Bahaya Anemia Gravis bagi Tubuh dan Cara Menanganinya

(0)
15 Sep 2020|dr. Levina Felicia
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Anemia gravis merupakan kondisi kurang darah yang beratAnemia akan memicu kekurangan oksigen karena penurunan jumlah hemoglobin
Anemia gravis adalah kondisi anemia dengan tingkat keparahan yang berat. Kondisi ini ditandai dengan kadar hemoglobin yang sangat rendah.Kurang darah atau anemia adalah kondisi medis ketika tubuh kekurangan sel darah merah untuk mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Penyakit ini dapat menyebabkan penderita merasa lelah dan lemah.Namun gejala anemia lain yang lebih berat juga bisa timbul, tergantung pada tingkat keparahan anemia yang dialami oleh pengidap.

Kapan seseorang dianggap mengalami anemia gravis?

Pada kondisi normal, orang dewasa memerlukan kadar hemoglobin (Hb) sebagai berikut:
  • Wanita: 12 hingga 15,5 g/dL.
  • Pria: 13,5 hingga 17,5 g/dL
Seseorang dikatakan mengalami anemia gravis apabila kadar hemoglobin yang sangat rendah, yakni di bawah 8 mg/dL.Hemoglobin merupakan protein pada sel darah merah. Protein ini berfungsi mengantarkan darah kaya oksigen ke seluruh tubuh.Kadar hemoglobin yang rendah menyebabkan tubuh tidak mendapat asupan oksigen yang cukup, sehingga gejala anemia dapat terjadi. Gejala-gejala tersebut meliputi:
  • Pusing, sensasi seperti mau pingsan, hingga pingsan
  • Jantung berdebar
  • Sakit kepala
  • Nyeri pada tulang, dada, perut, dan sendi
  • Sesak napas
  • Kulit tampak pucat
  • Tangan dan kaki yang dingin
  • Lelah atau lemah
  • Gangguan pertumbuhan pada anak-anak dan remaja

Ragam penyebab anemia gravis

Anemia gravis dapat disebabkan oleh banyak hal di bawah ini:
  • Kehilangan darah dalam jumlah besar
  • Penurunan produksi sel darah merah
  • Hancurnya sel darah merah dalam tubuh
Beberapa penyakit yang bisa memicu ketiga kondisi tersebut meliputi:

Apa saja komplikasi anemia gravis?

Apabila dibiarkan, anemia gravis dapat menyebabkan sejumlah komplikasi berikut:
  • Kelelahan berat

Anemia berat dapat menyebabkan pasien merasa sangat lelah hingga tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari.
  • Masalah kehamilan

Wanita hamil dengan anemia defisiensi folat lebih mungkin mengalami komplikasi, seperti kelahiran prematur.
  • Kelainan jantung

Anemia dapat menyebabkan gangguan irama jantung (aritmia). Pasalnya, jantung akan bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh karena anemia. Kondisi ini juga berpotensi memicu pembesaran jantung bahkan gagal jantung.
  • Kematian

Anemia yang disebabkan oleh faktor keturunan, seperti anemia sel sabit, dapat menimbulkan komplikasi yang mengancam nyawa. Kondisi perdarahan yang parah dalam waktu cepat juga bisa berujung apda kematian jika tak segera diatasi.

Bagaimana cara menangani anemia gravis?

Penanganan anemia tergantung pada tipe, penyebab, dan tingkat keparahannya. Secara umum, tujuan pengobatan adalah untuk meningkatkan kadar oksigen yang dapat diangkut oleh darah.Proses penambahan kadar oksigen terebut dapat dicapai dengan meningkatkan jumlah sel darah merah dan hemoglobin dalam tubuh penderita.Pada anemia gravis, dokter biasanya akan merekomendasikan prosedur medis di bawah ini:
  • Transfusi darah

Transfusi darah adalah tindakan yang aman dan umum dilakukan. Darah dari pendonor yang sudah dicocokkan dengan golongan darah pasien, akan dimasukkan ke dalam tubuh penerima melalui jalur infus.
  • Transplantasi sumsum tulang

Pada transplantasi sumsum tulang, sumsum tulang pasien akan diganti dengan sumsum tulang dari pendonor.Sama seperti prosedur transfusi darah, sel punca (stem cells) akan dimasukkan ke dalam tubuh penderita lewat pembuluh darah. Sel punca tersebut akan menuju sumsum tulang dan mulai memproduksi sel-sel darah yang baru.Dokter juga akan mendeteksi penyebab di balik anemia gravis agar bisa menanganinya. Oleh sebab itu, pemeriksaan anemia ke dokter sangat diperlukan.Semakin dini diketahui, anemia juga bisa semakin cepat diatasi. Dengan ini, kondisi kurang darah tidak akan bertambah parah hingga berujung pada anemia gravis.
anemiaanemia defisiensi besianemia defisiensi vitamin b12 dan folatanemia sel sabit
HOA Centers for Cancer Care and Blood Disorders. https://www.hoacny.com/patient-resources/blood-disorders/anemia/how-anemia-treated
Diakses pada 15 September 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/anemia/symptoms-causes/syc-20351360
Diakses pada 15 September 2020
Healio. https://www.healio.com/hematology-oncology/news/online/%7B9daa47e2-7db6-45f3-9ca0-d58491b0892c%7D/defining-and-recognizing-different-types-of-anemia-common-to-the-oncology-practice
Diakses pada 15 September 2020
WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/understanding-anemia-basics#1
Diakses pada 15 September 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/158800
Diakses pada 15 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait