Hati-Hati, Bahan Kimia Berbahaya Ini Kerap Ditemukan dalam Produk Rumah Tangga


Bahan kimia dapat dengan mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saja produk pembersih rumah tangga. Kesalahan menggunakan produk pembersih, seperti asal mencampur, bisa menyebabkan munculnya gasyang dapat membahayakan kesehatan.

0,0
bahan kimia berbahaya bisa ditemukan di cairan pembersih atau deterjenBahan kimia berbahaya nyatanya dapat ditemukan dalam produk rumah tangga sehari-hari
Anda mungkin tidak asing dengan deterjen, pembersih lantai, hingga disinfektan. Siapa sangka, produk rumah tangga tersebut mungkin saja memiliki kandungan bahan kimia berbahaya yang mungkin saja merugikan kesehatan Anda.Jika tidak berhati-hati, salah mencampurnya bisa membuat Anda menghirup gas dari bahan kimia tersebut. 

Apa saja bahan kimia berbahaya dalam produk rumah tangga?

Cairan pembersih bisa mengandung bahan kimia berbahaya, pastikan Anda memperhatikan labelnya
Bahan kimia berbahaya dapat ditemukan dalam csiran pembersih, pastikan Anda memperhatikan labelnya
Bahan kimia sudah sejak lama diketahui menimbulkan masalah bagi kesehatan, seperti meningkatkan risiko kanker, gangguan kesehatan mental, hingga penyakit kronis. Sayangnya, banyak jenis bahan kimia yang ternyata dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari dalam berbagai produk rumah tangga, seperti deterjen, desinfektan, pembersih lantai, hingga cat rumah Anda. Mengenali nama dan berhati-hati menggunakannya dapat menghindarkan Anda dari bahaya bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari.Berikut ini beberapa bahan kimia dalam rumah yang mungkin membahayakan kesehatan.

1. Asam sulfat

Asam sulfat adalah bahan kimia yang sangat kuat dan bersifat korosif. Korosif berarti dapat menyebabkan luka bakar dan kerusakan jaringan jika terkena kulit mata, atau selaput lendir (mukosa). Jika tertelan, bahan kimia ini dapat menimbulkan luka bakar di mulut, pembengkakan tenggorokan hingga sulit bernapas, demam, hingga muntah. Asam sulfat biasanya ditemukan dalam deterjen tertentu, pembersih toilet, pembasmi serangga, hingga aki mobil dan baterai. 

2. Merkuri

Merkuri merupakan elemen kimia yang juga terkandung dalam berbagai produk rumahan dan dapat membahayakan kesehatan. Keracunan merkuri bahkan dapat menghambat perkembangan otak bayi. Gejala keracunan merkuri antara lain tremor, penglihatan kabur, mati rasa, hingga kesemutan pada kaki, tangan, dan sekitar mulut.Merkuri biasanya ditemukan dalam produk perawatan kulit hingga antiseptik. 

3. Formaldehida

Formaldehida merupakan salah satu bahan kimia berbahaya yang sering ditemukan dalam produk rumah tangga. Paparan formaldehida diketahui dapat menyebabkan reaksi alergi, iritasi kulit, hingga gangguan pernapasanBeberapa produk yang mengandung formaldehida antara lain perabotan rumah tangga, cat, perekat, air freshener, produk perawatan rambut dan kuku, serta beberapa merek tisu bayi. 

4. Metanol, cairan pembersih kaca

Metanol merupakan senyawa kimia berbahaya yang sering ditemukan pada produk cairan pembersih kaca mobil, cairan antifreeze, hingga pembersih cat. Metanol memiliki tingkat toksisitas yang lebih tinggi dari alkohol (etanol). Masuknya metanol ke dalam tubuh atau terlalu sering terpapar zat kimia berbahaya ini dapat menimbulkan iritasi pada mata, kulit, gangguan pernapasan dan pencernaan, kerusakan saraf, hingga merusak ginjal. 

5. Kationik

Kationik merupakan bagian dari senyawa amonia dalam pembersih rumah tangga untuk menghilangkan noda, seperti deterjen. Kationik termasuk bahan kimia berbahaya yang dapat menimbulkan mual, muntah, kejang, hingga koma jika tertelan.

6. Pestisida

Pestisida merupakan bahan kimia berbahaya yang biasa ditemukan pada produk pembasmi hama dan produk perawatan hewan lainnya. Paparan pestisida dapat menimbulkan sakit kepala, pusing, hingga mual. Pestisida juga kerap ditemukan pada cairan pembersih antibakteri. Penggunaan yang berlebihan dan tidak hati-hati, dapat mengakibatkan iritasi mata dan rasa terbakar pada kulit dan tenggorokan. 

7. Fosfat, cairan pencuci piring

Fosfat merupakan bahan kimia berbahaya yang terdapat pada produk pencuci piring. Zat kimia ini sering kali menyebabkan iritasi kulit dan luka bakar. Jika tertelan, Anda mungkin akan mengalami iritasi mulut dan tenggorokan hingga mual.  

8. Natrium hipoklorit, pembersih toilet

Natrium hipoklorit adalah bahan kimia berupa senyawa klorin yang kerap ditemukan pada cairan pembersih toilet, cairan pemutih, dan cairan pembersih lainnya. Paparan berlebihan dapat menimbulkan dermatitis, iritasi mata, rasa terbakar pada tenggorokan, hingga dapat mengiritasi lambung jika tertelan.

9. Klorin

Klorin termasuk bahan kimia antijamur yang kerap ditemukan pada cairan pembersih, pemutih, dan desinfektan yang digunakan untuk kolam renang.Paparan berlebihan bahan kimia ini dapat menimbulkan masalah pernapasan, iritasi kulit dan mata, hingga rasa terbakar di tenggorokan jika tertelan. Bagi penderita bronkitis, mengisap klorin terlalu banyak dapat memicu gejala bronkitis seperti mengi, batuk, dan sesak napas. 

10. Asam klorida

Satu lagi bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari yang sering ditemukan pada cairan pembersih toilet adalah asam klorida. Jika terkena kulit atau tertelan, bahaya asam klorida dapat menimbulkan iritasi, melepuh, rasa terbakar, hingga nyeri dada. 

Cara mencegah paparan bahan kimia berbahaya di rumah

Gunakan sarung tangan karet untuk membantu mencegah paparan bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari
Gunakan sarung tangan karet untuk membantu mencegah paparan bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari
Anda mungkin tidak dapat menghindari penggunaan bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari sepenuhnya, terlebih jika produk rumah tangga. Namun, masih ada cara yang dapat dilakukan untuk mencegah Anda dan keluarga untuk tidak terpapar zat kimia berbahaya tersebut dengan cara berikut ini:
  • Usahakan untuk membeli produk yang tidak mengandung bahan kimia berbahaya, terutama jika Anda memiliki anak kecil di rumah
  • Simpan selalu produk berbahan kimia pada kemasannya, jangan pindahkan ke botol minuman atau wadah tanpa label
  • Simpan produk dalam lemari atau tempat khusus yang jauh dari jangkauan anak-anak
  • Simpan produk berbahan kimia sesuai petunjuk pada kemasan, misalnya produk yang mudah terbakar harus disimpan pada tempat yang sejuk
  • Gunakan produk berbahan kimia sesuai petunjuk pada kemasan
  • Jika diperlukan, gunakan alat pelindung, seperti sarung tangan, masker, dan kacamata pengaman saat menggunakan produk yang mengandung bahan kimia berbahaya
  • Pastikan ventilasi dan sirkulasi udara baik saat Anda menggunakan produk berbahan kimia
  • Jangan mencampur dua produk pembersih karena dapat menimbulkan gas beracun yang bahaya bila terhirup
  • Jika Anda menggunakan pembersih berbahan kimia, cucilah lap dan tangan Anda sesudah menggunakannya
Itulah beberapa bahan kimia berbahaya yang mungkin Anda temukan dalam kehidupan sehari-hari. Meski penggunaannya bermanfaat, Anda tetap harus memperhatikan anjuran penggunaan yang tertera di kemasan.Jika Anda mengalami pusing, mual, muntah, hingga sulit bernapas setelah menggunakan produk tersebut, segera hubungi dokter. Anda juga bisa berkonsultasi menggunakan fitur chat dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
keracunangangguan pernapasanhidup sehat
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/11397-household-chemical-products-and-their-health-riskPregnancy, birth, and baby. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/toxic-household-products-to-avoid-during-pregnancyBetter Health Channel. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/Chemicals-in-the-home#watch-out-for-these-chemicals-in-your-homeMedline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/002492.htmFood and Drug Administration. https://www.fda.gov/consumers/consumer-updates/mercury-poisoning-linked-skin-productsUniversitas Udayana. https://sinta.unud.ac.id/uploads/dokumen_dir/bd6bde314fb45b68cb2825dbfdd71f10.pdf
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait