolar-disorder
Diakses 19 April 2019
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/bipolar-disorder/bipolar-disorder-and-anosognosia.aspx
Diakses 19 April 2019
Nami.org. https://www.nami.org/Learn-More/Mental-Health-Conditions/Bipolar-Disorder
Diakses 19 April 2019
WebMD. https://www.webmd.com/bipolar-disorder/guide/bipolar-disorder-warning-signs#1
Diakses 19 April 2019
Howes, O. and Falkenberg, I. (2011). Early Detection and Intervention in Bipolar Affective Disorder: Targeting the Development of the Disorder. Current Psychiatry Reports, 13(6), pp.493-499.PsyCom. https://www.psycom.net/depression.central.cyclothymia.html
Diakses 19 April 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait